1899 retweeted
Jaga Prabowo.. Jaga Prabowo..
Dasco pegang polisi. Sjafrie pegang tentara. Parpol-parpol ngumpul di belakang Prabowo semua. Yang jaga Prabowo udah banyak, Njinx!!
Yang jagain rakyat dari kebrutalan aparat kagak ada!
Yang jagain hutan dari pembakaran korporasi sirkel rezim kagak ada!
Yang jagain APBN dari penjarahan untuk MBG dan Kopdes kagak ada!
Pikirin itu!
1899 retweeted
Tidak semua yang ada di bumi ini
mesti diubah jadi uang kertas.
Sudahi ketamakan ini.
Aneka satwa & tumbuhan juga berhak hidup di bumi.
1899 retweeted
“sepakbola jangan dijadikan menyuarakan politik”
besok lagi kalau ada argumen sampah itu, kasih tahu fakta kalau pssi berdiri tidak jauh dari peran politik juga.
silahkan dibaca:
teapawt.net/gueracr_/status/211817…
PSSI adalah buah dari politik perlawanan Soeratin.
PSSI tidak berdiri begitu saja. Dahulu, sepakbola Hindia Belanda sudah memiliki organisasi sendiri. Orang-orang Belanda mendirikan klub dan perkumpulan sepakbola di berbagai wilayah. Salah satu contohnya adalah Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) di Bandung yang dibentuk pada 1913 dan mendapat pengakuan resmi pada 1914.
Tahun 1919, perkumpulan sepakbola dari Batavia, Surabaya, Bandung, dan Semarang membentuk organisasi bernama NIVB (Nederlandsch-Indische Voetbal Bond). Organisasi ini kemudian mendapat pengakuan FIFA dan resmi menjadi anggotanya pada 24 Mei 1924.
Klub Tionghoa dan sebagian pribumi memang terlibat dalam sepakbola saat itu. Namun, struktur kompetisi dan pengelolaannya tetap didominasi orang-orang Belanda. Ketimpangan akses, fasilitas, dan perlakuan terhadap perkumpulan pribumi menjadi salah satu persoalan sepakbola kolonial. Di sisi lain, komunitas Tionghoa juga memiliki perkumpulan dan kompetisi sendiri.
Karena itu, para pribumi mulai membangun perkumpulan sendiri. Contohnya BIVB di Bandung, VIJ di Batavia, SIVB di Surabaya, PSM di Yogyakarta, VVB di Solo, IVBM di Magelang, dan MVB di Madiun. Perkumpulan ini berjalan sendiri-sendiri dan belum memiliki satu induk organisasi.
Soeratin masuk ia kembali ke Indonesia pada 1928 setelah menyelesaikan pendidikannya di Jerman. Soeratin kemudian bekerja di perusahaan konstruksi Belanda, Sizten en Lausada, di Yogyakarta. Ia disebut sebagai satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan tersebut. Namun, ia memilih meninggalkan pekerjaannya dan aktif dalam pergerakan nasional.
Soeratin kemudian menemui sejumlah tokoh sepakbola di berbagai daerah untuk menyatukan perkumpulan-perkumpulan pribumi. Upaya ini dilakukan secara hati-hati karena pergerakan nasional terus diawasi intelijen kolonial Belanda.
Hasilnya, pada 19 April 1930 di Yogyakarta, perwakilan tujuh perkumpulan sepakbola pribumi berkumpul dan mendirikan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia), dengan Soeratin sebagai ketua pertama.
PSSI akhirnya berdiri mandiri, tidak berada di bawah NIVB, dan membawa semangat pergerakan nasional. Sejak saat itu, ada dua organisasi sepakbola dengan latar belakang berbeda: NIVB yang didominasi komunitas kolonial dan PSSI yang dibentuk oleh perkumpulan-perkumpulan pribumi.
1899 retweeted
Bayangin presiden pensiunan jenderal pasukan elit, tiap hari sibuk nuding-nuding rakyatnya antek asing,
tapi disadap sama polisinya sendiri.
Itu baru yang dari polisi.
Dan yang ketahuan.
Dan yang dibuka.
1899 retweeted
Sebagai pengalaman yang kerjanya dibayar 50 juta sebulan yah kita harus ngatur semua. Mulai dari jual beli pemain, atur taktik, rekrut pelatih, analisis dan scout. Bahkan go on holiday pun jarang yah.
Memang ekpestasi tinggi, kadang bisa dipecat kapan saja kalo hasil minor
1899 retweeted
Listyo ngga sebodoh ini.
Ngga mungkin dia mau jadi kambing hitam tunggal lalu tanpa sengaja makan makanan beracun di penjara sementara yang ambil manfaat utama hidup tanpa beban.
Sebut aja satu nama yang sesuai dengan agenda crackdown dan masih masuk akal. Tito, misalnya.
1899 retweeted
Sebagian Jawa Timur ini masuk zona waktu UTC +8 atau WITA, tapi keseluruhan masuk UTC+7 atau WIB. Dampaknya apa?
- Jam 5 pagi bahkan kurang matahari sudah terbit
- Jam 7 pagi udah panas banget
yang mana kedua itu berpengaruh ke jam aktivitas maupun psikologis manusia.
Replying to @papasito_keu
udah seharusnya Surabaya atau bahkan Pulau Jawa masuk WITA, masa subuh sebelum jam setengah 4 pagi. bukan gak bisa bangun tapi stress aja jam 7 pagi udah terik banget
1899 retweeted
Bedain antara diaspora bantu prosedur (positif) dan diaspora ngakalin aturan (negatif).
Ini yang dipakai contoh malah diaspora India dan China yg lagi kena sentimen negatif. Apalagi India, karena terkenal ngakalin aturan.
Malah dijadiin contoh sama Netizen Indonesia Raya.
1899 retweeted
Kalo regulasi diperketat karena ada tindakan ilegal, kemudian, visa turis makin sulit, gimana?
Jadi siapa yang "crab mentality"?
- Yang kabur duluan lewat jalur ilegal, dan berpotensi "menghalangi" orang lain, atau
- Yang ngingetin biar gak lewat jalur ilegal?
😌
Mantan Kapolri yang juga bekas Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terancam hukuman mati sesuai Pasal 191 KUHP.
Hal di atas bukan sensasi belaka, tetapi terlontar kuat dari pemangku jabatan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), yakni Yusril Ihza Mahendra.
Yusril menegaskan bahwa kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat lainnya mengarah pada indikasi makar.
"Bahwa, terdapat tanda-tanda atau indikasi-indikasi yang mengarah kepada tindakan makar, seperti yang disebutkan dalam Pasal 191-193 KUHP Nasional, dan sekarang sedang dilakukan pendalaman terus menerus," kata Yusril Ihza Mahendra, di Banda Aceh, seperti dipetik dari halaman Antara.
Yusril mengatakan bahwa sampai dengan penetapan tersangka, sejauh ini sudah ada dua alat bukti permulaan yang cukup terhadap tindak pidana penyadapan dan intersepsi.
Nanti ketika dilakukan pengembangan, maka bakal diketahui motif penyadapan tersebut, ke mana tujuan penyadapannya, dan mulai ditemukan indikasi bahwa tindakan itu mengarah ke tindakan makar sesuai Pasal 191-193 dari KUHP Nasional.
"Pasal 191 KUHP itu berbunyi. Setiap orang yang melakukan makar dengan maksud membunuh atau merampas kemerdekaan Presiden dan/atau Wakil Presiden atau menjadikan Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak mampu menjalankan pemerintahan, dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun," ujarnya.
SELENGKAPNYA: jpnn.com/news/ada-tanda-tand…
#ListyoSigitPrabowo #Sadap #Polri #MabesPolri
1899 retweeted
buat yang bilang “TREATMENT GIH” atau “KE DOKTER DONG” mending diem :)
ini bukan masalah uang lagi sih… banyak faktornya😔 apalagi HARUS sering pake makeup karena harus tampil😇
jerawat aku juga ada krn hormon, jadi ga semudah itu sembuhnya🤌
1899 retweeted
Status WA mantan kepala BNN.
"Sakitku telah terobati"
Bahkan sama anggota nya sendiri pun Listyo sepertinya pernah zalim.
1899 retweeted
"Kasihan Raffi Ahmad difitnah"
"Kasihan pak Prabowo disadap"
"Kasihan Pemerintah dikritik terus"
Tapi ga pernah kasihan warga yang kena karhutla, bayi yang kena ispa, anak sekolah yang keracunan MBG, rakyat yang dicekik pajak. Emang dasar buzzer goblok!! 😵
1899 retweeted
Tebak kenapa Pak SBY lebih milih nge-tweet daripada wa Prabowo langsung 👀
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*
Ini cuma 1 sampel kecil ya, ga pukul rata, sharing doang.
Waktu aku nge job kebun di aussie, rekanan sama orang Filipin pertanyaan dia kocak aja sih buatku
"Kamu Islam, tapi kok baik dan tidak kasar?"
😭😭😭
Plus dia minta maaf pas nnton film tentara2 ada org arab kena tembak.
















































