
IPPHO SANTOSA adalah motivator Indonesia, seminar di belasan negara di 4 benua, penulis #7KeajaibanRezeki #SuccessProtocol. Sering diundang kementerian dan BUMN
Motivator Indonesia
Joined December 2011
- Tweets18.3K
- Following28
- Followers164K
- Likes8
Jenuh… bosan… akhirnya menimbulkan kemalasan… produktifitas diri pun jadi berkurang. Begini bahaya kan?
Hilang kreativitas… berpengaruh pada produktifitas… pikiran jadi mengeras… sehingga solusi tampak terbatas.
Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim. (HR. Ahmad, Tirmidzi)
Ternyata rutinitas dapat mengundang kejenuhan dan kebosanan. Bahkan rutinitas dapat membunuh kreativitas. Begini bahaya kan?
Sukses harta dengan gigih berusaha, komitmen menjaga kehalalannya, selain nikmat & bangga, penghuni langit pun hormat padanya.
Sukses harta dengan menghalalkan segala cara, tampak terhormat dihadapan manusia, namun para penghuni langit buang muka. RUGI DAH!
Sukses harta dengan menghalalkan segala cara, teman kerja disikutnya, apa yg dibuat bangga? Harta tak berkah, ketenangan tak akan didapatnya
Sukses harta dr hasil menipu, apa yg dibuat bangga?Kesenangannya palsu belaka, saat tertangkap bukan hanya diri yg sengsara tp juga keluarga
Ibarat puasa, berlapar-lapar dahulu pasti merasakan nikmatnya berbuka puasa. Bersusah2 dahulu dlm upaya, saat sukses terasa nikmat & bangga.
Guru yg biasa2 saja, HANYA BERBICARA. Guru yg baik, MENJELASKAN. Guru yg unggul, MENUNJUKKAN. Guru besar MENGINSPIRASI (William Arthur Ward)
GURU, profesi dunia akhirat, saat guru bersungguh2 membaguskan kemampuan diri, hakikatnya ia sedang berinvestasi, amal jariyah menanti.
Saat Hirosima & Nagasaki dibumihanguskan, yg pertama ditanya oleh Kaisar Jepang adalah berapa jumlah guru yg tewas & yg masih terselamatkan.
Selain orangtua, seorang guru sebagai penentu, kondisi negara terpuruk atau maju. Negara maju terlihat dari kualitas para guru.
Selain orangtua, seorang guru punya peranan penting membangun peradaban. Tugasnya sangat mulia, mencetak penerus bangsa.