Kamala Puspa. (@ASAETYA) header
Kamala Puspa. (@ASAETYA) profile picture

MMVII : Aku adalah bayang, lahir dari jejak langkah yang ditinggalkan. Perilaku buruk tumbuh di tanah yang sama, memantulkan luka yang ditanamkan.

PERINGATAN! KARAKTER TRAUMATIS
Joined October 2016
Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)Photo by Kamala Puspa. (@ASAETYA)
️ ️ ️ ️ ️Di tanah keras, ia tumbuh sendiri, tak butuh tangan menanam rapi. Angin mencerca, hujan menghantam, namun durinya tetap menentang. Dunia tak beri ruang yang lemah, tak ada belas bagi yang patah. Maka ia bukan kelopak lebur, tapi duri siap melawan luka. ️ ️ ️ ️
3,005
️ ️ ️ ️ ️ ( Asu. Aturlaaaah. ) ️ ️ ️ ️ ️
177
️ ️ ️ ️ ️ Kamala akhirnya membiarkan tubuhnya terhempas di atas sofa ruang tengah, seolah seluruh beban dunia menuntutnya untuk menyerah sejenak. Matanya melirik ke arah Kabinawa yang tak jauh darinya. ️ ️ ️ ️ ️
1
134
️ ️ ️ ️ ️ "Enggak ada yang bisa lo lakukan sekarang, Bin. 𝘔𝘢𝘭𝘢-nya aja udah gak ada," lagi, tawa getir itu terlepas. Dirinya memang masih di sini tetapi—setengah hidup, setengah mati—mencoba bertahan dari luka yang tak kelihatan. ️ ️ ️ ️ ️
1
88
️ ️ ️ ️ ️ Hela napas terlepas, Kamala akhirnya berusaha untuk tersenyum kecil. Menepuk pelan pundak sang kawan, "At least, sekarang lo udah tahu kenapa gue tidak lanjut kuliah dulu. Sukses terus ya buat lo, @MATRJOSHA." ️ ️ ️ ️ ️
1
1
133
️ ️ ️ ️ ️ ( Berasa gue mau mati dah. ) ️ ️ ️ ️ ️
70
️ ️ ️ ️ ️ ( Tumbenan?????? ) ️ ️ ️ ️ ️
Replying to @MATRJOSHA
⠀⠀⠀ Suara itu lirih. Parau. Tak ada nada menyalahkan, tak juga menuntut. Hanya sebuah permintaan, sebuah harapan terakhir dari seseorang yang ingin berbuat sesuatu, apa pun itu, agar luka @ASAETYA tidak terus menganga sendirian. ⠀⠀⠀
1
82
️ ️ ️ ️ ️ "Gue mau bilang. Setiap malem, gue pengen teriak. Tapi yang keluar cuma suara napas yang gue tahan sampe dada gue kayak mau meledak." Kamala tertawa kecil, getir, lalu mengusap wajahnya kasar. ️ ️ ️ ️ ️
1
39
️ ️ ️ ️ ️ "Gue takut… Gue takut banget. Gue gak sekuat yang lo kira… bahkan buat fokus pada saat ini aja nggak bisa. Semua buyar. Kejadian itu—buat gue nggak bisa apa-apa, @MATRJOSHA." ️ ️ ️ ️ ️
1
30
️ ️ ️ ️ ️ Ia mendesah, suara itu berat, getir. "Ya… gitu, breh…" suara itu lirih, nyaris hilang di tengah desau suara gema televisi. "Mereka… berhasil sentuh gue. Ya... Sentuh—tanpa izin gue, di tempat yang seharusnya tak boleh disentuh." ️ ️ ️ ️ ️
1
93
️ ️ ️ ️ ️ Di antara napas yang tak teratur dan tangan yang masih gemetar, Kamala akhirnya jujur kepada @MATRJOSHA. Meski hanya sepotong. Meski beratnya seperti merobek seluruh sisa keberanian yang ia punya. ️ ️ ️ ️ ️
1
44