Ko (@Hallam_Ko) header
Ko (@Hallam_Ko) profile picture

i set myself on fire // playin bass on jawir metal band Hallam Foe

anywhere but here
Joined August 2010
Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)Photo by Ko (@Hallam_Ko)
Ini yang disebut Hidden Cost of Living atau Biaya Ekonomi Tinggi yang Dipindahkan ke Rakyat. Di negara dengan layanan publik yang bekerja, gaji adalah untuk hidup. Di kita, gaji adalah untuk bertahan + menambal. Mari kita bedah: 1. Gajimu Bukan untuk Konsumsi, Tapi untuk Substitusi Negara Di ekonomi yang sehat, ada yang namanya public goods - barang publik yang harusnya murah atau gratis karena sudah dibayar pajak: air bersih, keamanan, pendidikan dasar yang kompetitif, transportasi massal, jalan layak, kebersihan. Ketika barang publik itu bapuk, tidak tersedia, atau sengaja dibiarkan berkualitas rendah, rakyat dipaksa membeli solusinya di pasar swasta dengan harga pasar. Maka terjadilah: 🅿️ Parkir & ⛔️ Tol = Kegagalan Penyediaan Ruang Publik dan Mobilitas Parkir liar berbayar adalah pungli atas kegagalan penataan ruang. Tol bukan lagi barang mewah, tapi ongkos paksa untuk mendapatkan kepastian waktu. Macet di jalan non-tol adalah inefisiensi yang biayanya kamu bayar pakai bensin, waktu, dan e-toll. 💧 Air Beli & 🛢 Iuran Sampah = Kegagalan Layanan Dasar Kota PDAM tidak mengalir layak, air tanah tercemar. Maka setiap KK wajib langganan galon Rp300-500rb/bulan. Itu pajak kedua. Sama dengan sampah. Kita sudah bayar pajak untuk dinas kebersihan, tapi tetap bayar iuran RT/RW Rp50-150rb karena truknya tidak datang. 🏢 Les & 🧸 Daycare = Kegagalan Investasi SDM Sekolah negeri gratis tapi tidak cukup untuk kompetisi. Maka biaya pendidikan swasta/les itu bukan gaya hidup, itu biaya investasi wajib agar anak tidak terlempar dari rantai mobilitas sosial. Sama dengan daycare. Ketika negara tidak mengatur dan mendorong daycare di kawasan industri/kantor sebagai standar, biaya reproduksi tenaga kerja - menjaga anak agar orang tuanya bisa tetap produktif - dilempar sepenuhnya ke keluarga. Rp1,5 - 3 juta/bulan. 🏨 Asuransi Swasta = Kegagalan Jaminan Sosial yang Layak BPJS ada, tapi antrean, obat terbatas, kamar penuh. Maka kelas menengah dipaksa beli double protection. BPJS jadi iuran wajib, asuransi swasta jadi iuran untuk bisa hidup. Double cost. 🚋 Mobil Wajib = Kegagalan Transportasi Publik Ini yang paling mahal. Di kota yang transportasinya terintegrasi, keluarga dengan gaji Rp20 juta tidak butuh mobil. Cukup motor + MRT/Bus. Di Surabaya, Jakarta, karena bus tidak reliable, tidak aman, tidak menjangkau last mile, mobil berubah dari aset menjadi kewajiban struktural. Cicilan 4jt + bensin 1,5jt + servis + asuransi + parkir = 7 jutaan hilang sebelum gaji dipakai. 2. Kenapa Disebut Struktural? Karena ini bukan salah personal finansialmu yang boros. Ini salah desain. Upah Terlihat Tinggi, Tapi Daya Beli Riil Rendah. Rp20 juta di Jakarta/Surabaya daya belinya setara mungkin Rp9-10 juta di kota dengan layanan publik bagus. Sisanya habis untuk menambal lubang. Negara Memungut Pajak, Tapi Tidak Mengembalikan Dalam Bentuk Layanan. Rasio pajak kita rendah, tapi belanja publiknya tidak efisien dan tidak menyentuh hulu masalah kota. Jadi rakyat bayar dua kali: sekali lewat pajak, sekali lagi lewat pasar swasta. Menciptakan Kemiskinan Baru Kelas Menengah. Kelas menengah kita rapuh. Gaji naik 10%, biaya privat untuk mengganti layanan publik naik 20%. Akhirnya tidak ada akumulasi modal untuk naik kelas - beli rumah layak, investasi, atau usaha. Semua habis untuk biaya bertahan hidup yang disamarkan sebagai "kebutuhan primer". Bukan gaya hidup. Itu ongkos bertahan hidup di kota yang semua urusannya diswastakan. Solusi di level individu cuma mitigasi: tinggal dekat tempat kerja/kantor/sekolah untuk memangkas biaya mobilitas paksa, atau sharing daycare dengan tetangga. Tapi di level sistem, selama air, transport, pendidikan berkualitas, dan kesehatan layak masih dianggap komoditas, bukan hak dasar yang disediakan negara secara bermutu - maka gaji Rp20 juta, Rp30 juta pun akan terus terasa pas-pasan.
Valid! Kenapa gaji Rp20 juta pas-pasan banget. Bahkan gak cukup untuk membangun hidup berkualitas. Bukan soal gaya hidup, tapi hidden cost of living. Biaya hidup tersembunyi. Konsekuensi karena layanan publik bapuk. Tidak tersedia, berkualitas rendah atau memang gagal. Rakyat harus MEMBELI SOLUSI SENDIRI. Gaji Rp20 juta sebenarnya tergolong tinggi dibanding rata-rata pendapatan di Indonesia. Namun di kota besar yang serba bayar, angka tersebut cepat habis. 🅿️Parkir berbayar diman-mana. Bahkan di tempat yang seharusnya menyediakan fasilitas parkir gratis bagi pengunjung ⛔️Jalan tol jadi pilihan karena terpaksa. Menghindari terjebak macet di jalan non-tol 💧Air bersih harus beli. Ada gak sih yang gak beli air minum sekarang?? 🛡Bayar iuran keamanan kompleks 🏢Les sana sini karena kualitas sekolah negeri belum cukup untuk bekal bersaing masuk jenjang berikutnya 🏨Tambah proteksi asuransi swasta walaupun ada BPJS, untuk memperoleh akses yang lebih baik 🚋Karena keterbatasan transportasi umum, keluarga rasanya wajib punya mobil pribadi. Nambah lagi tuh cicilan, BBM, servis, asuransi, dan parkir 🛢Bayar iuran sampah dan kebersihan. Apakabar dinas kebersihan yang digaji dari pajak??? 🧸Ortu yang kerja, harus bayar pengasuh atau penitipan anak karena gak ada day care di tempat kerja.
8
492
17
818
22,406
pajak sebanyak ini tapi fasilitas kesehatan kaya kontol, fasilitas transportasi umum kaya kontol, fasilitas pendidikan kaya kontol, semua kontol
Guyss kalian tau nggak kalau pajak kita sebanyak ini: PPh, PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 24, PPh 25, PPh 26, PPh 29, PPh Final, PPh UMKM, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPN, PPnBM, Bea Meterai, PBB-P2, PBB-P3, PBB-P5L, Pajak Karbon, PKB, BBNKB, PAB, PBBKB, PAP, PAT, Pajak Rokok, Pajak Reklame, PBJT Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, BPHTB, Pajak MBLB, Pajak Sarang Burung Walet, Opsen PKB, Opsen BBNKB, Opsen, Pajak MBLB.
88
18,076
259
34,203
298,876
Guys, plis biasain nerima opini pribadi orang. Yang dikatakan Adib bukan serta merta bandnya jelek atau ga menarik lho. kemampuan masyarakat untuk menguji, mendiskusikan, dan menerima sebuah opini berdasarkan argumentasi adalah salah satu indikator kemajuan kualitas SDM *Catet
semalem nonton thee marloes and i still dont get the hype abt them
5
24
1
123
3,444
Bilangin ke temen kamu jangan jahat jahat ke orang yang tatanan dating nya ga sesuai sama dia.
Jangan jahat jahat ke temen aku kak cuma karena tweetnya ga sesuai tatanan hidup kamu :(
5
281
Replying to @recehsjaa
sbg orang yg tumbuh di jogja, dan berkembang di jakarta, lalu sekarang di surabaya karena pekerjaan, valid 100% jatim ngga ketolong orang-orang di sini berani mati buat tim bola, horeg, gus-gusan, silat TAPI kalo diajak kritis soal kebutuhan isi perut & pemerentah pasti tiarap!
151
2,126
468
12,128
422,858
Es teroos ❌ Stress teroos ✅
60
Numpang jual koleksi pribadi ya teman2.. - TC Electronic Sky Surfer Reverb Fullset - BBE Green Screamer unit only Kalo ada yg mau tanya2 atau tertarik bisa gas langsung kontak aja..nuhun 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
1
2
104
TC Electronic Sky Surfer masih ada, Yang lain sold..
12
Opo se iki cik mek mbahas merch lho iku maeng 🙃
1
114
Lu masih beli galon buat minum aja tuh sebenernya salah satu bukti kegagalan pemerintah menyediakan air layak minum buat rakyatnya. Hal mendasar gini aja kita masih disuruh usahain dan bayar sendiri.
46
1,558
43
6,305
65,116
Keresahan mas @ipengsky kemarin..dinaikin yg beli dikit..nggk dinaikin profitnya tipis banget..
Merch band sudah 250k. WOW
2
2
156
Kalau kata orang, Surabaya tuh bukan kota metro. Surabaya itu Kampung raksasa 🙂
Mimpi basah warga, yang katanya, metropolis kedua di Indonesia
92
1,471
147
12,602
339,051
kader posyandu itu sebenernya bentuk eksploitasi kerja gratisan paling rapi yang dilegalkan negara😩 lebih dari sejuta ibu-ibu desa dikasih beban berat ngurus stunting, nimbang balita, input aplikasi kesehatan pemerintah, sampe ikut ribet ngurus ompreng mbg puskesmas sama kementerian tinggal terima bersih data lapangan, tapi imbalannya cuma dikasih label relawan plus uang transport 50 sampai 100 ribu sebulan kalo status mereka diakui sebagai pekerja resmi, negara jelas gamau nanggung gaji UMR dan iuran BPJS buat jutaan ibu ibu makanya romantisasi kata ikhlas dan gotong royong terus dipelihara, biar urusan kesehatan publik tetep jalan di atas tenaga kerja yang nyaris nggak dibayar
243
3,653
264
11,365
233,911
Salah satu culture shock waktu ke LN itu ngerasa kok jumlah warung/jualan di pinggir jalan tidak banyak, terus baru sadar hal itu karena warganya sejahtera dan banyak terserap d lapangan kerja formal. Warganya tidak perlu capek-capek buka usaha sendiri untuk bisa survive
Gue makin sadar pemerintah gagal menyejahterakan rakyat tuh pas tau kalo di luar negeri, restoran buka 24 jam ga sebanyak disini. F&B disana juga ga menuhin pinggir jalan kaya kita yang di depan warung padang aja masih ada gerobak cilok. Informal job kaya pengusaha, pedagang UMKM harusnya ga sebanyak ini, andai pemerintah becus buat buka lapangan kerja 19 juta yang dijanjiin siapa gitu.
102
10,027
220
37,899
331,026
“Far left” and it’s just me saying a full time job should cover rent and groceries.
31
5,996
79
57,954
512,674
How can you guys afford things??
54
Ko retweeted
minimal sekali seumur hidup, kamu harus ngerasain kerja yg cuma duduk, yg gerak cuma otak sama jari doang, tapi pas pulang rasanya kayak abis digebuk orang sekabupaten.
396
4,303
1,469
16,516
434,213
serunya main twitter adalah tiba tiba ada yang mengungkapkan isi kepala gw dengan susunan kata yang lebih baik trus gw tinggal ritwit ritwit aja tanpa perlu ngetik
292
30,867
867
74,675
687,090
YOU'RE BORN. YOU SEE PANTS STYLES GO FROM BAGGY TO SKINNY BACK TO BAGGY EVERY 10 YEARS FOR THE REST OF YOUR LIFE. YOU DIE. THE END
312
25,109
559
303,043
3,964,827
gajih dpr paling tinggi se-asia tenggara, umrnya paling rendah se-asia tenggara. sampai sini aja seharusnya udah paham kemiskinan struktural indo:)
71
12,768
127
31,491
261,558
Voting is cool but have we tried beating our politicians like piñatas instead?
137
10,251
233
49,519
400,123