⠀
Pintu memang tak terkunci, sebab ia suah membeliak dan Rai masuk ke dalam bilik pribadi milk Sekala. Ia menguasai tempat tidur kekasihnya itu, menantinya selesai menunaikan kegiatan.
⠀
Replying to @Jenthaka
⠀
WhatsApp | Rai
- Sayang aku baru bangun
- Udah beres?
- Kamu di mana?
- Masuk aja ya gak dikunci
- Aku mau mandi dulu
𝘛𝘦𝘳𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮
⠀
tempatnya akan jejaki kepemilikan sejati di sana. Memasukkan satu-dua jari tanpa pengampunan, biar Sekala semakin raungkan rengek dan mohon.
Si pelindung tipis yang masih bersuaka dalam bungkusnya terlupa begitu saja, jatuh tergeletak entah di mana.
Rai tak ada intensi untuk mencarinya lagi. Sembari menyentak dua jemari dalam tubuh Sekala, ia berkata, "Yang, kondomnya ilang."
@poetsonder.
RAI SAMUDRA. retweeted
Replying to @Jenthaka
Seluruh kenaannya ikut jatuh tak beraturan, sisakan dua tubuh urian yang saling meliuk menggoda, "Kan bisa mandi lagi sama aku ntar."
Rai menurunkan tubuhnya perlahan. Kecupannya mengikuti seluruh gerik. Mulai dari leher, dada, perut Sekala, ia jejaki cinta di sana, hingga berakhir di kesejatian yang diraupnya dalam sekali isap. Ayo, @poetsonder, menangislah lebih keras.
Tak bersisa. Sehingga mudah ia memuja-muja kekasihnya dalam kecupan, pun panggilan mesra, "Sayangku."
Gigitan pelan ia berikan di perpotongan perut dan pinggang. Setiap sentuhnya takkan luput dari jejak merah tua yang kini menghiasi beberapa loka di selira Tuan Dikara.
Genggamnya kian kuat di tegak milik @poetsonder, menggerakkan dari atas hingga pangkal, mengajak kembali kekasihnya untuk memadu desau.
RAI SAMUDRA. retweeted
Replying to @Jenthaka
Replying to @poetsonder
Lengan kembarnya serta-merta temukan jalan pulang dengan merengkuh raga Sekala. Jemarinya menyusuri rambut basah lelakinya, kemudian sebuah kecupan ringan ia hadiahkan di atas bilah bibir.
"Aku juga kangen. Maaf, ya, lama."
Tangan itu beralih mengusap lembut sebelah pipi @poetsonder. Dirinya menatap lekat sang pemilik hati, "Kamu kok cepat banget selesainya, sayang?"













