LifeAzuky retweeted
Perempuan yg suka belanja barang lucu atau jajan kopi mahal setiap habis ngadepin hari berat, entah di rumah atau di kantor, sebenarnya bukan berarti dia ga ngerti cara hemat. Banyak yg langsung bilang boros atau ga bisa nahan diri. Padahal, di balik kebiasaan itu sering ada alasan yg lebih dalam daripada sekadar pengen belanja.
Setelah seharian berurusan sama tekanan kerja, urusan rumah, atau beban pikiran yg nggak keliatan, tubuh dan kepala butuh cara buat balikin napas. Belanja kecil atau secangkir kopi mahal jadi semacam jeda singkat dari rasa capek yg udah numpuk. Bukan soal gaya-gayaan, tapi usaha kecil biar ga makin stres.
Dia cuma lagi bayar “biaya waras”. Kalau tekanan hidup udah menumpuk sampai hampir mentok, pengeluaran kecil kayak gini jadi cara biar mentalnya ga benar-benar ambruk. Bukan karena ga tahu cara hemat, tapi karena ada saatnya kebutuhan buat merasa sedikit lebih baik harus didahulukan daripada nahan-nahan terus.
Bahagia bukan sesuatu yang harus selalu kita cari jauh-jauh. Terkadang, ia hadir dari hal-hal sederhana yang kita ciptakan sendiri.
Menikmati secangkir kopi, berjalan sendirian, melihat matahari terbenam, traveling ke tempat baru, atau sekadar menikmati waktu tanpa memikirkan terlalu banyak hal.
Jangan menunggu semuanya sempurna untuk merasa bahagia. Sebab hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
Kita tidak bisa mengendalikan semua hal yang terjadi, tetapi kita bisa memilih bagaimana cara menikmati kehidupan.
Pada akhirnya, bahagia itu bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tentang mampu menikmati apa yang sudah kita punya.
LifeAzuky retweeted
Jangan terus-terusan jadi people pleaser hanya demi menjaga perasaan orang lain. Sometimes, kita juga perlu tegas menunjukkan rasa marah, bukan untuk menyakiti, tapi supaya orang lain paham bahwa kita punya batas, punya perasaan, dan nggak bisa terus diperlakukan seenaknya.
Sebab, terlalu sering mengalah bukan berarti kita nggak terluka. Terlalu sering memaklumi juga bukan berarti kita baik-baik saja. Jangan sampai keinginan untuk selalu dimengerti orang lain justru membuat kita mengabaikan perasaan sendiri.
Ingat, menjadi orang baik bukan berarti harus selalu bersikap baik kepada orang yang terus-menerus menyakiti kita. Kita juga berhak bersikap tegas tanpa merasa bersalah. 🤍






































