Aria Lunetharë — Grace in the daylight, sovereign in the dark. GF1AU5001 CoMC

Joined March 2012
1
492
ㅤ Kecil dan pemarah. ㅤ
3
1
212
ㅤ Beruntungnya, ia dan murid lainnya mendapat oleh-oleh dari Tuan Maverick. Sebotol susu yang Aria ambil rasa cokelat. Kesukaannya. "Terima kasih, Tuan Maverick!" ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
Maverick melambaikan tangan dengan senyum hangat ke arah para murid yang bersiap kembali. ​“Buat bekal kembali ke Kastel. Terimakasih banyak ya, Kids, sudah berkenan untuk membantu Saya dan datang ke Hogsmeade Valley hari ini! Hati-hati saat kembali ke Kastel!”
1
41
ㅤ Karena takut salah arah, Aria kembali ke kastel sambil mengikuti para kakak kelasnya. Perjalanan pulang terasa lebih singkat daripada saat berangkat tadi. Setidaknya, pelajaran hari itu cukup berkesan karena Aria bisa menikmati suasana di alam terbuka. Kelas berakhir. ㅤ
27
Aria. retweeted
Replying to @ProfsHarlow
Maverick melambaikan tangan dengan senyum hangat ke arah para murid yang bersiap kembali. ​“Buat bekal kembali ke Kastel. Terimakasih banyak ya, Kids, sudah berkenan untuk membantu Saya dan datang ke Hogsmeade Valley hari ini! Hati-hati saat kembali ke Kastel!”
1
7
12
378
Aria. retweeted
Replying to @ashenoaths
ᅠ Alexius mengangguk pelan. “I’ll sort things out, Mave.” Ia kemudian menghadap para murid. “Anak-anak, boleh kembali ke kastel, ya. Tahu jalan kembali, kan? Tidak jauh dari sini,” ujarnya tersenyum. “Saya perlu mengurus kuda-kuda dan Porlock di sini terlebih dahulu bersama Maverick. Terima kasih sudah menemani saya ke sini, ya. Hati-hati kembali pulangnya.” Ia memastikan para murid memahami arah perjalanan pulang sebelum mempersilakan mereka meninggalkan area Hogsmeade Valley. (@ashenoaths) ᅠ
1
7
7
294
Aria. retweeted
Replying to @ProfsHarlow
Maverick menganggukkan jemalanya, “Ah, I see.. Saya sudah duga kalau itu Porlock.” Lalu si Wira punya sebersit ide, “Bagaimana jika Porlock-nya kamu bawa juga ke Vivarium, Lex? Kebetulan sifat alami mereka menjaga kuda, biar kuda-kuda juga diawasi sama mereka.” (@ProfsHarlow)
1
6
2
227
Aria. retweeted
ᅠ “Sepertinya Porlock itu yang selama ini ada di kawasan ini dan menjaga kuda milikmu, Mave. Maka dari itu kita menemukan jejak kaki tadi dan rumput cenderung berkurang, karena Porlock juga memakan rumput.”  (@ashenoaths) ᅠ
1
10
2
292
Aria. retweeted
ᅠ “Watch this.” Menutup bukunya, Alexius mencoba melangkah mendekati Porlock untuk mengamatinya lebih jelas. Namun, belum sempat sang pengajar mendekat, makhluk itu segera bergerak menjauh dan menghilang di balik pepohonan. Sang pengajar pun mundur beberapa langkah. “Lihat, Porlock ini cenderung pemalu dan menghindari manusia. Mereka suka bersembunyi juga kalau terlihat manusia.”  ᅠ
1
6
4
309
Aria. retweeted
ᅠ “Tunggu.” Alexius meraih buku catatan berisi informasi tentang berbagai satwa gaib. Setelah menemukan halaman yang tepat, ia membuka buku itu dan memperlihatkan ilustrasi Porlock kepada para murid. “Porlock tingginya sekitar dua kaki atau 60 cm. Rambutnya kasar dan lebat, hidungnya besar, lengannya kecil, dan ia punya empat jari yang pendek serta gemuk. Makhluk ini berjalan dengan dua kaki dan memiliki telapak kaki yang terbelah dua.” Ia membiarkan para murid mengamati ilustrasi tersebut sembari mencocokkan ciri-cirinya dengan makhluk yang baru saja mereka temukan. ᅠ
1
11
9
394
Aria. retweeted
ᅠ “Betul tebakan kalian. Satwa gaib itu Porlock,” tunjuknya. “Porlock adalah satwa gaib yang dikenal sebagai penjaga kuda. Makhluk ini berasal dari Inggris dan Irlandia bagian selatan. Porlock cenderung hidup di sekitar kuda dan melindungi kawanan yang dijaganya.” Ia memberi isyarat kepada murid-murid untuk tetap berada di tempat masing-masing agar Porlock tersebut tidak merasa terancam. ᅠ
1
8
3
296