Orang kayak lu yang ngasih justifikasi ke pemerintah dan buzzernya kalau ekonomi kita baik-baik aja, padahal hal yang menurut lu "cuma" itu jadi hak dasar yang harusnya bisa diakses.
HAK menikah dan beranak itu datang dengan TANGGUNG JAWAB kalau lu lupa. Gimana bisa bertanggung jawab kalau HAK DASAR sebagai individu aja masih susah kita dapetin SENDIRI karena pemerintah GAK BERTANGGUNG JAWAB atas rakyatnya.
Replying to @Apeeeeep
Ini konteksnya hal2 tersebut ga bisa dipakai sebagai alasan untuk melarang orang menikah dan beranak. Hak menikah dan beranak lebih dasar dari yang saya sebut di atas yang masih bisa diusahakan atau dicarikan alternatifnya.
Kalau mau bagus semua mah kita udah di surga, ndut. Itu juga kalau diterima sama surga, seh. Duluan aja lah daripada penasaran, gue masih tesisan. @prabowo
Sebagai anak pertama, walaupun gak biayain hidup adek sendiri, gue gak akan mereduksi hubungan keluarga sebagai suatu yang transaksional. Manusia semenjak hidup dalam cengkraman kapitalisme emang susah punya hubungan yang tulus di ranah personal.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Kalau soal komunikasi lintas budaya dan masalah negosiasi wajah ini mungkin yang lebih populer untuk rujukan sekarang itu Stella Ting-Toomey. Tapi ada banyak paper lain yang mengembangkan dan mengisi celah dari teori sebelumnya, tinggal beneran niat mau tau apa enggak aja.
Kita terlalu sopan dan pemaaf kepada para bajingan di negara ini.
Sama banner @GreenpeaceID ketakutan banget sampe manggil damkar & aparat.
Jam 08.00 pasukan greenpeace udah dipaksa turun.
Sekali lagi respect buat kawan-kawan ✊🏻🥺














