Pinned Tweet
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤwould you hold these hands
ㅤㅤthat i used to 𝗸𝗶𝗹𝗹ㅤsomeone?
ㅤㅤwouldㅤyouㅤlove me more if
ㅤㅤi do theㅤ 𝗸𝗶𝗹𝗹𝗶𝗻𝗴 ㅤㅤfor you?
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Birch.
Mari berteman lebih dulu, mungkin ke depannya nanti ada yang bisa didiskusikan untuk menulis bersama.
ㅤㅤ
Replying to @ShoutOCs
ㅤ
ㅤ
𝗠𝗔𝗗𝗗𝗜𝗘.
Ingin mencari para CRIME-OCRP lainnya untuk berinteraksi secara IC atau menulis bersama.
ps: Agatha bekerja sebagai manager hotel yang menawarkan berbagai jasa seperti: Sanctuary, Document Forgery, Security, etc.
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ
"I want you to meet someone." Ujarnya— memecah suasana tanpa menjelaskan lebih lanjut. Tak butuh lama untuk sampai ke apartemennya Isabella. Tidak seperti sebelumnya Joseph harus menyelinap masuk, kali ini ia sudah punya akses masuk sendiri.
(cont.)
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Joseph masuk ke dalam apartemen itu seperti apartemennya sendiri. Membuka kulkas dan mengambil minuman di dalam kulkas (lebih tepatnya mencuri). Sebelum duduk di sofa menunggu kedatangan Isabella.
(@patahanjiwa)
ㅤㅤ
ㅤㅤ
"I'm outside your apartment, we need to go somewhere." Ujarnya saat telpon darinya dijawab oleh Marteen. Seperti biasanya, Joseph tidak pernah memberi tahu tujuannya. Isabella pun tidak tahu ia akan membawa Marteen untuk bertemu.
(cont.)
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Joseph menunggu di dalam mobilnya, tidak ingin repot naik ke atas untuk mendatangi adiknya langsung.
(@obxlivion)
ㅤㅤ
ㅤㅤ
"You know me well. Alright, time to go. See you when I see you again Isabella." Ujar Joseph sebelum melangkah pergi dan menghilang dari pandangan.
ㅤㅤ
ㅤ
Melihat si bungsu diperlakukan buruk oleh Maxim tentu membuat kebenciannya semakin menjadi-jadi. Joseph hanya bisa melindungi sang adik di belakang layar. Tanpa sepengetahuan Maxim.
"It's okay, I understand."
(cont.)
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Joseph tersenyum. Joseph sangat jarang tersenyum. Ekspresi datar sudah menjadi pengaturan bawaan. "I will. Jangan kaget if I show up out of nowhere." Ujarnya menenangkan sang kakak.
(@patahanjiwa)
ㅤㅤ











