P retweeted
Tuhan jika memang aku adalah sebuah harapan untuk kedua orang tuaku, tolong tegakkan bahuku, kuatkan hatiku, sehatkan badanku, agar mimpi ini bisa menjadi nyata untuk mereka. Tuhan jika doa-doaku masih Engkau persulit karena dosa-dosaku, setidaknya dengarkanlah doa ibuku untukku.
yang menyedihkan itu bukan perempuan yang belum bersuami, tapi perempuan yang udah berstatus sebagai istri, tapi masih harus menafkahi dirinya sendiri, harus menanggung semuanya, bahkan turut menafkahi suaminya.
stop nyuruh perempuan menikah. ga semua perempuan mau berjudi antara hidup atau mati.
si dino ternyata bukan mahasiswa, melainkan penjual kopi. si sari ternyata ART yang dibayar buat ngaku jadi mahasiswa. makanya pas ditanya kampus mana malah ngang ngong dan gugup. bayarannya bahkan cuma 50-100ribu. kok mau sih?!!
untung pihak universitas mau mengusut tuntas oknum-oknum yang menyalahgunakan almamater.
hmm, kira-kira kalau bayaran willie salim sama raffi ahmad berapa ya bes? ada yang tau nggak?
Untuk wanita:
Laki-laki bukan penampung kesulitanmu. Bangun dirimu, lalu berdiri di sampingnya dengan layak.
Untuk laki-laki:
Wanita juga bukan penampung kegagalanmu. Bangun dirimu dan jemput dia dengan layak.
Tidak ada yang langsung berhasil, kita semua berawal dari kebingungan dan tumbuh dari kesalahan, just trust the process.
Teruntuk perempuan-perempuan yg hidupnya selalu berada di survival mode, semoga kelak nanti akan ada ruang aman untuk kalian bisa beristirahat dari segala hal yg melelahkan itu ya.
Semoga setelah sekian lama kuat menahan semuanya sendiri, kelak ada ruang yang membuatmu bisa bernapas lebih lega.
Menariknya, pengalaman masa kecil bisa memengaruhi cara seseorang membangun hubungan saat dewasa.
Ada yang terbiasa mengandalkan diri sendiri sampai sulit menerima bantuan. Ada juga yang terus mencari reassurance (kepastian dan penegasan bahwa dirinya disayangi) karena takut ditinggalkan.
Kadang, cara kita melindungi diri di masa lalu justru terbawa ke hubungan yang kita jalani sekarang. Namun, setiap orang punya pengalaman dan respons yang berbeda.
Beberapa hari ini ramai soal beberapa orang yang nirempati terhadap apa yang sedang terjadi di negeri ini.
Gini ya, kalau kamu masih bisa memenuhi gaya hidupmu dan bertahan di tengah keadaan yang sechaos ini, good for you. Tapi ingat, nggak semua orang seberuntung kamu.
Jangan sampai kenyamanan yang kamu punya bikin kamu kehilangan empati. Saudara-saudara kita di NTT masih berjuang untuk pulih setelah dilanda bencana, belum lagi masyarakat di berbagai daerah yang terdampak banjir, serta saudara-saudara kita di Kalimantan dan wilayah lainnya yang harus berhadapan dengan kabut asap karhutla.
Menuntut biaya hidup yang lebih terjangkau bukan berarti semua orang harus menurunkan gaya hidupnya. Ini soal harga kebutuhan pokok, akses terhadap kebutuhan dasar, dan hak setiap orang untuk hidup dengan layak.
Nggak semua orang punya privilege yang sama, bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, kalau hari ini kamu masih berkecukupan, semoga itu nggak bikin kamu lupa bahwa di luar sana masih banyak orang yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan paling dasar mereka.
Terkadang, orang yang paling takut mengecewakan orang lain adalah orang yang sejak kecil belajar bahwa kasih sayang bisa hilang ketika dirinya tidak memenuhi harapan.
Aku termasuk orang yang bisa mentoleransi banyak hal, kadang malah terlalu banyak. Aku bisa maklumin sikap yang nggak enak, bisa sabar sama perlakuan yang setengah-setengah, bisa ngerti alasan yang sebenarnya nggak masuk akal. Bukan karena aku nggak punya batas, tapi karena aku selalu ngasih ruang buat orang belajar. Tapi lama-lama aku sadar, nggak semua orang belajar, ada yang pelan-pelan ngetes sampai mana aku diam.
menurut kalian, manfaatin pinjaman legal kayak spinjam buat modal ngembangin usaha itu wise gak?
sempet kepikiran buat aktivasi karena gampang dan lagi ada bonus juga š tapi penasaran sama pengalaman kalian yang pernah pakai modal pinjaman buat mulai atau ngembangin usaha. worth it gak?
A reminder to myself:
Hidup ini singkat, jangan takut gagal dan sibuk memikirkan pendapat orang lain.
Beranilah mencoba, kejar impianmu, dan ciptakan kenangan indah sebelum terlambat.
Setiap ngerasa tertinggal sama yang seumuran, tiba-tiba teringat kalau beberapa orang yang seumuran kita juga sudah ada yang berpulang. Hampir lupa kalau ini cuma dunia.










