Qaris Tajudin (@QarisT) header
Qaris Tajudin (@QarisT) profile picture

Journalist (Tempo), father (Pelangi Senja & Elant Rimba), husband (Farah Mrc), writer ( Mengarungi Samudera Al-Fatihah), blog (https://teapawt.net/t.co/vdNx7zSEib).

Jakarta, Indonesia
Joined November 2010
Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)Photo by Qaris Tajudin (@QarisT)
Hampir tidak ada buku salat yang menjelaskan tentang merasakan ketenangan dalam salat, merasakan keindahan sujud, dan lain sebagainya. Itu terjadi karena selama ini kita fokus pada fikih. Fikih memang berfokus pada tata cara, sesuatu yang ditanyakan dengan HOW.
1
2
83
Tidak salah, tentu saja, tapi hanya berfokus pada fikih membuat kita hanya akan mendapatkan jawaban untuk HOW (otak kiri), bagaimana cara melakukannya. Bukan apa yang kita rasakan (otak kanan).
1
77
Tentu, kita harus memakai kedua otak itu untuk dapat beragama dengan baik. Otak kiri akan memproses ritual, dan otak kanan akan memproses masalah spiritual. Keduanya penting, dan tidak bisa kita tinggalkan.
60
Nah, sayangnya, di Indonesia dalam beragama, kita sering “hanya” memakai otak kiri. Karena itu sebagian besar buku tentang salat, itu menjawab pertanyaan bagaimana. Bagaimana cara berdiri dalam salat, bagaimana cara sujud, bagaimana cara rukuk.
1
69
Kita pasti sudah sering dengar tentang otak kiri dan otak kanan. Otak kiri dihubungkan dengan hal yg bersifat exact, angka, matematika, yang pasti. Sedangkan otak kanan diasosiasikan dg seni, perasaan, emosi. Pertanyaannya, dalam beragama, kita pakai otak kiri atau otak kanan?
2
1
3
219
Dalam The Master and His Emissary yang terbit pada 2009, Iain McGilchrist mengatakan dalam pengalaman beragama, sebagian besar kita memakai otak kanan. Karena di sanalah kita bisa memproses ketenangan, kedamaian, dan lain sebagainya. Sesuatu yang memang kita cari dalam beragama.
1
120
Oke, dalam sejumlah riset belakangan mmg membuktikan otak kiri dan otak kanan itu gak sekontradiktif yang dikatakan sebelumnya. Tapi kita buat sederhana saja. Otak kanan menjawab pertanyaan WHY dan apa yg dirasa. Sedang otak kiri menjawab pertanyaan HOW, atau bgm melakukannya.
1
164
Kata assassin dalam bahasa Inggris berasal dari sebuah kelompok pemberontak di Iran. Kelompok yang disiapkan untuk membunuh para penguasa dari jarak dekat. Ini dia kisahnya.
2
3
212
Tapi Hashshashin atau Assassin bukan sekadar pembunuh. Mereka adalah simbol dari perlawanan dalam diam. Duri di sepatu penguasa. Dan karenanya harus dihancurkan. Sejumlah penguasa mencoba menjebol Alamut, tapi gagal. Baru pada 1256, penguasa Mongol akhirnya merebut benteng itu.
1
110
Tweet ini berasal dari tulisan saya di majalah Tempo tempo.co/kolom/asal-usul-kat…
48