Ingatkah Anda kapan bergabung dengan X? Ya, saya ingat! #MyXAnniversary
Reez Muhammad retweeted
لا تتوقفوا عن نشر جرائم الاحتلال.. teapawt.net/Ros10101/status/205825…
unpad, unipersitas parebut damri.. 😂😂😂
Alhamdulillah Putriku diterima di @unpad Fakultas Farmasi, Terimakasih ya ALLAH atas Ridho dan berkah yg telah dikaruniakan kepada ku dan keluarga.
Dan terimakasih atas doa2 para sahabat, semoga kita semua sekeluarga selalu dalam Ridho dan Berkah ALLAH
Reez Muhammad retweeted
...Baru beres nonton film Pesta Babi.
Pantas dilarang oleh rezim.
Film terbaik di 2026 sekalipun 2026 belum selesai.
5 menit pertama dah bikin emosi terbakar sampai meledak.
Intinya:
Jokowi+Prabowo the King of Bangsat! (``,)
youtu.be/CXRaPPmSyE0?si=iM7b…
Reez Muhammad retweeted
Gadis berusia 16 tahun itu nampak ikhlas menerima keadaan yang Allah berikan untuknya. Kedua kakinya tak sempurna dan tak bisa juga dijadikan tumpuan kehidupan.
Untuk berjalan, dengan tertatih ia gunakan satu tangannya sebagai tumpuan Riri panggilan akrabnya, saat ini tinggal bersama kedua adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.
la memikul beban sebagai seorang Ibu setelah ibunya pergi begitu saja entah kemana.
Sehari-hari, sebelum berangkat berjualan sayur keliling Riri mengerjakan pekerjaan rumahnya dan memastikan kedua adiknya berangkat ke sekolah dengan baik Meski ruang geraknya terbatas, Riri percaya bahwa setiap usaha yang dijalani akan menjadi berkah dalam kehidupan. Cita-citanya ingin menyekolahkan kedua adiknya sampai jenjang tertinggi.
Oleh karena itu, Riri mati-matian berjuang dan menjaga semangatnya. Sudah banyak air mata yang Riri lewati sampai menjadi sosok wanita tangguh pejuang.
Kerasnya kehidupan membuat ia jatuh bangun terhantam kenyataan.
"Sebenarnya, kalau ada rezeki lebih ingin punya usaha konter pulsa agar bisa fokus jagain adik-adik dan gak terlalu jauh berjalan. Kakinya suka sakit karena gak bisa pakai alas meskipun aku sudah tahan-tahan", ujar Riri.
Reez Muhammad retweeted
Replying to @FaiNomady
Extrajudicial Killing…
Udah dibantai, jenazahnya difitnah pula.
Rekayasa barbuk.
Saksi diteror.
TKP diratakan.
Reez Muhammad retweeted
JANGAN PERNAH LUPA TRAGEDI INI
Peristiwa KM50 ini terjadi pada tahun 2020 di era Jokowi.
💢 #MelawanLupa
💢 #PelanggaranHAM
Reez Muhammad retweeted
Semoga ibu kamu cepat sembuh ya dek!
Ya Allah, kemana negara disaat rakyatnya membutuhkan uluran tangan? 😭😭
Reez Muhammad retweeted
Larisin dagangan mereka ya, setidaknya membantu mereka untuk bertahan hidup barang sehari atau dua hari! 😫
Masuk banget, krn beras oyi utk konsumsi penghuni istana kaca, yaitu para horang kayah dan para pejabat keparatbangsat...
Replying to @regar_op0sisi @AltanRafisqy
Deklarasi swasembada pangan. Tapi impor beras 100K/kg.
Masuk nalar gak sih?
Banyak temen2 ane yg lulusan UPI (sarjana pendidikan) lebih memilih dagang atw kerja sbg buruh pabrik dibanding jadi guru.
Cool..
Siapapun yg dapet, emang udah rezekinya, ga bakal ketuker...
Dan seperti biasa, pengasuh ini akan menjadi "tersangka"...
ANNA MARIA SITANGGANG
INILAH SOSOK PENGASUH PEMBERANI YANG MEMBONGKAR RAHASIA GELAP DIBALIK DINDING DAY CARE little ARESHA
JOGJA.
Beliau Tidak Sanggup Melihat Kekejaman Ini, Memilih Menyelamatkan Anak-anak yang tidak Berdosa Itu.
Kesaksian Pengasuh dari Balik Dinding Dingin Little Aresha
Saya masuk ke tempat ini dengan harapan bisa memberikan pelukan dan edukasi bagi anak-anak hebat. Namun, apa yang saya temukan di Jalan Pakel Baru Utara No. 27 bukan sebuah rumah kedua, melainkan ruang gelap yang membunuh jiwa-jiwa kecil tak berdosa.
Tangan saya gemetar setiap kali harus mengingat apa yang saya lihat. Saya tidak bisa lagi diam. Nurani saya berteriak setiap kali melihat:
Anak-anak diikat kuat seolah mereka adalah barang mati yang mengganggu, bukan manusia yang butuh kasih sayang.
Tubuh-tubuh mungil itu dibiarkan tanpa pakaian, kedinginan di atas lantai, kehilangan martabat mereka bahkan sebelum mereka mengerti apa artinya.
Tali itu hanya dilepas saat mereka harus ke kamar mandi, seolah-olah hidup mereka hanya jeda di antara siksaan.
Kekasaran tangan yang seharusnya membelai, justru mendarat dengan penuh kebencian.
"Kenapa mereka diam saja?" mungkin itu yang orang tanyakan. Mereka diam karena mereka belum bisa mengadu. Mereka hanya bisa menatap pintu, menunggu jemputan orang tua mereka, berharap segera pulang ke dekapan hangat—tanpa orang tua mereka tahu bahwa di siang hari, anak-anak ini sedang berada di neraka.
Saya tidak peduli dengan gelar atau sertifikat "profesional" yang mereka pajang di dinding. Jika adab sudah mati, gelar itu hanya sampah. Saya memilih bersuara, mengumpulkan bukti, dan menghancurkan tembok kebiadaban ini karena saya tidak ingin menjadi bagian dari mereka yang membiarkan kejahatan.
Tuhan tidak tidur. Kabar ini harus sampai ke telinga dunia.
Mari kita kawal kasus ini sampai tuntas. Jangan biarkan trauma anak-anak ini menguap begitu saja. Pastikan setiap tangan yang menyiksa, dan setiap mata yang mendiamkan, mendapatkan balasan yang setimpal di balik jeruji besi.
SAYA BERSAKSI, KARENA DIAM ADALAH PENGKHIANATAN TERHADAP KEMANUSIAAN.
#KawalLittleAresha #StopChildAbuse #JusticeForChildren
Reez Muhammad retweeted
“Saya gak mau ada anak didik saya yang hanyut lagi. Cukup sekali kejadian tragis itu, gak boleh terulang lagi,” kata Pak Rudi.
Kejadian itu bikin Pak Rudi bersiap lebih pagi di pinggir Sungai Muara Kulam Sumsel, untuk menyeberangkan para muridnya, di samping bersemangat mengajar di ruang kelas, beliau juga dengan ikhlas peduli terhadap pulang pergi para murid dari sekolah ke rumah.
Kendati sang guru sudah mengabdi beberapa tahun namun bulanan yg di dapatkan baru sekitar 300 ribu....
Reez Muhammad retweeted
Ya Allah Ya Rabb Ampunilah kami sesungguhnya engkau maha terpuji tolong Lindungi mereka
Aamiin Yaa Rabbal'aalamin
🤲🤲😭😭😭
#FREEGAZA🇵🇸❤
#FREEFREEPALESTINE🇵🇸❤




























