Subang Crew Bobotoh retweeted
BOBOTOH TAKE OVER IN MELBOURNE! 🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵
🇬🇦✊💙🍻
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh #ASIACALLING #PersibDay #MELSIB
Subang Crew Bobotoh retweeted
public speaking dik Lala ini bagus banget di bandingkan manusia satu ituuu...
Subang Crew Bobotoh retweeted
Timeline kalo kena PHK versi terimo ing padum :
dapet surat PHK -> besok ga kerja -> minta pesangon -> ga dikasih perusahaan -> pasrah dan cari tempat kerja baru
Timeline kalo kena PHK versi paham hukum ketenagakerjaan :
Dapet surat PHK -> pertanyakan alasan PHK kenapa tidak ada pemberitahuan 14 hari sebelumnya -> membuat surat penolakan PHK dan tetap bekerja-> Bipartit ->tripartit -> Pengadilan Hubungan Industrial -> dipekerjakan kembali karena alasan PHK ga jelas dan ga sesuai prosedur.
Subang Crew Bobotoh retweeted
Benar sekali Pasal 79 UU 6 tahun 2023 menjelaskan ketentuan istirahat :
1. Perusahaan wajib memberikan waktu istirahat setelah pekerja bekerja selama 4 jam secara terus menerus.
2. Waktu istirahat tidak termasuk jam kerja
9 to 5 = 7 jam kerja
8 to 5 = 8 jam kerja
Jadi kesimpulannya jam istirahat itu tidak dihitung jam kerja.
Replying to @MenteriPekerja
Iya setau gua juga emang istirahat tuh gad di hitung jam kerja, kalo gasalah ada undang undangnya koo, cmiiw
Subang Crew Bobotoh retweeted
pekerja, nanti malem ngobrol yuk di space!
- kita bakal bahas PKWT dan PKWTT
- bahas ha hak pekerja yg sering dilanggar sama perusahaan
- cara mengadvokasi hak pekerja
nanti langsung join aja!
teapawt.net/i/spaces/1kEbpMBNqMzPX…
Pada aksi di Jogja (28/10), juga terdapat elemen Supporter yang turun ke jalan, bahkan bisa dibilang mayoritas dari aksi kemarin di Jogja kemarin adalah kelompok supporter, dan ternyata berlangsung secara alot, bahkan friksi mereka tak hanya dengan Polisi, melainkan (Supporter Jogja pasti ngeh)..
rivalitas diantara mereka tanggalkan, dan boom! kalian liat sendiri kemarin bagaimana mereka "mengorganisir" diri, baik dari pra hingga pasca aksi.
Sepertinya, para supporter di Indonesia mulai perlu bersatu untuk membentuk aksi kolektif guna menyuarakan apa yang perlu disuarakan, di Jogja terbukti untuk setidaknya melakukan perlawanan, bahkan hingga dinihari.
Skill adaptif para supporter ini di atas rata-rata, dengan polemik dan segala hiruk pikuknya, mereka tetap bisa lewati
mengapa supporter bola merupakan elemen yang supperior? jika ditilik dari percakapan Pangeran dan Zen Rs ada benarnya
>Suporter secara konsisten melakukan kerja-kerja kolektif setiap minggu, jauh lebih intens dibanding banyak kelompok masyarakat sipil lainnya
>Hal ini mencakup urusan logistik yang kompleks seperti mengatur transportasi untuk away days (melintasi daerah konflik atau berurusan dengan biaya), berkoordinasi dengan sesama anggota, hingga manajemen rute perjalanan
>Kelompok suporter memiliki kesadaran kolektif yang sangat tajam dalam mengelola dinamika di stadion. Mereka memiliki cara sendiri untuk menjaga solidaritas dan menjalankan aksi di tribun, termasuk taktik untuk membawa atribut (seperti flare atau spanduk) melewati pemeriksaan keamanan yang ketat
>Tidak seperti kelompok lain yang mungkin memerlukan stimulus finansial atau instruksi top-down, suporter bergerak berdasarkan common identity (identitas bersama). Mereka memanfaatkan waktu luang mereka untuk kepentingan yang mereka sadari sendiri
>praktik seperti ini menciptakan sistem jaringan yang tulus dan sulit dikontrol oleh pihak eksternal karena tidak adanya "tanah perjanjian" atau janji imbalan formal di luar kecintaan terhadap klub
setuju dengan perkataan Zen Rs tentang masyarakat sipil yang ingin membentuk front pergerakan, tapi masih belum melirik supporter, maka perlu diperhitungkan ulang.
Subang Crew Bobotoh retweeted
Si Prabowo mah teu nyaho bahan asakan naraek, da teu gableg pamajikan sia mah @prabowo!
Subang Crew Bobotoh retweeted
Pemuda Peduli Lapangan Teuku Umar Sesalkan Buruknya Komunikasi Pemkot Bandung
Perwakilan Pemuda Peduli Lapangan Teuku Umar (Taman Fitnes) mengeluhkan tidak adanya komunikasi dari Pemkot Bandung terkait rencana revitalisasi lapangan tersebut.
Novian Hardiansyah, salah satu perwakilan pemuda, mempertanyakan klaim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) yang mengaku sudah berkomunikasi kepada warga terkait rencana revitalisasi.
“Warga yang mana yang diajak komunikasi?” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan lainnya, Linda Janalia, mempertanyakan urgensi Lapangan Teuku Umar direvitalisasi menjadi Skate Park.
“Siapa warga di sini yang akan bermain skate? Selama ini sudah jelas lapangan ini sangat bermanfaat bagi warga yang bermain sepak bola,” tuturnya.
Rio/PRMN
#LapanganTeukuUmar #PemkotBandung #TamanFitnes #DPKP
Subang Crew Bobotoh retweeted
Pembalut, kebutuhan dasar perempuan, dipajaki PPN 11%. Dea Ayu aja peduli, kok bisa-bisanya pemerintah makan gaji dari pajak pembalut.
Al-fatihah untuk Alm.arif Rahman dan semua korban kebutaan rivalitas 🌹
Dan Solidaritas untuk warga Sekitaran Lap teuku Umar sebagai bentuk perlawanan atas alih fungsi lapangan yang tidak representatif atas nama rakyat!
Subang Crew Bobotoh retweeted
Akhirnya, Proyek Koperasi Merah Putih Digugat ke Mahkamah Konstitusi
#TempoPlus

















