
🇮🇩→🇯🇵 From Indonesia | Life hacks & stories | ライフハックとリアルストーリー Career tips • Self-growth | Daily threads ✨ 日本語・英語OK | Support @pika_labs
Okinawa-ken, Japan
Joined July 2023
- Tweets3.2K
- Following1.5K
- Followers2.2K
- Likes3.4K
Secretary Mika retweeted
Cara praktisnya:
1. Jangan langsung booking di app. Cek harga dulu, catat, jangan klik bayar.
2. Telepon hotel langsung. Bilang: “Saya lihat di Agoda/Traveloka harganya Rp XXX. Ada harga lebih baik buat booking langsung?”
3. Daftar loyalty program hotel yang lo suka (gratis).
4. Hotel chain besar? Cek website resmi mereka — banyak punya Best Rate Guarantee.
5.Hotel independen/boutique? Langsung WA atau DM Instagram. Lebih fleksibel.
Agoda sama Traveloka oke buat cari hotel, bandingin fasilitas, baca review, liat foto.
Tapi begitu lo udah fix mau hotel mana?
Tutup app-nya. Buka kontak hotel. Telepon.
2 menit. Satu kalimat. Bisa hemat Rp 300-400 ribu.
Temen gue spill ini ke gue. Sekarang gue spill ke lo.
Dan sekarang lo tau kenapa Agoda gak mau lo tau cara ini.
Secretary Mika retweeted
Kalo lagi marah, kalian tipe orang yg langsung meledak marah marah atau lebih ke diem aja menghindar?
Dia tetap duduk bersama kami seperti tiada apa-apa berlaku.
Aku mula tertanya-tanya.
“Kenapa kau tak pernah marah?”
Dia ketawa kecil.
“Dulu aku selalu marah.”
Aku pandang dia.
Dia sambung,
“Setiap kali orang tak ajak aku, aku fikir aku tak penting.”
“Setiap kali orang tinggalkan aku, aku tertanya-tanya apa salah aku.”
“Setiap kali orang lupa aku…”
Dia berhenti sekejap.
“…aku pendam perasaan berhari-hari.”
Aku diam.
Dia senyum.
“Lama-lama aku penat. Bukan penat dengan mereka.
Penat dengan diri sendiri yang selalu mengharapkan orang akan pilih aku. Dan akhirnya aku belajar untuk tak harap lagi pada manusia.”
"Maksud kau?" Aku bertanya lagi.
"Kalau orang tunggu dan buat baik kat aku, itu pilihan amal dia. Tapi kalau orang tu tak nak tunggu aku, tak nak tolong aku, aku tetap hormat pilihan dia. Aku tak harap apa-apa dah. Aku dah sedar aku tak boleh paksa sesiapa nak buat baik kat aku."
Waktu itu baru aku faham.
Salah satu karakter yg perlu disadari & dilatih SEBELUM MENIKAH : daya tahan terhadap stres (endurance).
Peran bertambah, kelelahan meningkat, makin kenal diri & pasangan ada bagian2 yg tdk selalu membanggakan, finansial naik turun, ekspektasi roller coaster, interaksi dg orang2 sekitar bisa menyenangkan / menyebalkan, kesehatan fisik & mental berubah, dst.
Cinta terhadap pasangan bisa dipengaruhi oleh beragam hal ini.
Gimana bisa menanggung semua ini seumur hidup kalau ngga ada endurance?
Endurance dlm hal ini dibutuhkan :
utk tetap ‘waras’ meskipun rumah tangga kadang tdk stabil,
utk tetap grounded dan tdk abusive saat hubungan mengalami tekanan,
utk tetap memikirkan pertumbuhan pernikahan & berjuang dlm keseharian meskipun hidup sedang sulit,
utk tetap mau berdiskusi & berpikir bersama di saat konflik masih rumit.
utk tetap bertanggungjawab dlm peran meskipun maunya ‘lari aja’
Penting bngt selama masa pacaran melihat endurance diri & pasangan.
Apa reaksi spontan sy/dia saat mengalami tantangan? Apa yg sy/dia pikirkan/harapkan dlm situasi itu? Resources apa yg bisa sy/dia manfaatkan? Seberapa reaktif, agresif, pasif, manipulatif sisi diri sy/dia saat situasi sulit? Mampukah resilien / konsisten? dsb
Dan semua ini bukan hanya hasil diskusi, tp ada pengalaman nyata.
Sudah sejauh mana kamu menilai endurance diri & pasanganmu?
Semalam habis curhat sama temen cowokku kenapa banyak cewek ngerasa capek berjuang sendirian di hubungan, dia langsung ngebongkar isi kepala cowok yang bikin aku terdiam ☺️⬇️
Perlu digarisbawahi: Penempatan kategori ini bukan cerminan dari seberapa berharga dirimu.
Ini murni tentang bagaimana pria tersebut membaca batasan dirimu, serta sebatas apa kapasitas mental dan emosional yang dia miliki saat itu.
