Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @hasyimmah
Menurut Anda, apakah daftarnya pakek Ijazah S1 yang didapat secara sah & prosedural?
Silakan pakek Logika.
Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @hasyimmah
Menurut saya kl ijasah S1 nya ada
Saat nyalon gak perlu pakai SUKET
untuk apa ?
Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @OniSuryaman
'.. yang bisa disetarakan MINIMAL dengan Ijazah SMA.'
Kalok bener si Beler lulusan Bachelor S'pore, pastilah punyak bukti lulus pendidikan sebelumnya, yaitu sederajat SMA.
Adakah di Kolong Langit ini Kampus yang terima Maba tanpa peduli pendidikan sebelumnya lulus/ kagak?
Replying to @OniSuryaman
Hadehhh, cara berfikir loe ngaur , menyamakan diaspora lainnya dengan kasus si gibaran ini woi beda konteks nya, loe paham gak sih,
Replying to @OniSuryaman
Jgn samakan gibran dg diaspora yg tamat jalur pathway nya.
Gibran itu tidak tamat. Titik.
Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @OniSuryaman
Orang Indonesia/MK ga sebego itulah. Emang banyak kok murid lepas level O lanjut pathway ke uni tujuan dan mereka yg sukses admiteed krn pathway nya jg sukses dan ini PASTI BISA DISETARAKAN DENGAN SLTA.
Gak kek gibran yg ini kagak itu kagak tapi ngakunya lulus.. bangsat itu
Matiin Komputer Gue retweeted
Selamat. 1 kecurangan dr Pilpres 2024 sdh diungkap di MK. Jadi bagaimana penonton Dirty Vote?
Putusan MK ini menurut saya "cerdas". Mengungkapkan kebenaran tanpa melampaui kewenangannya. Tinggal DPR, Parpol dan Capres/Cawapres serta seluruh rakyat serius diisu impeachment.
Matiin Komputer Gue retweeted
Ini cuma nalar orang ndeso saja.
Kalau Gibran (dan kaki tangannya) menipu publik soal pendidikan dia sewaktu mendaftar sebagai cawapres,
PATUT DIDUGA bahwa CAPRES pasangannya juga TERLIBAT dong.
Logika aja... Logika.
Biar rakyat jelata gak tergiring buzzer manapun.
Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @KapudS640
Sebagai lulusan Universitas Indonesia (S1) dan Birmingham University, UK (S2), sy benar2 kuliah, nulis skripsi, diuji hingga lulus. Orang jujur ngga khawatir. Semua masalah ijazah Jokowi dan ijazah Gibran berakar pada ketidak jujuran dan sikap menyepelekan proses pendidikan.
Matiin Komputer Gue retweeted
Kami dukung mas Roy
Dukung Dan Selamatkan Dari Kelompok Pengkhianat
#JokowiParasitNegara
#JokowiParasitNegara
Matiin Komputer Gue retweeted
Pagi ini ambil MBG di posyandu.
Ada orang BGN, ceritanya mau ada sesi foto-foto. Terus ditanya sama kader posyandu, “Bu, mumpung ada orang BGN, mau nyampein keluhan apa soal MBG?”
Dengan lantangnya gue jawab, “BANYAKKKKKKK” 😭
(Eh, pada ketawa tuh kader posyandu 😭)
BGN: “Sampaikan aja, Bu. Nanti saya juga kasih tanggapan.”
Gue: “Ini ngasih MBG kenapa suka siang banget? Jam 12, kadang jam 1 siang.”
BGN: “Oke, Bu. Kalau gitu next-nya ibu minta lebih pagi. Kita juga dari BGN minta penerima MBG, ibu menyusui/hamil dan anak-anak, makannya di sini ya. Nggak boleh dibawa pulang.”
Gue: “Ya silakan aja. Tapi menurut saya malah makin banyak yang nggak mau ambil MBG. Ibu-ibu udah repot masak, ngurus anak, ngurus sekolah, jadi nggak ada waktunya.”
BGN: “Ya makanya, Bu, kalau gitu biar sama-sama enak.”
Lah, baru dikomplain soal jam aja lu udah nggak terima kritik. Apalagi kalau gue keluarin semua unek-unek gue soal MBG 😭
Gue jawab, “Udah ya, saya mau pulang. Anak saya di rumah sendirian. Nanti saya komplain lainnya ke Prabowo aja. Kalian kan cuma karyawan, susah ngasih taunya juga.”
Kader posyandu sampai nahan gue biar ikut foto.
Dijawab sama BGN, “Gapapa, pulang aja, Bu.”
(Maybe dia udah muak kalau gue kelamaan di situ dan ngeluarin semua kemuakan gue yang lainnya soal MBG 😭)
Matiin Komputer Gue retweeted
kalau tidak ingin di cancel culture, diem aja diem gausah campaign dongoo
keep-in-private, liat hetero pamer aktifitas sex ke temen² nya aja jijik apalagi kaum menyimpang sprti kalian.
kami jijik liat kalian bersolek di sosial media apalagi irl
Kalau kalian berhak kampanye dan menyampaikan pendapat, maka kami juga berhak mengkritik dan menolak. Kebebasan berekspresi berlaku untuk semua pihak, bukan hanya yang sependapat! #IndonesiaAgainstLGBTQ
Saat kita berbicara mengenai ruang aman tanpa kekerasan dan kebencian, seberapa inklusif makna ruang aman yang kita bicarakan?
Dari Catatan Kelam Arus Pelangi, sepanjang 2024–2025 telah terjadi 94 kasus kekerasan terhadap kelompok queer yang menargetkan 141 korban di Indonesia.
Pride Month atau bulan kebanggaan adalah peringatan tahunan untuk memperingati hak dan kesetaraan komunitas LGBTQ. Dunia sudah lama memperingatinya, namun sebaran kebencian selalu terjadi di Indonesia.
Baca artikel selengkapnya di:
konde.co/2026/06/pride-month…
#PrideMonth
#StopKekerasan
Matiin Komputer Gue retweeted
Kalau di Fiqih, LGBT itu masuk hadd. Dan hadd itu masuk pidana.
Jadi kalau MUI mengusulkan itu, secara fiqih sih sah. Karena secara fiqih itu sah, maka saya setuju.
Yang setuju cunggg... ☝️☝️
Wacana MUI Pidanakan Pelaku-Kampanye LGBT Ditolak 37 Organisasi
Adapun 37 organisasi tersebut meliputi:
1. Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat
2. Centre for Legal Pluralism Studies (CLeP)
3. YLBHI - LBH Surabaya
4. Social Justice Indonesia (SJI)
5. Indonesia Policy Studies Society (IPSS)
6. digitallytante
7. Yayasan Kebaya Yogyakarta
8. Pita Merah Jogja
9. Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2)
10. Logos ID
11. Perkumpulan Suara Kita
12. Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC)
13. Marsinah
14. Dear Catcallers Indonesia
15. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS)
16. Jakarta Feminist
17. Emancipate Indonesia
18. Pelangi Nusantara
19. Public Virtue Research Institute
20. Women's March Jakarta
21. Inti Muda Indonesia
22. Humanesia - Humanis Indonesia
23. Cangkang Queer
24. Proklamasi Anak Indonesia (PAI)
25. Konsil LSM Indonesia
26. Sanggar Swara
27. Yayasan Srikandi Sejati
28. ASEAN Youth Forum
29. YLBH APIK Jakarta
30. Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)
31. Arus Pelangi
32. Lentera Sintas Indonesia
33. Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA)
34. Solidaritas Perempuan (SP)
35. Institute for Ecosoc Rights
36. Human Rights Working Group (HRWG)
37. Kenapa Harus Peduli (KHP)
Matiin Komputer Gue retweeted
Intinya gini ya mas² dan mbak² pembela LGBT....
Selama anda² itu sadar bahwa itu melawan fithrah dan berusaha utk memperbaiki diri atau minimal diam, maka kita bantu bareng² utk jadi lebih baik.
Tapi... kalau anda menyebar propaganda atau ajakan utk mempromosikan atau bahkan mengajak orang utk melakukan LGBT, maka di X ini kami sampaikan KAMI AKAN LAWAN!
Matiin Komputer Gue retweeted
Allah sendiri telah menantang manusia dan jin berkumpul untuk membuat satu surah saja yang serupa Al-Quran. Tantangan itu berlaku hingga hari kiamat.
Musailamah Al-Kadzdzab pernah mencoba, tapi yang keluar cuma puisi katak yang lucu dan asal-asalan. Bahkan para penyair terhebat Quraisy yang menguasai Pasar Ukas dan Zulu Majaz pun menyerah.
.
Nabi Muhammad saw tidak bisa membaca, tidak bisa menulis, dan tidak pernah berguru kepada siapapun. Orang-orang terdekatnya wafat saat beliau masih kecil.
Jika Al-Quran karangan Nabi, dari mana ilmu balaghah, ilmu maani, dan ilmu bayan yang menyusun setiap ayat dengan ketepatan linguistik yang melampaui kemampuan manusia?
.
Profesor Mun'im Sirry mengklaim Al-Quran seratus persen kalam Allah sekaligus seratus persen kalam Nabi. Muhammad Nuruddin membantahnya dengan logika sederhana: kalam hanya bisa dinisbatkan kepada perangkai, bukan penyampai.
Jika Alif menyampaikan pesan saya dengan redaksi sama, apakah kalam itu otomatis milik Alif? Jelas tidak.
.
Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab yang fasih, dengan lafal dan makna bersumber dari Allah, bukan hanya makna saja. Ayat-ayatnya mengandung rahasia struktural taqdim-ta'khir, ijaz qashr, dan keindahan uslub yang tak terhitung jumlahnya.
Ini bukti bahwa Al-Quran bukan produk manusia, melainkan kalam Ilahi yang keagungannya tak tertandingi hingga akhir zaman.
Matiin Komputer Gue retweeted
Replying to @ShutPCQ @aesculapiusw
Betul, karena itu yg sering menjadi perdebatan bukan sekadar orientasinya, melainkan bagaimana seseorang menyikapi dan mewujudkannya dalam tindakan.
Di sisi lain, diskusi tentang isu ini sering kali menjadi sulit karena masing-masing pihak berangkat dari nilai dan keyakinan yang berbeda.
Matiin Komputer Gue retweeted
Saya baru saja membaca kisah seorang ustad yang mengaku memiliki ketertarikan sesama jenis.
Yang membuat saya berpikir bukan orientasinya.
Tapi pilihannya.
Ia sadar ada dorongan dalam dirinya yang bertentangan dengan keyakinan yang ia pegang. Ia pernah mencoba menikah, namun tidak berhasil. Setelah itu, ia memilih hidup sendiri dan berjuang menahan dirinya hingga akhir hayat.
Tidak ada yang tahu pergulatan batin seseorang.
Sebagian orang berjuang melawan amarah. Sebagian berjuang melawan kecanduan. Sebagian berjuang melawan hawa nafsu.
Kita semua punya ujian yang berbeda.
Di era ketika banyak orang berkata "ikuti saja apa yang kamu inginkan", cerita ini mengingatkan bahwa manusia juga punya kemampuan untuk berkata:
"Aku menginginkannya, tapi aku memilih untuk tidak melakukannya."
Terlepas dari apa pun pandangan kita tentang topik ini, saya rasa pengendalian diri tetap merupakan salah satu kemampuan paling sulit yang dimiliki manusia.
Karena tidak semua yang kita inginkan harus kita ikuti.
Menurut kalian, apakah pengendalian diri saat ini semakin langka atau justru masih banyak dimiliki orang di sekitar kita?
Matiin Komputer Gue retweeted
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Matiin Komputer Gue retweeted
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Matiin Komputer Gue retweeted
1000 tahun yang lalu
1000 tahun yang lalu, saat larangan khamr turun,
para sahabat langsung memecahkan kendi-kendi
khamr mereka, sehingga seluruh jalanan Madinah
basah / becek dengan khamr, dan baju-baju
mereka tersentuh dengan khamr.
1000 tahun yang lalu, saat perintah berhijab turun,
para shahabiyat langsung menarik gorden-gorden
rumah mereka untuk dijadikan hijab, bahkan tidak
bertanya, “mengapa?”
Hari ini, di zaman yang katanya lebih maju, tapi
sebagian dari kita masih asing dan sulit
meninggalkan apa yang Allah larang, dan
menjalankan apa yang Allah perintahkan. Persis
seperti yang Nabi beritakan dalam hadits:
“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan
kembali pula dalam keadaan asing. Maka
beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR.
Muslim no. 145)
Semoga Allah lembutkan hati kita untuk lebih
tunduk dan taat kepada-Nya, sebagaimana para
sahabat dahulu begitu cepat dalam menyambut
perintah Allah.

































