PiChill retweeted
【お詫び】
昨日インドネシア・ジャカルタにで行われた、
JKT48×AKB48コラボイベント「Ayo Senyumlah」にて、
一部、日本からの参加者がイベントルールを守らない行動をし、
現地ファンのみなさま、イベント運営サイドにご迷惑をおかけした事実のご報告を受けております。
とても素敵なイベントとなりましたが、この様な事案が発生してしまったことに、
AKB48運営としてもとても残念と思っておりますこととともに、
何より、JKT48ファンのみなさま、イベント運営のみなさまにご迷惑をお掛けし大変申し訳なく感じております。
この場を借りて改めて、お詫び申し上げます。
その上で、AKB48運営として、イベントルールを守れない方に対しては、
厳正なる対応を講じてまいります。
国内外AKB48姉妹グループの交流の場を今後も長く続けていくために、
このようなお知らせとなりまして恐れ入ります。
【Permohonan Maaf】
Terkait acara kolaborasi JKT48×AKB48 "Ayo Senyumlah" yang diselenggarakan kemarin di Jakarta, Indonesia,
kami telah menerima laporan bahwa terdapat beberapa peserta yang datang dari Jepang tidak mematuhi peraturan acara,
sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penggemar setempat maupun pihak penyelenggara acara.
Meskipun acara tersebut berlangsung dengan sangat baik, kami dari pihak manajemen AKB48 sangat menyayangkan terjadinya insiden ini.
Terutama, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para penggemar JKT48 dan pihak penyelenggara acara.
Melalui pernyataan ini, kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf kami.
Selanjutnya, pihak manajemen AKB48 akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang tidak mematuhi peraturan acara.
Kami memohon maaf harus menyampaikan pemberitahuan seperti ini, namun langkah ini diambil demi menjaga kelangsungan wadah interaksi antara AKB48 dan grup-grup saudarinya, baik di dalam maupun luar negeri.
#JKT48 #AKB48 #AyoSenyumlah
PiChill retweeted
Long time no see, 久しぶり🥹👋🏻 @yuiyui_maromaro
PiChill retweeted
Indonesia are the FIFA ASEAN Cup 2026™ WINNERS! 🇮🇩🏆
#FIFAASEANCup
PiChill retweeted
sabar, tenang, jalani. ✨️
"yang menjadi takdirmu akan menjadi milikmu, sekalipun kamu tidak pernah memintanya."
— QS. Al-Furqan: 2
PiChill retweeted
Di tengah hidup yang tidak sesuai harapan, Allah berbisik: "Rencana-Ku tidak selalu sama dengan maumu, tapi untuk kebaikanmu." 🥺🤍
Ya Allah, tolong lapangkan semua yang ku rasa sempit, tolong mudahkan semua yang ku rasa sulit, tolong wujudkan semua yang ku rasa mustahil.
Ya Allah Kau janjikan kemudahan dalam setiap kesulitan, peluk hangat hati dan
semua isi kepalaku ini, aku sedang tidak baik-baik saja.
PiChill retweeted
"Aku lihat dosa-dosaku seakan begitu besar. Tapi saat kusandingkan dengan ampunan-Mu, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar."
Imam Syafi'i
PiChill retweeted
kalian tau silent burnout ga sii?
jadi kaya… dimana keadaan emosi dan mental kita lagi di posisi yang cape bgt tapi kamu diam aja (silent treatment), sampe kita gapernah ngeluh soal banyaknya rasa sakit. tapi hebatnya orang yang mengalami itu kehidupannya tetap berjalan normal seperti biasanya, tapi didalam hatinya hancur sehancur hancurnya bahkan kaya mati perlahan, dan itu ternyata adalah hal yang berbahaya jika seseorang tidak pernah bisa meluapkan emosinya, akibatnya kita jadi lebih gampang nangis karena terlalu banyak emosi yang ngga di luapin.
PiChill retweeted
kehilangan spark itu rasanya aneh,
lu masih jadi diri lu, tapi hidup lu udah nggak sebernyawa dulu
slowly losing your spark hits harder than being sad all at once.
PiChill retweeted
"Emang ada momen dimana kita nggak butuh Allah?"
Damn….
Kita itu hamba yang selalu butuh banget Allah guys dan gaada satu momen pun lepas dariNya🥹
PiChill retweeted
“Kau besar, aku tak berlindung.
Kau kaya, aku tak meminta.
Kau kuat, aku tak gentar.
Di kedudukan teratas hanya Allah.
Di bawah hanya tanah.”
— KH. Hasan Abdullah Sahal
PiChill retweeted
Sindiran Pak Hasan
Di Gontor kita hanya memanggilnya Pak Hasan. Tanpa sebutan Kiai, atau Gus. Dia adalah anak tertua KH Abdullah Sahal, yg tertua dari tiga bersaudara pendiri Gontor.
Pak Hasan dari dulu kiai yang hidup sangat sederhana. Dia tinggal di rumah peninggalan ortunya. Dulu, tahun 80 an, berada persis di samping masjid. Tidak ada mobil, ato motor yg terparkir di rumah itu.
Kesederhanaan juga kongkrit diwajibkan jadi nafas kehidupan pondok.
Santri, harus melepas semua atribut kemewahan. Dilarang pakek batik. Pakek baju polos biasa. Semua alat elektronik harus diserahkan ke bagian pengajaran.
Tahun 80 an, hanya ada satu mobil di pondok. Kijang pick up buaya hijau. Itu satu2 nya mobil punya pondok.
Kiai2 dan guru pengasuh kemana-mana pakek sepeda.
Kiai dan pengasuh gak pegang duit. Semua usaha pondok, dari dapur, kantin, toko kelontong, toko buku, duitnya dipegang santri. Santri yang setor ke bank. Santri yang ngelola.
Kiai dan guru di Gontor tidak digaji. Mereka hidup dari percetakan buku ajar atau usaha dapur untuk santri.
Karena hidup sederhana, kiai2 Gontor hidup dan berpikir merdeka. Hidup jauh dari penguasa Orba selama puluhan tahun gak masalah. Pondok tetep hidup dan berkembang.
Kalo Pak Hasan ngomong gak enak di depan Prabowo, ya itu biasa.
Tapi Pak Hasan tidak hanya menyentil para pejabat dan penguasa..
Dia juga menyentil kehidupan banyak kiai dan ulama.



























