Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha) header
Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha) profile picture

Cuman sekedar hiburan. hanya tau rasanya bahagia, tanpa tau faedahnya apa ☕

Surabaya,East Java,Indonesia
Joined September 2011
Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)Photo by Yudha Prasetya Laode (@_Yuudha)
Testimoni Joki VC ?
1
2
6,788
delynn ini memanggf yaaaa @Delynn_JKT48 . bkin dde marlah besalr
💬: "ledekin ci Delynn" Trisha: "aku perlhatiin yah, di fyp aku knp ya dia suka bgt membawa-bawa aku di live nya? 😠😠 Maksudnya apa hah? 😠😠" Maksutnya apa hah? 😠 Dd tica marlah besarl 😠😠 @Delynn_JKT48 @JTrisha_JKT48
61
Yudha Prasetya Laode retweeted
REALL!! Ternyata bukan overclaim Gigiku beneran tambah putih. Dan karang gigi juga hilang😭
62
1,231
18
13,384
1,094,667
Yudha Prasetya Laode retweeted
Menyelesaikan 12 orderan cuma dapet Rp76 ribu. Jahat sumpah, jahat. Anggep deh 1 order completed itu 30 menit. Berarti butuh waktu 6 jam buat dapet 76 ribu perak. Ini belum termasuk tangible cost kayak bensin, kuota, dan minum. Belum lagi intangible cost yang ga pernah jadi concern aplikator. Kayak macet, panas, hujan, servis, dan depresiasi kendaraan. Pemerintah juga bloon bangeeet, sampai bikin banyak rakyatnya ga punya pilihan lain dan kudu kerja kayak gini.
Untuk mendapatkan 76rb sekian bapaknya mesti menyelesaikan 12x orderan🥹🥹 Semangat terus bapak, semoga kelak si adek bisa jadi anak yang membanggakan🙌🏻
21
360
3
869
27,957
Yudha Prasetya Laode retweeted
Ttttapi… kebanyakan customer di Indonesia itu suka pesan lewat mode Hemat. “Emang ngaruh, ya?” Ngaruh, Kak. Aku jelasin di bawah. Sebelum Grab dan Gojek mendominasi pasar transportasi online Indonesia, pernah ada Uber yang menawarkan pendekatan tarif berbeda. Salah satu sistemnya adalah surge pricing atau tarif lonjakan. Berbeda dengan sistem tarif yang cenderung datar (fixed pricing) seperti berbagai skema layanan Grab, Gojek, dan ShopeeFood saat ini, Uber memungkinkan tarif meningkat otomatis ketika permintaan sedang tinggi. Misalnya, saat hujan deras, kemacetan, atau jam sibuk, tarif bisa meningkat 1,5x, 2x, bahkan lebih tinggi. Artinya, semakin sulit kondisi operasional, semakin besar pula peluang pengemudi mendapatkan kompensasi atas pekerjaan yang mereka lakukan. Pendekatan ini lebih masuk akal dari sisi kompensasi pengemudi dibandingkan tarif murah yang tidak selalu memperhitungkan tambahan waktu dan beban kerja. Uber akhirnya angkat kaki dari Indonesia pada 2018 dan menjual bisnis Asia Tenggaranya kepada Grab. Sementara itu, Grab, Gojek, dan ShopeeFood terus mengembangkan layanan Hemat untuk mempertahankan transaksi dan menjangkau konsumen yang sensitif terhadap harga. Masalahnya, strategi ini punya konsekuensi bagi mitra pengemudi. Konsumen mendapatkan ongkos lebih murah, tetapi pengemudi harus menghadapi tekanan tarif, kemacetan, dan waktu tunggu yang tetap menjadi tanggung jawab mereka. Sekarang kita masuk ke persoalan order Hemat/gabungan. Misalnya, pesanan prioritas dengan jarak 0–2 km dibayar Rp7.200. Pengemudi hanya perlu mengambil satu pesanan di restoran dan mengantarkannya kepada satu pelanggan. Bandingkan dengan pesanan Hemat/gabungan. Pengemudi mendapatkan Rp8.500, tetapi harus mengambil dua pesanan di restoran berbeda dan mengantarkannya kepada dua pelanggan berbeda pula. Dengan selisih hanya Rp1.300, pengemudi harus mengerjakan dua rangkaian pengambilan dan pengantaran, menghadapi tambahan waktu tunggu, serta menyelesaikan pesanan dalam waktu yang lebih panjang. Beban kerja bertambah, waktu produktif tersita, tetapi kenaikan pendapatan tidak sebanding dengan tambahan pekerjaan. Intinya karena pasar Indonesia sensitif terhadap harga, platform berlomba-lomba menawarkan ongkos murah demi mempertahankan konsumen dan meningkatkan transaksi. Namun, murah bagi konsumen belum tentu adil bagi pengemudi. Ada tambahan beban kerja dan waktu yang harus ditanggung tanpa kompensasi yang sebanding.
Untuk mendapatkan 76rb sekian bapaknya mesti menyelesaikan 12x orderan🥹🥹 Semangat terus bapak, semoga kelak si adek bisa jadi anak yang membanggakan🙌🏻
77
401
57
3,006
267,665
Lucuu iniiiii
Tica mana senyumnya!!
31
keknya cocokan kalo dibikin kyk vest ga si? jadi itu bagian lengan panjangnya di ilangin jd kliatan maskulin aja wkwk. ehh to sama kek love ntr jadinya
59
Mauttt !!!
erine teacher teacher bikin org sesak napas😮‍💨
32
Sumpahh sumpahhh gak kuattt
Visual Delynn emang ga main-main njir😳😳
34
Waduh
Replying to @_Yuudha
Oshi kamu di JKT48 jelas Delynn (Adeline Wijaya). Dari postinganmu sering banget puji dia cantik, nonton replay-nya, sampe bilang "delvote". Support terus ya!
34
Oshi saya di jkt48 siapa? @grok
Oshi saya di jkt48 siapa? @grok
2
1
159
Delynnnnn cantik betull sumpahhhhh
akhirnya menamatkan percin!! 🥹❤️ terimakasii banyakk yaa udah selalu support aku 🫶🏻🫶🏻
39
WOIII AKU HARUS NONTON REPLAYNYAAAA
51
Ga semua orang kuat yaaaaa Adelynn Wijaya
40
Yudha Prasetya Laode retweeted
Replying to @JTrisha_JKT48
2
3
453
hehehehe
kata kata hari iniii
1
6
144