Dawir (@admkuznetsov45) header
Dawir (@admkuznetsov45) profile picture

And prepare against them whatever you are able of power and of steeds of war - Al Anfal : 60

Jakarta,Indonesia
Joined July 2013
Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)Photo by Dawir (@admkuznetsov45)
Negara Otw Industrialisasi = Butuh Pengorbanan Besar Namanya negara mau mengarah ke arah industrialisasi sesuai yang dibicarakan oleh teman-teman di sini, itu memerlukan komponen infrastruktur yang mumpuni. Jaringan jalan, infrastruktur, listrik, air, dan gas. Bukan hanya kita bicara, oh ya regulasi harus bagus. Kita harus pahami dulu, Masalah kelistrikan di Indonesia itu sebenarnya Oversupply di Pulau Jawa dan Undersupply di Luar Pulau Jawa Kenapa demikian ? Karena banyak pembangkit itu dibangun di Pulau Jawa mengingat permintaan dari Industri dan Pemukiman Penduduk yang tinggi Oleh sebab itu, Ada usulan bagaimana menyeimbangkan Bauran Energi dari Non PLTU macen Geothermal, Air, Surya, Nuklir dan Angin Untuk bisa mencapai diversifikasi energi dan ya transformasi ke arah energi hijau tentu mempertimbangkan beberapa resource. Sejauh ini yang potensinya paling besar itu adalah nuklir dan geothermal. Kalau nuklir memang cons-nya itu adalah mereka banyak di wilayah konservasi hutan dan mereka sendiri pun sebenarnya ya ada concern mengenai potensi gempa atau masalah air dan lain-lain. Walaupun sebenarnya perusahaan provider geothermal kayak Ormat itu mereka bisa providing teknologi dengan boiling yang rendah, turbin itu sudah bisa berputar. Kalau nuklir itu sebenarnya yang top tier-nya adalah Rosatom Rusia karena mereka sudah punya berbagai jenis reaktor yang dijalankan dan dibangun di negara-negara lain seperti Turki, India, Iran, Mesir, Belarus, dan macam-macam negara lainnya. Itulah mengapa pemerintah membangun kawasan industri seperti di Cikarang, Karawang, Batang, dan berbagai tempat yang lokasinya strategis, suplainya sudah terjamin, dan juga memang secara tingkat konsumennya lebih besar. Nah, memang itu sudah ada penyusunan ya dari Bappenas terkait kebijakan secara makro, pembangunan industri, kawasan, jaringan suplai, segala macam, termasuk juga regulasinya, gitu. Sebenernya kita tidak mungkin menunggu pemerintah Indonesia betul-betul perfect dulu baru kita berani garap project ini itu dan lain-lain. Karena itu sama aja ya udah kita nunggu masuk surga dulu kalau begitu. Dan selain itu pun juga project seperti geothermal dan nuklir itu perusahaan yang membangun di situ adalah perusahaan-perusahaan yang berpengalaman tingkat tinggi dan orang-orang engineering-engineering yang sangat handal, berpengalaman di berbagai project. Jadi bukan kita memastikan zero defect tapi probability dari defect-nya itu kita kecilkan. Bahkan syukur-syukur zero mistakes gitu.
>Nuklir ditolak >Geothermal ditolak >Ekstraksi bahan tambang u/ batere ditolak >Semua yg berbau AI ditolak >Data center ditolak Gue penasaran Indo bakal masuk ke fase ada mba-mba rambut ungu nyiramin cat ke galeri lukisan gak sih. Luddite, Libtard, leftist pada jadi satu wkwk.
8
63
6
185
11,817
Dawir retweeted
BREAKING!!! State Department has approved a possible $2.1 billion sale of 500 Patriot PAC-3 MSE missiles to Ukraine. The deal will be funded entirely by allies and partners, including Canada, Germany and Norway — with no U.S. taxpayer funds involved.
112
313
49
1,140
96,103
Kalau dulu demo zaman Presiden Jokowi itu kan biasanya yang demo-demo apalagi demonya skala besar itu dari teman-teman kalangan yang Islam politik dan puncaknya itu ya aksi demonstrasi besar 411 sama 212. Kalau era Pak Prabowo ini kayaknya demonya juga banyak diikuti oleh ya berbagai spektrum politik, tidak cuma Islam politik doang. Tapi gua melihat kayaknya walau sekarang itu kritik terhadap pemerintah itu tidak seperti dulu yang didominasi Islam yang kanan tetapi entah kenapa gaungnya kritik sekarang itu walaupun lebih sering tapi tidak sekuat dulu seperti zaman 212 atau 411 yang di bawah komando Habib Rizieq. Tidak salah kalau orang bilang Habib Rizieq itu ya beliau kalau nge-push-nya lebih kuat lagi hampir seperti Ayatullah Khomeini di Iran dulu. Makanya ane dari dulu tuh sering dengar ya kalau di Twitter bahwa aktivisme kiri atau progresif yang mungkin yang tren-tren di sosmed itu tidak akan pernah bisa mengalahkan kompak atau kekuatan level 411 dan 212.
Buat warga yang dulu ikut demo 212, sekarang pada ke mana, ya? Dulu bisa berbondong-bondong naik bus sampai pesawat ke Jakarta buat menggulingkan Ahok. Sekarang, giliran masyarakat demo buat menggulingkan rezim, kok pada ke mana? Serius nanya, soalnya massa 212 dulu rame banget. Kenapa demo sekarang nggak seramai 212? Rasanya kayak nggak adil aja. Ayo bangkit!!!! ✊
39
16
3
108
16,996
Analisis ane pribadi soal Polarisasi Politik sejak 2012
Polarisasi Politik di Indonesia itu sebenarnya bibit benih nya start waktu di Tahun 2012, Waktu itu Pak Jokowi maju Gubernur DKI Jakarta menggandeng Pak Ahok sebagai Wakil Gubernur juga Waktu itu momen gong nya Rhoma Irama ngisi Ceramah Subuh bahwa jangan milih Gubernur Non Muslim (Ahok), Terus dulu itu banyak momen dimana ada coretan coretan Jakarta jangan dikuasai China Nah dulu Pak Jokowi itu bisa menarik perhatian kelas bawah dan menarik perhatian Kelas Menengah khususnya yang progresif Dan case kemenangan Jokowi Ahok dengan tagliine Jokowi Basuki - Jakarta Baru itu luar biasa Dulu Tim nya Pak Jokowi itu ada Tim Sosmed yang aktif namanya JASMEV (Jokowi Ahok Social Media Volunteer), Zaman itu istilah Buzzer mulai merajalela kemana mana
420
Unpopular opinion: معظم أفراد العائلات الملكية بالعالم العربي هم ملحدين ولادينيين بس مجبورين يتظاهرون بالتدين من أجل الحفاظ على المكانة والسلطة ولأن الحاكم دائماً محتاج سلطة روحية ودينية على الشعب.
55
120
29
1,850
69,202
Dawir retweeted
Nah ini 👍 Nasionalis itu ketika pemerintah ambil alih: 1. Freeport 2. Blok Rokan 3. Blok Mahakam 4. Vale 5. Newmont Semuanya ☝️ adalah aset tambang dan energi raksasa
menurut ku, nasionalis itu ketika Pemerintah Indonesia menguasai 51,23% saham PT Freeport Indonesia, tapi jaman sekarang karena otak nya ke cuci buzzer, Haji Isam beli bayan harga diskon di sebut nasionalis juga, zzzz
1
6
20
758
Payung dulu kak
Satu hal yang banyak orang, terutama di X, tidak mau akui. Anies itu juga pakai buzzer.
2
10
1
33
2,284
Polarisasi Politik di Indonesia itu sebenarnya bibit benih nya start waktu di Tahun 2012, Waktu itu Pak Jokowi maju Gubernur DKI Jakarta menggandeng Pak Ahok sebagai Wakil Gubernur juga Waktu itu momen gong nya Rhoma Irama ngisi Ceramah Subuh bahwa jangan milih Gubernur Non Muslim (Ahok), Terus dulu itu banyak momen dimana ada coretan coretan Jakarta jangan dikuasai China Nah dulu Pak Jokowi itu bisa menarik perhatian kelas bawah dan menarik perhatian Kelas Menengah khususnya yang progresif Dan case kemenangan Jokowi Ahok dengan tagliine Jokowi Basuki - Jakarta Baru itu luar biasa Dulu Tim nya Pak Jokowi itu ada Tim Sosmed yang aktif namanya JASMEV (Jokowi Ahok Social Media Volunteer), Zaman itu istilah Buzzer mulai merajalela kemana mana
bukan bibibnya loh kalo lu udah gede tahun segitu tahu genderang perangnya dimulai dari grup WhatsApp yang marak dengan kebencian ke ahok dan jokowi 212 pun arah utamanya bukan ahok loh kalo liat arahan malah mau dibuat stay berhari2 untuk kudeta paksa jokowi
2
5
2
25
3,719
Nah pecah kongsi nya PDIP Gerindra yang awalnya Koalisi Nasionalis menjadi saling antipati itu ketika Tahun 2014 Disitu PDIP ambil manuver bahwa mencalonkan Jokowi sebagai Calon Presiden karena waktu itu elektabilitas lagi naik naik nya dan waktu itu gerakan mencapreskan Pak Jokowi lagi naik naiknya periode 2013 an itu, Makanya Ormas Pro Jokowi alias Projo kebentuk waktu itu Projo itu dulu desak desak PDIP agar mau mencalonkan Jokowi sebagai Presiden 2014. Prabowo zaman itu marah banget dan kecewa sekali di kadalin Jokowi Akhirnya 2014 sebenarnya Prabowo mulai lebih deket sama elemen Islam dan elemen SBY waktu itu, Termasuk elemen Front Pembela Islam (FPI) dibawah Habib Rizieq Disitu Pak Prabowo mulai nyerang Pak Jokowi dengan Capres Boneka, Capres Antek Aseng dll macem macem, Bibit panas nya itu start dari situ memang. Terus Pak Ahok 2016 itu keluar dari Gerindra karena konflik ama Pak Hasyim apa Pak Taufik gitu dulu.
1
3
318
Padahal kalo identifikasi sniper gampang ada pucuk laras panjangnya pasti keliatan tapi ini ga ada dan sepi pula. sering liat story anggota special ops kita mereka sering bikin kedudukan bakduk di atas gedung tinggi di jakarta tapi ya namanya special ops concealment mereka jago
Kritik pemerintah❌ Memfitnah pekerja proyek✅
6
33
284
9,409
Dawir retweeted
Setelah denger pidato adeknya Prbw, baru sadar ternyata adeknya lebih ngerti masalah saham dan rupiah melemah daripada kakaknya. Setidaknya adeknya aware kalo ada yang salah dan harus dibenerin bukan teriak asing dan nyalahin pihak luar.
8
13
1
113
4,583
Terlepas dari diskusi soal performative apa nggaknya aktivitas kayak gini. Perilaku aparat yang bener tuh kayak gini. Jangan labil, gampang terprovokasi atau malah jadi yang provokasi kayak kemaren yang lagi ngelarp jadi geng motor.
Tolong "Dava" di olok-olok ‼️🫣
5
28
269
7,287
Prabowo itu kebijakannya jangka panjang (menurut saya). Karakternya tak peduli sama dolar atau saham. USD hari ini rekor terburuk kita. Bisa saja bagus secara jangka panjang. Tapi jangka pendeknya memang hancur-hancuran. Dan mungkin rakyatnya keburu mati. Banyak hal saya setuju sama program Prabowo, KECUALI MBG! Itu program buang-buang uang yang nggak sebanding antara pengeluaran dan yang didapat. Apalagi pelaksanaannya banyak kelemahan sana-sini. Jokowi dulu juga mikir jangka panjang ketika bangun tol, bendungan, bandara, dan banyak infrastruktur lain. Tapi saat itu wujudnya langsung terasa. Sedangkan Prabowo ini "jangka panjang"-nya lebih panjang lagi. Bisa membangkitkan gejolak dari masyarakat, dan sekarang sudah mulai banyak bermunculan. Boleh berpikir jangka panjang, saya setuju. Tapi jangan sampai membunuh UMKM yang nggak kuat tahan nafas sepanjang itu.
82
22
17
138
38,646
Dawir retweeted
Sudahlah, embrace saja logika mistika jadi bagian dari kehidupan bangsa. Wkwkwk
5
9
1
46
1,828
masih ada supermi goreng harga Rp 2,800-3,000 per bungkus tergantung warung drama banget sumpah
"ngapain sih demo kek gitu" NIH LIAT INDOMIE HARGANYA UDAH 4000
10
10
1
54
1,571
As much as I love the aesthetics, it was downright negligent to have Marines do house to house urban fighting during the OIF with bulky kit and 20in barrel fixed stock M16A4s.
Marines in the Desert 🇺🇸⚡️
23
53
2,387
74,573
Semoga omongan seperti ini tidak ada di Indonesia, latihan di simulator ≠ latihan di dunia nyata Secara dasar, latihan di simulator itu ibarat pengenalan, sedangkan latihan di dunia nyata itu adalah step-up setelah kenal dasar²nya, ilmu yang ada diaplikasikan di real life
“Why on earth did the Australian Army buy actual tanks? Why not just purchase tank simulators instead?” 😵‍💫
15
26
154
4,456
Dawir retweeted
Ini asli. Ga AI. Rame sambutannya
Momen Hangat Presiden @prabowo Satu Perjalanan Whoosh Bersama Warga dari Padalarang Menuju Halim. #prabowo
8
8
2
163
79,987
Ini parah sih Bayangin, malam-malam digeledah. Pintu didobrak. Santriwati dipaksa keluar sambil ditodong. Udah itu disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram… Sambil dibentak berulang kali. Mana dipaksa lagi memperlihatkan rambut di bawah todongan senjata. Udah itu diboyong ke polsek buat diinterogasi, tapi ga ada pendampingan hukum. Apalagi, mereka masih berstatus saksi, bukan tersangka. Semoga ada klarifikasi dari Polri dan ada tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan penggeledahan ini.
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Bapak Kapolri yg saya hormati, Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah: 1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya. 2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata. 3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan. 4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya. 5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis. Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya? Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen. Bapak Kapolri, Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan. Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya. [BERSAMBUNG]
4
38
1
69
1,998
alasan lemahnya mereka adalah mereka koar koar tanpa bisa ngasih data konkret. orang yg tadinya curious malah jadi ilfil soalnya modal mereka cuma data cherry picking komoditas yg naik, dan naiknya pun belum bisa bikin orang di luar golongan mereka marah senjata lain mereka adalah "empati". empati ke siapa. mana datanya. kalo cuma pake "kamu tau gak rakyat kecil gak bisa ini gak bisa itu" tanpa ngasih data riil, ya ujung2nya cuma narasi2 kosong dan masyarakat udah cukup pintar untuk menerjemahkan kondisi IHSG dan Rupiah, masalahnya gak cuma indonesia yg dihantam merah. APAC hancur lebur. Turki Rusia Argentina devaluasi mata uang lokal bertahun2 dan mereka baik2 aja yang tadinya curious, malah gedek yang tadinya masa sih, malah ilfil karena harapan mereka adalah narasi berbasis fakta. gerakan demo ini frontlinernya mahasiswa. mahasiswa erat dengan intelektualitas. kalo intelektualitasnya gak bisa dipresentasikan dengan baik, yang ada cuma adu tendang2an sepatu dan ngeludahin orang (literally). sama ngata2in orang yg beda pendapat sama mereka
Miskin Taktik, Strategi pun Kebantai. Itulah judul untuk menggambarkan kondisi gerakan mahasiswa dalam berdemonstrasi. Bukan sebagai bentuk pembacaan moral, tapi opini berdasarkan pengamatan pribadi pada Aksi 28 Oktober di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
5
1
23
616
Dawir retweeted
Kok bahasanya kasar bang? Lu dasarnya apa bisa ngomong "Negara kecil yang dalam dua hari juga tumbang." atau "Singapura di kencingin juga tenggelam", ini berarti lu kemakan sama yang namanya overconfidence dan short-war illusion! Udah banyak contoh negara-negara yang mengalami short-war illusion, saat nyerang negara lain ternyata gak sesuai harapannya. Contoh : "3 day special operation" Rusia ke Ukraina, nyatanya? Udah 4 tahun lebih tuh belum selesai-selesai. Terus, Winter War saat Joseph Stalin dan petinggi militer Soviet pede mampus bisa dapat menundukkan Finlandia dalam waktu 10 hingga 12 hari. Nyatanya? Winter War berlangsung 3 bulan lebih dan 300.000+ tentara Merah jadi korban. Apalagi? Contoh lainnya perang Irak-Iran, Saddam Hussein waktu itu menginvasi Iran dengan asumsi bahwa Iran sedang lagi dalam kondisi paling lemah paska Revolusi Islam 1979. Irak memperkirakan operasi militer bakal selesai dalam hitungan minggu untuk merebut Provinsi Khuzestan yang kaya minyak dan menjatuhkan rezim di Teheran. Nyatanya? Perangnya berlangsung selama 8 tahun. Begitu juga sama Singapura, meski ini negara kecil.. Mereka itu udah berdekade-dekade punya doktrin "Total Defence" yang terus di pegang sama mereka dan dilatih. Kalau gak salah dulu, mereka punya istilahnya "Poisonous Shrimp" (CMIIW), jadi karena Singapura itu gak punya kedalaman strategis tapi bakal sangat berbahaya kalau di serang dan diharapkan musuh bisa mengalami kerugian besar. Singapura itu udah lama terus menerus investasi di militer nya dalam jumlah besar, di teknologi lha, di persenjataan, di SDMnya juga. Jadi setiap serangan yang datang ke mereka itu bakal jadi sangat mahal dan beresiko kurang lebihnya, jadi istilahnya "Tumbang 2 Hari" itu omong kosong.
Replying to @magerhidupp
Kontol menghina kemampuan militer Indonesia dibayar berapa sama singapura negara kecil yang dalam dua hari juga tumbang
28
58
3
287
10,903
Ironically Pramono-AHY (idaman MC intelekhtuil X urban) may works kalo kita udah balik ke UUD 1945 yg murni dan konsekuen seperti maunya grind boys Tapi kalo adu banter popular votes wont work
Nih kalo kamu SERIUS mau EFEKTIF melawan rezim ya: caranya adalah dengan sekarang juga literally kampanye buat Pramono nyapres 2029. Sukarno tidak pernah nyapres. Sukarno diculik terus dipaksa jadi pemimpin gerakan kemerdekaan. Banyak peristiwa sejarah di dunia seperti ini. Ada dua pilihan cara kampanye: 1. Kampanye kasar (eksplisit dukung). 2. Kampanye edukatif (yang dibahas adalah masalah dan kebijakan dan lembaga dan tata kelola, bukan figur Pramono-nya. Kebetulan aja Pramono figur yang cocok buat melaksanakan visi-visi itu). Yang nomor dua ini bisa dibagi-lagi jadi dua peran yang butuh dua keahlian berbeda: 2a. Produksi ide. Sebenarnya ini tugasnya mahasiswa, dan *fungsi utama* demo di jalan seharusnya adalah jadi wahana penstrategian dan formalisme ide nasional. Kalau suatu demo tidak jelas agendanya apa, demo itu adalah demo gagal. Mahasiswa yang mengaku kaum intelektual harus malu. Belajar dari Tritura 1966 dan Reformasi 1998, idenya ga boleh asbun halu kayak 17+8, tetapi harus jelas di level praktis: "tangkap", "bubarkan", "bentuk", "batalkan" orang atau lembaga atau hukum yang spesifik. 2b. Penyebaran ide ke seluruh masyarakat. Ini *beda lagi*. Omong-omong, untuk metode 1 (dukung eksplisit), ada metode yang lebih ilmiah daripada cuma ngebuzzer low IQ aja: ngarang bebas dengan educated guess membayangkan apa yang terjadi apabila 2029 Prabowo lengser dan diganti Pramono. Itu dua strateginya. Kemudian, kalau setelah itu kejadian: (a) Nilai rupiah jatuh + IHSG sampai 3rb + krisis BBM + rating bond market Indonesia jadi junk, sehingga mengakibatkan (b) PHK massal dan gaji PNS tidak turun massal dan harga-harga naik liar dan kelangkaan sembako dan bensin dimana-mana, sehingga menyebabkan (c) pecahnya berbulan-bulan demo raksasa di Jakarta dan terutama di daerah, Pramono harus somehow bisa dijadikan figur sipil yang mengayomi / membekingi demo, terlepas dari dia mau atau nggak. (Well kalau beneran sangat ga mau ya alternatifnya Mahfud, Anies, Ganjar, atau Najwa).
2
4
20
1,000