Forever’s Almost retweeted
Dan teruntuk Anchorsku tercinta @almostless @SideofLess kami ada sedikit kenangan kenangan buat kalian, kami harap kenangan ini gabakalan kalian lupain dan bisa selalu kalian lihat kapanpun itu, dadah semuanya 👋🏻 *ketchup*
privatter.net/p/11987815
Forever’s Almost retweeted
"Thank you buat semua yang udah hadir hari ini. Mohon maaf kalau ada salah kata selama acara berlangsung. Aku Nixie dan Ka Kepta sebagai MC hari ini pamit undur diri ya semuanya, jangan lupain kita kayak kamu lupain dia. You did well Loml, you did well Anchors!" serunya bahagia.
Replying to @yyeji @almostless
kesalahan kata yang tidak disengaja. Sebagai akhir kalimat dari saya pada kesempatan ini, saya berharap seluruh Leaners dan Anchors bisa dipenuhi banyak kebahagiaan dan kesehatan” tutupnya lalu menoleh kearah partnernya dengan senyuman. Memberikan isyarat untuk lanjut berbicara.
Replying to @almostless
Kedua gadis ini maju kembali ke tengah panggung. Terlebih gadis yang bernama Kepta itu, ia mengusap air matanya setiap para Anchors maju untuk menyampaikan speech-nya.
Ia memalingkan wajahnya sebentar untuk menahan air matanya yang hampir jatuh karena terharu, sebelum bersuara.
Forever’s Almost retweeted
Tanpa menunggu lama, Kiwil menyampaikan kata demi kara yang sudah ia susun dalam pikirannya. Sementara pandangannya terus beralih dari satu orang ke orang lain di ruangan itu. Ia tidak memilih untuk langsung masuk ke inti pesan yang ingin ia sampaikan.
Forever’s Almost retweeted
Kenneth melangkah maju, sedikit menarik kerah jasnya yang terasa mencekik karena gugup, namun senyum percaya diri segera ia paksakan muncul di wajahnya. Ia meraih mikrofon, suaranya terdengar bergema di seluruh ruangan.
"Oke, testing satu dua... micnya udah nyala, ya?"
Forever’s Almost retweeted
Setelah merampungkan bagiannya, Iwan berjalan memanggil Kiwil bergantian ke atas panggung. Sambil mengusap air mata yang hampir jatuh dari kelopak mata, dia menyodorkan microphone kepada Kiwil, “Silakan mas Kiwil, tempat dan waktunya dipersilahkan…”
Forever’s Almost retweeted
—sambil menatap audience tercintanya, Leaners, dan tersenyum penuh arti. Sesampainya di atas podium, dia menggenggam mic dengan mantap. Siap untuk memberikan pidato terbaiknya yang sudah ia siapkan pada malam ini.
Forever’s Almost retweeted
“terakhir banget dari Anchors. once again, we love you guys. let’s meet again soon. 🖤” Muklis menundukkan kepalanya sambil tersenyum. lalu memberikan mic kepada Iwan.
Forever’s Almost retweeted
pun ada gembok-gembok cantik yang sudah kalian hias di misi terakhir. semoga yang kalian tuliskan di sini bisa terwujud ya? amin.” Muklis tersenyum
Forever’s Almost retweeted
“di hari yang spesial ini Muklis juga mau kalian tau, masih ingat absen terakhir? Muklis harap kata-kata yang kalian tulis bisa kalian baca lagi saat kalian sedang tidak baik-baik saja.
Forever’s Almost retweeted
bukan lagi membawa rekapan nilai maupun list ucapan. tapi ada sedikit hal yang mau Muklis sampaikan malam ini. bisa dibaca ya?”
Forever’s Almost retweeted
Muklis segera melangkahkan kakinya setelah Samsul menyelesaikan speechnya. ia menerima mic dan mengetuknya perlahan. “abc, kedengeran guys? ok aman ya. maaf Iwannya kebelet.” Muklis memberikan senyumnya kepada LOML. “halo, selamat malam Leaners. kembali lagi bersama Muklis.
Forever’s Almost retweeted
Tanpa menunggu lama, Samsul mengeluarkan semua isi kepalanya yang sudah ia persiapkan itu. Kata demi kata ia keluarkan dari dalam hatinya itu, dengan senyuman yang tak henti memandangi leaners satu-persatu. “ … “
Forever’s Almost retweeted
Samsul melangkah maju sembari meraih mikrofon yang berada tepat di depannya itu. Ia tarik kedua bibirnya menghasilkan senyuman yang merekah, matanya memandang seluruh tamu undangan dengan tatapan hangatnya. “Selamat malam Leaners, masih pada semangat kan?” Ucapnya dengan antusias
Senyumnya kembali mengembang. "Habis ini mungkin udah gak ada lagi Kamis Nangis. Tapi gue harap, setelah malam ini kita semua bisa melanjutkan langkah dengan bahagia, sambil membawa semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama."
Kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada para Anchors. "Dan untuk Anchors, terima kasih karena sudah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menemani kami selama Almostless berjalan. Kalian semua keren, gue kasih kalian bintang kejora ya bukan Lesti Kejora."
Mikhail menarik napas pelan, lalu memandang ke arah para Leaners. "Untuk Leaners, terima kasih karena sudah bertahan sampai sejauh ini dan menjadi teman perjalanan yang luar biasa. Tanpa kalian, Almostless gak akan seseru dan sehangat ini
Yang kadang menohok hati, sampai editan keren Abang Samsul yang selalu bikin kagum." Ia tertawa kecil sebelum melanjutkan, "Tapi yang paling susah gue lupain mungkin adalah ikut campurnya adek @Seutghan di absen Almostless. Hal-hal kecil kayak gitu yang bikin rindu nantinya deh."


























