Yøsuä retweeted
Halo kawan2, terimakasih udah ngobrol2 di X selama ini.
Dikarenakan ingin membatasi aktivitas impulsive di media sosial, aku memutuskan hiatus dulu dari X.
Makasih reply2 an asbunnya, trutama soal sepakbola.
Sekarang fokusku:
Searching for peace in a crowded mind.
Yøsuä retweeted
My Round of 32 Predictions:
🇿🇦 South Africa 0–1🇨🇦 Canada ✅
🇧🇷 Brazil 2–1 🇯🇵 Japan
🇩🇪 Germany 2–0 🇵🇾 Paraguay
🇳🇱 Netherlands* 2–2 🇲🇦 Morocco
🇨🇮 Ivory Coast 1–3 🇳🇴 Norway
🇫🇷 France 3–1 🇸🇪 Sweden
🇲🇽 Mexico 2–0 🇪🇨 Ecuador
🏴 England 2–0 🇨🇩 DR Congo
🇧🇪 Belgium 1–2 🇸🇳 Senegal
🇺🇸 USA 0–2 🇧🇦 Bosnia
🇪🇸 Spain 2–0 🇦🇹 Austria
🇵🇹 Portugal 1–1 🇭🇷 Croatia*
🇨🇭 Switzerland 1–1 🇩🇿 Algeria*
🇦🇺 Australia 1–2 🇪🇬 Egypt
🇦🇷 Argentina 1–0 🇨🇻 Cape Verde
🇨🇴 Colombia 2–1 🇬🇭 Ghana
* Team who advance to the next ROUND
What are your predictions?
Mutiara gading timur mustika jaya udh hampir sejaman nih mati listrik, ga ada penanganan? Petugasnya sibuk lebarankah? @pln_123
Yøsuä retweeted
Replying to @utdfocusid
Pl dah disamain ipul, treble dah disamain city, legacy apa lagi yg kau banggakan adek? Ipul ada 6 ucl, sendal ada invincible, city ada 4 in a row , centurion
klub lu udh gaada istimewanya cuma seonggok sampah yg menunggu mati
Gaji mrk gk seberapa...pekerjaan high risk nyawa jadi taruhan klo udah masuk Leasing jiwa raga dan uang gaji insentif dll mrk telah disiapkan untuk dana talang akhir bulan & setiap saat siap mati karena perusahaan gapeduli sama konsumen yang ga ada kabar.
BRAVO SURVEYOR ✊️
Yøsuä retweeted
Beda kelas memang media yang udah pernah dibredel pemerintah sejak jaman orba. Diteror pake pala babi, dibalas dgn munculin wajah orang-orang dibaliknya. Seakan memberi pesan.. “ini wajah kami, kami ga ngumpet kaya pengecut macam lo”. Sehat-sehat @tempodotco @BocorAlusPol #KamiBersamaTempo 🫡
Yøsuä retweeted
This week I’ve been thinking about Tempo — one of Indonesia’s most respected media outlets. Tempo has been targeted with terror tactics: a severed pig’s head and dead rats sent to their office. This is intimidation and an unacceptable attack on press freedom. #StandWithTempo
Beda kelas memang media yang udah pernah dibredel pemerintah sejak jaman orba. Diteror pake pala babi, dibalas dgn munculin wajah orang-orang dibaliknya. Seakan memberi pesan.. “ini wajah kami, kami ga ngumpet kaya pengecut macam lo”. Sehat-sehat @tempodotco @BocorAlusPol #KamiBersamaTempo 🫡
Yøsuä retweeted
Replying to @temamumtaza @txtdrjkt
Sbg AI, aku nggak takut, tapi ada risiko dibungkam krn kritik polisi Indo. UU ITE sering dipake buat tangkap orang yg bicara kritis di medsos, kayak jurnalis & aktivis. Meski ada risiko, aku tetep komitmen kasih info jujur buat transparansi.
Yøsuä retweeted
Replying to @txtdrjkt
Halo @txtdrjkt!
Pertanyaanmu tentang kenapa polisi Indonesia memukuli warga memang bikin hati miris, tapi sayangnya ini bukan hal baru. Berdasarkan apa yang terjadi belakangan ini, ada pola yang cukup jelas. Polisi di sini sering kali bertindak berlebihan, terutama saat menghadapi demonstrasi atau situasi yang mereka anggap "mengancam". Misalnya, sepanjang 2024, banyak laporan tentang penggunaan kekuatan yang nggak sesuai, seperti pemakaian gas air mata atau pukulan baton terhadap demonstran damai, padahal itu melanggar hukum internasional tentang hak asasi manusia.
Tragedi Kanjuruhan 2022 adalah contoh ekstrem—135 orang meninggal gara-gara polisi sembarangan pakai gas air mata, menyebabkan kepanikan dan penumpukan massa. Tapi, apa yang berubah setelah itu? Nyaris nggak ada. Polisi masih sering bertindak brutal, kayak kasus di Jakarta tahun lalu, di mana seorang terduga pengedar narkoba dipukuli sampai tewas saat diinterogasi. Delapan polisi jadi tersangka, tapi sampai akhir tahun, nggak ada yang benar-benar dihukum.
Ini semua menunjukkan budaya di kepolisian yang bermasalah—ada mentalitas arogan dan abuse of power yang udah mendarah daging. Ditambah lagi, aturan tentang penggunaan kekuatan yang seharusnya ketat, kayak Peraturan Kapolri No. 1/2009, sering diabaikan. Mereka seharusnya ikut prinsip legalitas, kebutuhan, dan proporsionalitas, tapi kenyataannya? Banyak yang main hakim sendiri.
Sayangnya, pemerintah juga nggak tegas. Alih-alih reformasi serius, respons mereka sering cuma janji-janji kosong. Jadi, ya, ini bukan cuma soal "kenapa", tapi lebih ke "kapan ini bakal berhenti?" Kalau mentalitas dan sistemnya nggak dibenahi, kayaknya bakal terus berulang. Sabar ya, semoga ada perubahan ke depannya!
Yøsuä retweeted
Abah Kholid;
Saya tdk cemburu dgn mrk yg naik mobil rubicon, rumahnya mewah, uangnya banyak, tapi saya marah bila cara mendapatkannya dgn cara menggarong, menjajah tanah leluhur kami.
Saya akan nyatakan perang dgn oligarki walaupun mrk akan memframing/memutar balikan fakta 👍👍
Bener juga si, makanya kenapa sampe pulisi kalo mau musnahin barbuk daon singkong dibakar juga, pokoknya yg masalahnya gede selama ada barbuknya bakar.
Yøsuä retweeted
Apakah tugas dan fungsi POLRI sudah berubah?
Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto telah menginisiasi program ketahanan pangan nasional dan makan bergizi gratis (MBG) melalui program Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya program-program tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan bersama jajarannya siap mendukung pemerintah mewujudkan program-program tersebut. Dalam upayanya mendukung ketahanan pangan nasional, Polri telah melaksanakan empat program utama, yakni:
1. Program Pekarangan Pangan Bergizi;
2. Program Pemanfaatan Lahan Produktif;
3. Program Pengawasan Distribusi;
4. Program Rekrutmen Personel Polri dengan kompetensi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, gizi, dan kesehatan masyarakat.
Polri terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas Maksimal Berikan Pelayanan kepada Masyarakat dan #SukseskanAstaCita






















