Amalia.A.Pulungan retweeted
INDONESIA EMASSSSSSSSSSS!!!!!!
✅Emas pertama Indonesia di Asian Games 2026!
✅Emas pertama tim beregu putra Indonesia dalam 28 tahun!
LUAR BIASA, ANAK2 MUDA!!!!!
Dukung.
Program beasiswa melalui LPDP Jakarta memberi kesempatan kepada warga Jakarta yang berprestasi untuk menempuh pendidikan jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) di perguruan tinggi terbaik dunia. share.google/rjFjkbEdhuzthHu…
Yess
Replying to @RichHealthyFun
Sejak dia ambil beasiswa LPDP padahal dari kecil sekolah internasional yg biayanya bisa ratusan juta/tahun aja udah bingung kok masih ada yg jadi fans. Dan bingung empati dia dimana, aku aja yg bapake kerja di migas gamau ambil beasiswa pas kuliah, buat yg lebih butuhin aja
Betul
Dulu, Indonesia pernah punya almarhum Sutopo di BNPB dan Mbah Rono (Surono) di PVMBG. Keduanya hadir saat bencana2 besar melanda. Keduanya kompeten dari segi keilmuwan da berdedikasi. Pak Topo almarhum sangat luar biasa dalam hal komunikasi data. Sementara Surono sangat berani bersikap dan bersuara sesuai ilmunya, melebihi sekat birokrasi. Interaksi dengan berbagai kalangan juga terbangun dg baik. Keduanya membantu kita melewati hari-hari penuh bencana di tahun-tahun lalu.
Saya berkali-kali ke lapangan bareng dg keduanya. Pak Surono sudah pensiun, Pak Topo sudah almarhum. Sayang, tak ada pengganti sepadan. Dan dr aspek institusiional, kedua lembaga ini jg tak membaik, bahkan PVMBG makin hilang perannya utk urusan2 penting erupsi gunung api.
Di tinggu statement Krakatau
Dear @kompascom,
Terima kasih utk konten ini. Pemprov DKI mengerjakan yg menjadi tugas dan ranah kewenangan yg dimiliki. Pagi tadi jajaran Kelurahan Gelora, PPSU, Gulkarmat dan Satpol PP sigap membersihkan lokasi dan melakukan penertiban. Semoga semakin rapi dan tertib ke depannya. 🙏🏻
Are you coming or only Zoom?
Next week in Jakarta I will be speaking on S. Rukiah, hosted by Auf A. Said, and launching the Indonesian translation of my MA thesis, 'Semesta karya S. Rukiah'. 'Menolak Lupa Revolusi Sastra S. Rukiah' at Kafe Sastra Balai Pustaka, 23 Aug 2026, Register: logosid.app
I hope I can meet you. Hally to see you. Welcome
Next week in Jakarta I will be speaking on S. Rukiah, hosted by Auf A. Said, and launching the Indonesian translation of my MA thesis, 'Semesta karya S. Rukiah'. 'Menolak Lupa Revolusi Sastra S. Rukiah' at Kafe Sastra Balai Pustaka, 23 Aug 2026, Register: logosid.app
Amalia.A.Pulungan retweeted
Berikut artikel saya di Kompas, “Menotti, Pep dan Lini Tengah” kompas.id/artikel/menotti-pe…
Amalia.A.Pulungan retweeted
Di balik proyek MRT Jakarta ternyata tersimpan peninggalan abad ke-17!
Inilah cara MRT Jakarta mewujudkan transportasi masa depan tanpa melupakan jejak sejarah Kota Jakarta 🤩
Sumber: @mrtjakarta
#DKIJakarta #JagaJakarta #JakartaKotaGlobal #MRTJakarta #UbahJakarta
Amalia.A.Pulungan retweeted
sebaiknya @Kemlu_RI saja yang memberi penjelasan daripada staf @KSPgoid ini.
komunikasi kebijakan publik itu penting. dan mesti dimulai dari hal mendasar: dilakukan oleh institusi yang memang diberi mandat mengampu isu. bukan karena satu institusi ada di istana lalu menjelaskan semua hal.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menguraikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dibuat oleh Board of Peace (BoP). Rencana tersebut merupakan dasar kesediaan Indonesia bergabung dalam BoP.
"Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta seperti dikutip pada Sabtu (7/3).
Ia menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 yang dibuat BoP, Gaza direncanakan akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina.
Kemudian di poin nomor 16, disebutkan bahwa Gaza tidak akan dikuasai oleh Israel. Bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan Gaza.
"Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta.
Lalu dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri.
"Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Bahasanya mungkin berbeda, tapi ini adalah pathway. Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," Ulta menerangkan.
#SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsBeyondHeadlines #SINDONe7wsTV #iNewsMediaGroup #BeritaTerkini #KSP #TenagaAhliUtama #KantorStafPresiden #20Poin #BoardofPeace #Gaza #Israel #Palestina
With Admiral Nala
Kertanegara pernah bermimpi mempersatukan wilayah yang disebut Nusantara, atau Asia Tenggara. Dan ada satu sosok yang dalam 50 tahun berhasil mewujudkannya: Patih Gajah Mada. Salah satu puncak kejayaan yang pernah lahir dari kawasan ini.
Selama 2000 tahun terakhir, Asia Tenggara berulang kali memproyeksikan kebesarannya.
- Dimulai dari abad ke-8 di mana pembangunan Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia, dimulai.
- Disusul pada abad ke-12 oleh Angkor Wat, candi Hindu terbesar yang dibangun Dinasti Khmer, sebagai manifestasi kematangan budaya, ekonomi, dan teknologi kawasan ini.
Borobudur dan Angkor Wat adalah bukti persinggungan budaya, spiritualitas, dan ekonomi antara Asia Tenggara dengan India dan Tiongkok pada akhir milenium pertama hingga awal milenium kedua.
Namun memasuki abad ke-13, peradaban mulai bergeser. Setelah runtuhnya Abbasiyah dan padamnya House of Wisdom, tiga peristiwa mempercepat pudarnya kejayaan Asia Tenggara pada abad ke-15:
- Kejatuhan Vietnam jatuh pada tangan Dinasti Ming,
- Majapahit yang melemah akibat defisiensi kepemimpinan Brawijaya V, dan
- Ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg yang mempercepat diseminasi informasi dan merombak tatanan lama.
Memasuki abad ke-17, kelemahan ini teramplifikasi oleh transisi dari Dinasti Ming ke Qing, yang semakin menginternalisasi diri. Kekosongan kuasa ini membuka jalan bagi masuknya Eropa, membawa Asia Tenggara memasuki 3,5 centuries of humiliation.
Keresahan saya sederhana: terlalu sedikit dari kita yang benar-benar memahami sejarah yang begitu kaya ini. Kita kerap terseret arus kekinian, membangun pola pikir jangka pendek. Padahal, begitu banyak empirisme sejarah yang bisa kita refleksikan, abstraksikan, proyeksikan, dan inovasikan.
Dan mungkin, untuk menata ulang masa depan Asia Tenggara, kita perlu kembali pada keberanian imajinasi yang dulu pernah ditanam Kertanegara.
Ini sebagian dari diskusi saya di book launch dengan @Periplus_Store dan @atamerica minggu lalu.








































