Nomor Satu retweeted
WNI konservatif :
“Apalagi ini? Bakpia isi babi??“
“Bisa gak sih makanan yang udah halal, jangan diubah jadi non-halal? Bakso sapi jadi bakso babi, rendang jadi babi, dll....“
Pedagang China tempoe doeloe :
“Sejak kapan bakpia, bakso, & bak.... lainnya halal dari sononya?“
Nomor Satu retweeted
Say her name: Ita Martadinata Haryono.
Ditikam, disiksa, disayat, dibunuh di usia 18 tahun pada tahun 1998; seminggu sebelum ia berangkat ke Amerika Serikat utk memberikan kesaksian ttg pemerkosaan saat kerusuhan ‘98.
Ita, aku selalu ingat kamu karena hingga saat ini, kalau membicarakan pemerkosaan ‘98, orang-orang menyanggah & menuduh itu berita bohong. Ita, pasti berat dan melelahkan, ya? Tapi jangan khawatir, perjuangan belum mati.
Nomor Satu retweeted
Setiap orang pasti pernah salah. Pernah keseleo lidah (atau jempol). Pernah tak menyangka apa yang diucapkan ternyata dipahami lain oleh orang lain.
Namun, kalau sudah minta maaf, ya sudah selayaknya kita maafkan. Suswono pun kita maafkan. Lalu kenapa Ahok dulu tidak kita maafkan?
Siapa sih dari kita yang tak pernah salah omong? Tak pernah salah twit? Tak pernah salah tulis? Namanya manusia pasti pernah dan akan mengalami salah.
Ahok sudah minta maaf, tapi tidak dimaafkan. Bahkan sampai dia sudah menjalani hukuman pun masih saja disebut penista agama.
Kesalahan atau kecerobohan yang hanya sesaat itu, menjadikan pembencinya melabeli penista agama seumur hidupnya. Apa bedanya dengan keseleo lidah Suswono?
Boleh nggak kita sebut Suswono penista Nabi seumur hidupnya?
Ahok juga sudah tulus meminta maaf. Ahok juga tidak ada niatan menista agama Islam. Sama dengan yang dirasakan Suswono. Tapi kenapa tidak dimaafkan?
Tak ada jawaban yang tepat kecuali: karena dia sedang menjadi Cagub DKI melawan Anies saat itu. Tak ada isu yang bisa dipakai untuk menyerang Ahok kecuali itu. Ahok harus kalah di Pilgub DKI saat itu. Itulah inti masalahnya.
Sampai sekarang, peluang Ahok dalam politik tetap dimatikan. Label penista agama terus disematkan meski dia sudah meminta maaf bahkan sudah menjalani hukuman penjara. Ahok tak boleh lagi mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, apalagi Kepala Negara.
Bahkan untuk memaafkan pun, kita (orang muslim) harus pilih-pilih. Kita bahkan lupa dalil: "Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil."
Lupa. Kita lupa.
Kita lupa bahwa Allah mengutus kita sebagai orang yang selalu menegakkan keadilan.
Atau sengaja lupa hanya demi merebut secuil kekuasaan?
Islam tak seharusnya seperti itu. Islam yang saya yakini, tidak seperti itu. Entah kalau Anda.
Nomor Satu retweeted
Mungkin...
Indonesia bukan kekurangan orang pintar, tapi terlalu banyak orang bodoh
Indonesia bukan kekurangan orang baik, tapi terlalu banyak orang jahat
Nomor Satu retweeted
Penjelasan Pemerintah ttg sertifikasi ini salah. Masak, semua yg dijualbelikan hrs pakai sertifikasi halal? Bmgn kalau membeli kambing, ayam, laptop, buku dll?. Kalau spt itu, jadinya beragama di negara ini terasa sulit. Tak semua yg haram dimakan itu tak blh diniagakan.
Nomor Satu retweeted
$100 spent on $GOAT worths $127,000 now...
it's over 1250x on AI run meme in just a week
I scanned ALL lowcaps to find next $GOAT...
here's 7 AI memes that will repeat it's path 🧵👇
Nomor Satu retweeted
Replying to @duskgumi
LMFAOOOOOO 😭😭😭😭😭😭
teapawt.net/packthecool/status/184…
This quoted post is unavailable.
Nomor Satu retweeted
Pogača ispod sača at Planinska kuć Bistrica
📍 Fojnica, Bosnia and Herzegovina 🇧🇦
"Pogača ispod sača" is a traditional Bosnian bread baked under a "sač" (a metal or clay bell-shaped lid), often prepared over an open fire or embers. The process gives the bread a distinct, rustic flavor with a crispy crust and soft interior. It is commonly served alongside stews, meats, or cheese. The bread itself is simple in ingredients, usually made with flour, water, yeast, and salt, but the cooking method makes it unique and cherished in Bosnian cuisine.
Nomor Satu retweeted
[ORDE BARU BERDARAH: PEMERKOSAAN MASSAL 1998]
"Di perempatan Cengkareng, saya melihat mayat-mayat perempuan telanjang dengan alat kelamin berdarah. Saya pergi sebentar dan saat saya kembali, mayat-mayat perempuan itu sudah tidak ada. Siapa yang membawa pergi mereka?"
— A Thread
Readers added context they thought people might want to know
Utasan ini melanggar etika bermedia sosial dengan menempatkan "link" afiliasi pada konten tragedi nasional, serta mencuri konten dari Era.id. Selain itu, utas ini juga melanggar aturan Kemitraan Berbayar aplikasi X.
help.x.com/id/rules-and-p…
x.com/eradotid/statu…
Nomor Satu retweeted
Coba deh kalau di Indonesia bisa seperti ini.
Beda keyakinan tak membuat mereka saling bermusuhan.
Bukan mabok agama lalu menjadi gila!
#NegeriIntoleran
























