Pinned Tweet
Ada "pasal tuyul" yang tidak pernah disebut2 selama kasus kuota haji. Dan seperti biasa, banyak yg percaya bahwa pembagian kuota tambahan harus 92:8 😄 Cermati baik-baik bunyi pasal tentang kuota tambahan ini:
Anna Hasbie retweeted
Data yg sejak awal diprotes para saksi, dengan semena2 dimasukkan ke dalam laporan investifatif demi memenuhi angka kerugian 1 Triliun
instagram.com/reel/De385nSJq…
Anna Hasbie retweeted
Yg kami bela adl keadilan dan kebenaran, Gus Yaqut terdzalimi, ga ada bukti aliran dana, perintah dr beliau, itu fakta persidangan, bukan kta saya. Kok banyak yg kepanasan?
Anna Hasbie retweeted
Coba tanya bu Sri Mul, tau nggak dia dulu waktu ada PNS biasa golongan III makan duit ratusan miliar sebelum kebongkar?
Terus kamu mau bilang Bu Sri Mul bodoh juga?
Replying to @Stakof
Sebenarnya fokus ke Khalid ini lucu, beliau memang salah jelas nggak cermat, tapi yang lebih bodoh lagi, ada Mentri ngomong nggak tau staf nya jual beli kuota sampai ribuan. Cuci tangan nggak terlibat.
Ini pertanyaan saya juga. Sejak pemanggilan saksi thn lalu KPK sudah dpt nama2 oknum koruptif di Kemenag. Laporan BPK sudah menulis nama2 mereka (Tidak ada nama Yaqut di lap itu). Dan di persidangan, nama2 tersebut dihadirkan sbg saksi dan mengakui perbuatannya. Kenapa KPK tidak menjadikan mereka tsk? Knp malah menterinya? Apakah ada kaitannya dengan anggora DPR yg selalu disebut namanya tp tidak pernah dipanggil?
Jenazahnya saja belum tiba, eh sudah ada pembicaraan soal pengganti dia. Memang politik itu bisa membuat kita kehilangan kemanusiaan...
Data yg sejak awal diprotes para saksi, dengan semena2 dimasukkan ke dalam laporan investifatif demi memenuhi angka kerugian 1 Triliun
instagram.com/reel/De385nSJq…
Ini kok mainan anak2 tapi bahaya bangeeet...
Seorang guru honorer di Lebak, Banten, Nuraida (45), menemukan mainan "squishy" dengan jarum suntik yang marak dimainkan sejumlah siswa di sekolah dasar tempatnya mengajar.
Penemuan itu awalnya dari salah satu siswanya yang disemprot air menggunakan jarum suntik tersebut hingga berteriak histeris. Setelah mengetahui penyebab kegaduhan, Nuraida langsung memeriksa mainan yang digunakan para siswa. Ia juga menanyakan asal mainan tersebut kepada mereka.
Dari keterangan para siswa, mainan berbentuk suntikan itu dibeli dari seorang pedagang mainan yang berjualan di depan sekolah setiap pagi. "Ternyata, siswa di semua kelas sudah memainkan suntikan tersebut," ujarnya.
Nuraida menyebut mainan itu dijual seharga Rp 3.000 oleh pedagang mainan keliling yang biasa berjualan di depan sekolah. Bentuknya menyerupai alat suntik dan dilengkapi jarum, meskipun bagian ujungnya sudah rata dan tidak lagi runcing.
Kondisi ujung jarum tersebut tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran Nuraida terhadap keamanan mainan yang digunakan anak-anak. Nuraida mengingatkan para siswa agar tidak kembali membelinya. Ia juga mengimbau rekan-rekan guru untuk lebih memperhatikan barang yang dibawa anak didik ke sekolah.
📸: Dok. Threads @/arigalangsa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: focus | squishyberjarum | news | svl | R300 | R169 | E057
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Di kasus Nadiem, tidak pernah ada framing negatif sama sekali. Tidak ada konpers oleh kejaksaan atau KPK saat Nadiem dipanggil ke KPK sejak awal.
Di kasus Yaqut, ada 17 Konpers oleh KPK antara Agustus 2025 -Maret 2026 yg isinya bohong semua: korupsi 1 triliun, aset disita, dana mengalir. Bahkan ada 1 webinar khusus bahas kasus, yg sebetulnya pelanggaran asas praduga tak bersalah.
Kalau memang niat memberi saran, kenapa tidak langsung ke orang yg dituju? Kenapa di publik, siapa yang dibilang "gaya urakan", cuitan yang mana yg bergaya itu?
Saya melihat malah sebaliknya...
Replying to @husain_fahasbu
Itu juga salah satu penyebab kenapa respon publik atas kasus beliau dgn kasus Nadiem sangat berbeda sekali.
Saran saya, ubahlah gaya komunikasi yg begitu; tidak perlu drama-drama. Ajak publik dgn bahasa persuasif. Dan tidak usah pakai gaya urakan di medsos ala boomers itu.
Sampai 2025, penyelenggaraan haji/umroh hanya 1 dari 11 direktorat di Kemenag.
Sekarang, ada Kementerian khusus ngurusi haji dan umroh, ternyara kasus penipuan travel masih banyak. Ini angkanya malah hampir 100 M. Pejabatnya belum tentu tahu
Replying to @Stakof
Menag gak tahu !? Come on man !!!
Dunia birokrasi jalannya gak sepolos dunia akademik lho mas....
Kalo dari survey ini jelas ya, dua kali penyelenggaraan haji terbaik dalam 1 dekade terakhir di zaman Gus Yaqut. Jamaah terbesar pula, 241 ribu jamaah
Iziiin... yang bilang haji terbaik kedua dalam satu dekade itu BPS. Yang terbaik itu 2022, zaman Gus Yaqut juga 🙏
Yup. Pertama kali tagline ramah lansia
Pelaksanaan haji terbaik terjadi di kepemimpinan Gus Yaqut. Pelaksanaan haji ramah lansia juga di masa kepemimpinan Gus Yaqut.
Dengan tambahan kuota 20.000, jumlah jamaah yang meninggal pun menurun dari tahun sebelumnya.
Untuk sindikasi ASN yang berkomplot menarik upeti haji, memang Gus Yaqur nampak tidak kompeten dalam mengendusnya.
Lawong semuanya terungkap ketika di persidangan.
Btw, orang-orang yang menikmati uang hasil fee percepatan itu tidak dijadikan tersangka, ya. Mereka datang ke pengadilan sebagai saksi.
Sementara Gus Yaqut sudah enam bulan dipenjara, dan dituduh merugikan negara setahun silam.
Yang terakhir ini membekas sampai sekarang di top-of mind publik.
Betul haji khusus tetap hrs lewat Siskohat. Makanya yg dapat kuota adlh PIHK Ibnu Mas'ud yg jamaahnya ada di siskohat. Jatah inilah yg kemudian dialihkan ke PIHK Khalid. Apakah ini langsung jadi salah Menteri? Tidak, krn pelakunya sesama travel. Ada Pasal 123 UU no 8 Tahun 2019 yg mengatur ini:
Replying to @anna_hasbie
TRAVEL dapat dari mana ?
Yg dari KEMENAG
Hal dasar gini aja SUSAH dipahami
Kan KEMENAG ada diSISKOHAT..jelas ada list nya 10rb antrian tsb nama2 nya
Mau CUCI TANGAN
Nah disini PIDANA nya..membiarkan melanggar Hukum didepan mata..
Fitnah liar lainnya yg sering dipakai pembela Khalid yang ga paham persoalan pembagian kuota gak beres.
Nah, ini video sidang saksi ahli KPK yang bilang TIDAK ADA YANG SALAH dengan pembagian kuota itu
Menjawab fitnah liar yang bahkan bertentangan dengan kesaksian Khalid, ini saya muat video. UKB menjelaskan dia mendapat kuota dari Ibnu Mas'ud, sesama travel. Artinya, dia mengambil alih kuota dari travel lain. BUKAN dari Kemenag.
Enak ya jadi buzzer gampang banget nuduh orang lain buzzer. Ntong, elu kan yang dibayar bohirlu untuk nyerang isu Yaqut? Gak tau malu
Anna Hasbie retweeted
Orang ini, di salah satu videonya yang nongol di beranda saya, meminta santri-santri yang mengagungkan kitab kuning untuk murtad.
Anda tidak salah dengar, dia benar-benar menyebut "murtad" alias keluar dari Islam.
Dia membuat analogi bahwa Kanjeng Nabi itu ummi, alias tidak bisa membaca dan menulis. Beda dengan santri-santri yang menjunjung tinggi turats dan mampu menguasai kitab kuning.
Tentu saja dia sengaja menganalogikan dua hal yang tidak setara ini (qiyas ma'a al-fariq) untuk tujuan menyindir, dan tidak bertujuan untuk mengkritik.
Pada arti generiknya, kritik itu berarti tanggapan. Tapi tidak semua tanggapan adalah kritik. Tanggapan yang bernilai kritik adalah tanggapan yang mengurai argumen sebagai dekonstruksi, misalnya.
Di bawah ini adalah video terbarunya, yang lagi-lagi menyindir, terkait sikap masyayikh Lirboyo yang meminta presiden memberikan abolisi pada kasus Gus Yaqut (saya punya refleksi soal abolisi ini, insya Allah akan saya ulas kelak).
Saya masih menduga ia akan memberikan "kritik", tapi ternyata tidak.
Dia menyindir bahwa dengan pemberian abolisi ini maka kita akan tahu deal-dealan (saya pakai istilahnya) apa antara ulama NU dan pemerintah yang sudah masuk lewat Muktamar, hingga menyebut nama Mas Nusron segala.
Kasus Mas Nusron terkait Muktamar NU dan kasus Gus Yaqut terkait haji itu dua perkara yang sangat berbeda.
Gus Yaqut itu dituduh korupsi dengan memperkaya diri dan orang lain dari duit haji. Akan tetapi, dari 100 saksi yang sudah dihadirkan, dari 21 persidangan yang digelar, dari ratusan BAP dan bukti yang sudah ditunjukkan...
...tidak ada satu pun bukti bahwa Gus Yaqut menerima aliran dana, baik langsung maupun pertanra, dan tidak memerintahkan korupsi dan menikmati hasil korupsi, baik langsung maupun lewat nota perantara.
Bagi siapapun yang selalu berkomentar "maling, kok, dibela?!", tolong tunjukkan kepada saya satu saja buktinya. Satu saja. Karena sampai sekarang bukti itu tak pernah ada di persidangan.
"Kita tunggu persidangan selesai saja!"
Justru itulah masalahnya!
Persidangan sudah pada tahap mengundang para saksi ahli untuk mengurai apakah kebijakan Gus Yaqut ini melanggar aturan atau tidak, kebijakannya mengubah kuota dari 92:8 menjadi 50:50 ini melanggar Undang-Undang atau tidak.
Jadi, tidak akan mengulas soal "Gus Yaqut maling atau tidak".
Ketika Ibrahim Arif dan Amsal Sitepu hadir di persidangan, keduanya memberikan dukungan moral karena kasus mereka mirip; sama-sama dipenjara dan dihukum tanpa bukti.
Amsal bernasib mujur karena akhirnya dibebaskan berkat bantuan media sosial. Andaikan tanpa suara warganet yang mengangkat kasusnya sampai viral, kemungkinan besar ia akan bernasib sama.
Tapi bagi orang ini, yang jelas sekali tidak mengikuti bagaimana seseorang sedang mencari keadilan, malah dipakai alat untuk menyindir NU lewat nama Mas Nusron dan Muktamar NU yang jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan kasus haji.
Pertama, pertemuan di Lirboyo itu atas permintaan Gus Mus atau Kiai Mustofa Bisri (nama yang tidak masuk peredaran Muktamar sama sekali), bukan dari keluarga Gus Yaqut sendiri.
Kedua, bahwa ada Gus Yahya di sana, tentu saja karena fakta biologis bahwa ia adalah kakak kandung Gus Yaqut.
Ketiga, acara itu bersifat tabayun, bahwa apa yang beredar di publik bahwa Gus Yaqut korupsi ternyata tidak sesuai fakta di persidangan. Banyak BAP yang dicabut, bahkan ada yang mengatakan BAP-nya ditulis dan diarahkan oleh KPK, bukan menurut sesuai keterangan saksi.
Keempat, bukti nomor tiga di atas bisa kalian saksikan di Pamitnya Ngantor. Nanti kalian melihat sendiri bahwa hakim berencana mengundang verbalisan, menghadirkan penyidik yang menulis BAP (karena banyak saksi mencabutnya di persidangan).
Masak rangkaian fakta seperti ini tidak membuat kalian curiga dengan sistem hukum di Indonesia?
Terakhir, saya cuma bilang padanya, semoga salah satu konten fitnanya ini dihisab di akhirat. Karena cocokloginya telah memfitnah Gus Mus yang mengusulkan pertemuan tersebut, sekaligus merendahkan para masyayikh yang hadir di Lirboyo.
Telur asin laukku siang ini warnanya kuning, tidak oranye seperti biasanya.
Hayo bebek, kamu selingkuh ya?
Anna Hasbie retweeted
miris bnyak yg komen
pdhl kalau saya intip profilnya islami buanget
koruptor kok disholawati
padahal Gus Yaqut tidak terbukti menerima serupiahpun uang dana haji yg dituduhkan @KPK_RI itu (dari sidang2 selama ini)
lalu sy ingat saat Nabi Muhammad meminta mujizat
next ...
























