Ga semua orang punya keluarga yg peduli atau orang tua yang mau dengerin. Ada yang sudah terbiasa nangis sendiri, pegang tangannya sendiri, dan rayain pencapaiannya sendiri, karena memang nggak ada yang peduli dan merayakan mereka.
Jadi, coba lebih baik dan lebih lembut ya. Kita nggak pernah tahu siapa yang malam ini tidur dengan perasaan sedih, orang yang terpaksa jadi keluarga buat dirinya sendiri cuma biar bisa bertahan.
Kadang yang mereka butuh bukan nasihat panjang, tapi sekadar rasa bahwa ada orang yang peduli tanpa harus ditanya atau diminta.
Arrayan Taysir retweeted
Ga semua orang punya keluarga yg peduli atau orang tua yang mau dengerin. Ada yang sudah terbiasa nangis sendiri, pegang tangannya sendiri, dan rayain pencapaiannya sendiri, karena memang nggak ada yang peduli dan merayakan mereka.
Jadi, coba lebih baik dan lebih lembut ya. Kita nggak pernah tahu siapa yang malam ini tidur dengan perasaan sedih, orang yang terpaksa jadi keluarga buat dirinya sendiri cuma biar bisa bertahan.
Kadang yang mereka butuh bukan nasihat panjang, tapi sekadar rasa bahwa ada orang yang peduli tanpa harus ditanya atau diminta.
Arrayan Taysir retweeted
Part II KALULA
Malam harinya, di bawah terangnya cahaya bulan purnama yang menembus air, Kalula bermimpi. Dalam mimpinya, ia mendengar suara lembut dari tetua kura" yang telah tiada. Suara itu berbicara tentang "Mata Air Biru", sebuah tempat suci di palung tersembunyi yang airnya selalu sejuk dan mampu menyembuhkan terumbu karang.
"Pergilah ke timur, Kalula, melewati arus hitam dan kepulauan seribu bayangan," bisik suara itu dalam mimpi. "Hanya engkau yang memiliki peta di tempurungmu yang dapat membuka jalan menuju sumber kehidupan itu."
Saat terbangun, Kalula tahu bahwa ia tidak bisa tinggal diam. Rumahnya sedang dalam bencana dan ribuan makhluk kecil bergantung pada kelangsungan hidup terumbu karang tersebut. Meski perjalanannya ini penuh bahaya, ia membulatkan tekad untuk memulai pengembaraan seorang diri.
Arrayan Taysir retweeted
Pengalaman dan teknologi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Cara tradisional sering kali mengandalkan keterampilan, ketelitian, dan pengalaman yang diperoleh selama bertahun tahun. Meskipun terlihat sederhana, banyak metode tradisional yang masih terbukti efektif dan memiliki nilai tersendiri. Ada kepuasan berbeda ketika sebuah pekerjaan diselesaikan menggunakan kemampuan dan tangan sendiri.
Di sisi lain, teknologi modern menawarkan kemudahan yang luar biasa. Berbagai mesin dan peralatan canggih mampu mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, serta membantu manusia menyelesaikan tugas yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga. Perkembangan teknologi juga membuka peluang untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih praktis dan inovatif. Namun, kecanggihan teknologi tetap membutuhkan pengalaman dan pemahaman manusia agar bisa digunakan dengan maksimal.
Keduanya memiliki kelebihan masing masing dan tidak selalu harus dibandingkan. Pengalaman tradisional mengajarkan keterampilan dan kesabaran, sedangkan teknologi modern memberikan kecepatan dan kemudahan. Menggabungkan keduanya mungkin menjadi cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna. Kalau harus memilih, kalian lebih suka cara tradisional berdasarkan pengalaman atau teknologi modern yang serba canggih?
š¤ Made with AI
Arrayan Taysir retweeted
trap
Abang aku habis bikin cendol sendiri, tapi bentukan cendolnya tu bukan yang kaya telor kodok gitu loh. malah kaya gumpalan, ga ngerti juga si. tapi jujur enak aja makan cendol ngegumpal gini.
pas tadi siang-siang minumnya enak, seger gitu ditambah sama gula arennya itu. bikin tenggorokan rasanya lega dan enak.
untung abangku pinter masak jadi bisa nyobain buatannya deh, minusnya dia habis bikin apapun berantakan banget dan ga diberesin.
Arrayan Taysir retweeted
This is how the normal distribution is modeled mathematically
Fresh vegetables always make the produce section look so colorful and inviting. š„¦š„ Everything is neatly arranged, from leafy greens to bright red tomatoes and crunchy carrots. It almost makes grocery shopping feel therapeutic, especially when you get to pick out fresh ingredients for your next homemade meal. š„¬š
Arrayan Taysir retweeted
"Sheās hard to read."
No, she just learned that keeping some parts of her life to herself is a form of peace.
Not everything deserves to be explained, and not everyone deserves access.
Kebanyakan rasa kecewa bukan datang dari perbuatan orang lain, tapi dari harapan yang kita taruh di pundak mereka. Kita berharap dia ngerti tanpa diminta, berharap dia balas sebaik kita, berharap dia ada saat kita butuh. Begitu kenyataannya beda, hati langsung jatuh.
Dan yang bikin sakit, mereka sering nggak sadar kalau mereka sedang mengecewakan. Bagi mereka, itu cuma hal biasa. Lupa, sibuk, atau memang nggak sepeduli yang kita kira. Sementara kita sudah telanjur membayangkan versi mereka yang jauh lebih baik dari aslinya.
Soalnya, semua orang itu manusia. Bisa lelah, bisa berubah, bisa salah, bisa lupa. Bahkan orang yang paling kita percaya pun nggak kebal dari itu. Bukan karena mereka jahat, tapi karena memang begitulah manusia: nggak ada yang sempurna dan nggak ada yang bisa selalu memenuhi harapan kita.
Makanya, belajar menurunkan ekspektasi itu bukan berarti jadi sinis atau berhenti percaya sama orang. Kita tetap bisa tulus, tetap bisa baik, tetap bisa sayang. Bedanya, kita melakukannya tanpa menuntut balasan. Kalau dibalas, anggap bonus. Kalau nggak, hati sudah siap dan nggak terlalu hancur.
Yang bisa kita andalkan sepenuhnya cuma diri sendiri. Jadi gantungkan harapan terbesarmu di sana, dan sisanya, nikmati saja apa yang datang dari orang lain dengan hati yang ringan.






























