Pinned Tweet
Jadi, twt adalah cobaan baru. Bisa memanfaatkan dg baik apa engga, atau malah sering dipake maksiat.
Cek niat sebelum nge-twit.
ayna 😼🍉 retweeted
Jika heran kenapa filmnya tidak berhasil se-deep bukunya (buat yang sudah baca). Tolong diingat kalau seni film dan seni menulis itu berbeda. Worth to watch kok but don't expect too much. Karena menurutku, semua film yang diadaptasi dari sebuah buku pasti berbeda jauh.
ayna 😼🍉 retweeted
Pentingnya belajar public health. Menkes ga harus dokter, tapi harus kuat public healthnya.
jadi gini guys, menkes budi gunadi sadikin bilang indonesia tidak akan kuat membiayai layanan kesehatan untuk 280 juta penduduk kalau masih pakai pendekatan kuratif (mengobati saat sakit).
kutipannya kurang lebih, sebagai bankir dia melihat pendekatan kemenkes yang lalu tidak akan kuat membiayai layanan kesehatan indonesia. makanya pemerintah beralih ke pendekatan promotif preventif (menjaga orang tetap sehat), salah satunya lewat cek kesehatan gratis (ckg), dan itu jauh lebih murah
dia membandingkan belanja kesehatan per kapita per tahun dan usia harapan hidup:
amerika serikat: us$11.900, usia 79 tahun
kuba: us$1.900, usia 79 tahun
jepang: us$5.500, usia 84 tahun
singapura: us$3.300, usia 84 tahun
malaysia: us$430, usia 76 tahun
indonesia: us$130, usia 74 tahun
dia bilang singapura "yang sekarang agak tidak sehat karena asapnya banyak". katanya jepang dan singapura lebih hemat karena menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati. kutipannya, makanya namanya menteri kesehatan, bukan menteri kesakitan
kalau mau menyamai malaysia, indonesia perlu menambah sekitar us$300 per kapita per tahun, dikali 280 juta penduduk, jadi sekitar us$84 miliar. belanja kesehatan indonesia saat ini disebut rp640 triliun
nah menurut kalian guys, fokus ke pencegahan seperti cek kesehatan gratis ini sudah tepat, atau layanan pengobatan di rumah sakit juga harus dibenahi sekarang?
"Lobus frontal ada di os genu" INI LUCU BGT
ayna 😼🍉 retweeted
“Nek ditangkep?”
“Tak bebasin.”
Is so gonna be me and daughter conversation coded (only about Aksi) (nothing else please!).
Anw nggak nyangka yang jadi pahlawan sapu-sapu di thread ternyata ibu-ibu 🫶 luvs ✊
Krisis identitas. Gini nih kl ngadain program/kebijakan tp minus tujuan, opo wae ditrabas.
SAH KOPDES BAKAL MELAYANI PASIEN BPJS
jadi gini guys, menkes budi gunadi sadikin memastikan klinik kesehatan di gerai kopdes merah putih bisa melayani peserta bpjs kesehatan. disampaikan di jakarta utara, jumat 30 oktober 2026
kutipannya kurang lebih, betul, sama seperti semua klinik swasta yang bisa pakai bpjs juga. ini menjawab keraguan soal isu bpjs dihapus dan diganti klinik kopdes yang sempat beredar
klinik kopdes memakai skema bisnis seperti klinik swasta. kemenkes sudah menjalankan beberapa pilot project untuk melihat model bisnisnya. menkes juga bilang pembahasan soal klinik dan apotek di kopdes masih berjalan, sebagai salah satu unit bisnis koperasi selain logistik dan perdagangan
latarnya, pada agustus 2026 prabowo bilang di setiap gerai kopdes akan ada klinik yang melayani kesehatan jarak jauh. kutipannya kurang lebih, tidak boleh lagi ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh, dan tidak boleh lagi ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar
ini mirip dengan berita menkes yang kita bahas sebelumnya, tapi di sini ditekankan soal bpjs-nya
nah menurut kalian guys, klinik di kopdes yang bisa pakai bpjs ini bikin akses kesehatan desa lebih dekat, atau tetap bergantung pada kesiapan tenaga medis dan alatnya?
Ini sbnrnya URGENSINYA APA, kocak. Emg pemerenta suka sekali mengada-adakan yg tidak urgen, tp yg urgen dibiarkan.
Udh puluhan tahun desa itu punya faskes pembantu macam polindes/ponkesdes, belom posyandu, kenapa itu ga diperbaiki sistem, manajemen, dan sarprasnya dulu?
Udah fix ya berarti kata Menkes, Kopdes bakalan diproyeksikan sebagai Klinik Pratama.
Selama ini Kemenkes amat ketat dalam perizinan pendirian klinik atau FKTP. Legalitasnya harus jelas, dokumen lingkungan hingga IPAL harus ada, aspek bangunan, sarana prasarana hingga digitalisasi pelaporannya harus sudah ada. Dan yang paling penting harus sudah diakreditasi juga.
Jadi penasaran, apakah nantinya bakalan "dipermudah" lagi nih buat Kopdes? 🤔


























