β
Dengan perangai seperti ini, Minhyun semakin tergoda untuk mengganggu Kim Seojun. Namun kali ini ia tahu batasan, jangan sampai pemuda itu memilih resign dan membuatnya kembali bosan.
βSelama Seojun-gun membawa saya pulang, sepertinya tidak akan menjadi masalah.β
β β
β
βLagipula, saya tidak mau kehilangan mainβ cough, maksud saya intern yang saya pegang di divisi saya,β Minhyun menambahkan sembari menenggak minumannya, βKalau ada yang berani apa-apa, nanti laporkan saja pada Angkasa. Biar dia yang urus.β
β β
β @believesnt
β
Minhyun sangat tahu jika ia bersikap menyebalkan dan membuat Seojun kesulitan mengingat posisinya di perusahaan cukup krusial untuk pemuda itu. Tapi tetap saja itu tidak merubah pemikirannya yang ingin mengerjai anak itu sampai kesal bukan main.
β β
β
βTapi? Tapi apa? Lanjutkan perkataannya,β Ia meminta seraya menaikkan alisnya, menunjukkan wajah penasaran yang sesungguhnya membuat orang lain ingin memukulnya.
Minhyun menatap pemuda itu tepat di matanya, menantang untuk melanjutkan kata-katanya.
β β
β @believesnt
β
He didn't know his habit to tap the table during his reading would disturb someone that much. It wasn't that noisy though, too dramatic.
He flashed you a smile which didn't even reach his eyes and said politely, βI'm sorry, I didn't know tapping table would be too noisy.β
β
β
Sarcasm is his love language. To be honest he could just let it go and mind his business again, but his mood wasn't really good today.
βI'll make sure to be as silent as I can, like an invisible man,β he added while tilting his head upward.
β β
β @TheGlassWings
β
Coba ditanyakan terlebih dahulu, anda tidak bisa menahan sekretaris anda kalau misalnya ia tidak betah.β
β
Iya kah? Tapi saya tetap curiga Jihyun-ssi sedang setengah mabuk. Saya merasa wajah saya malam itu biasa saja, jadi tidak mungkin seperti yang dikatakan Jihyun-ssi. Mungkin lain kali bisa ditunjukkan kepada saya secara langsung, saya tidak percaya kalau belum melihatnya.
β β
β
Sebelum rasa malas menyerangnya, Kang Minhyun dikejutkan dengan kalimat yang pemuda itu ucapkan. Wah, berani juga dia, begitu pikirnya.
βBenarkah? Kalau begitu saya izinkan,β Ia berucap ringan sembari menyinggungkan senyum lebar, seolah-olah tidak keberatan sama sekali.
β β
β
βKalau begitu saya harus minum banyak malam ini supaya Seojun-gun bisa memandikan saya,β selorohnya santai dan kembali memanggil bartender untuk memesan lebih banyak minuman beralkohol tinggi.
β β
β@believesnt
β
Wajah saya berseri-seri? Tidak salah tuh, Jihyun-ssi? Padahal saya biasa saja, saya cuma senang karena respon dia menarik sekali waktu saya isengin.
Saya tidak menyangka seorang Song percaya zodiak. Lagipula saya juga tidak berminat jadi simpanan, tidak perlu khawatir.
β β

