Pinned Tweet
Ternyata tahun 2018 ini saya lumayan banyak baca buku (karena tahun lalu agak males baca buku). Bikin thread review singkat buku-buku apa saja yang sudah saya baca di tahun 2018 ahhh..
Ari Mur retweeted
Teman-teman, jgn berkecil hati soal limit, saya tidak menyangka bakal seramai ini terhadad Pram. Ini tautan baru: bukan cuma Perempuan, tapi juga Arus Balik dan Arok Dedes yang sudah dimutakhirkan + anotasi tambahan. Selamat menikmati, PDF dan EPUB-nya: mediafire.com/folder/b2thw7l…
Ari Mur retweeted
ANIMASI SEDERHANA, TAPI MAKIN LO TONTON, MAKIN SESAK RASANYA. 🥹💔
Hidup digambarkan kayak perjalanan bintang. Awalnya ada kakek, nenek, ayah, ibu. Lalu datang teman, pasangan, sampai anak kita sendiri.
Pelan-pelan, jalur mereka berpisah. Ada yang pergi karena waktu, ada yang karena keadaan, ada yang memang sudah selesai perjalanannya.
Gue jadi mikir, waktu kecil kita sibuk pengen cepat dewasa. Begitu dewasa, kita malah pengen punya lebih banyak waktu sama orang tua.
Lucunya, kita sering merasa masih punya banyak hari buat ketemu, ngobrol, atau sekadar makan bareng.
Padahal nggak ada yang tahu berapa panjang garis perjalanan masing-masing.
Jadi kalau hari ini orang yang lo sayang masih ada, jangan pelit waktu.
Karena suatu hari, yang tersisa mungkin cuma kenangan. ❤️
Ada yang mau 1 tiket Jakarta Film Week 2026 buat hari ini 18.45 di CGV Grand Indonesia utk film Next Step Studio Indonesia dan 1 tiket besok 18.50 di CGV Grand Indonesia utk film GJLS: Berapi Api? Kalau ada yang mau, DM saya ya. Gratis, daripada gak kepake.
Ari Mur retweeted
Jangan percaya mentah-mentah pada narasi yang bilang masuk Standalone Market itu gapapa, buktinya pasar saham Argentina justru naik +3000% dalam 5 tahun setelah masuk Standalone Market
Itu narasi menyesatkan penuh ilusi yang menyembunyikan fakta makroekonomi sebenarnya
Nih saya jelaskan tuntas
Argentina diturunkan statusnya menjadi Standalone Market karena kontrol modal (capital controls) dan pembatasan valuta asing ketat yang diberlakukan pemerintahnya sejak September 2019. Aturan ini dinilai menyulitkan investor asing untuk merepatriasi dana atau mengonversi mata uang
Bila dilihat memang pasar saham Argentina naik +3000 lebih dalam waktu 5 tahun sejak downgrade tsb. Namun sebenarnya, kenaikan tsb disebabkan oleh dua hal:
1. Inflasi yang menggila di sana. Inflasi sempat mencapai hampir 300%
Total inflasi akumulasi 5 tahun mencapai lebih dari 2.600% akibat pencetakan uang masif setelah krisis gagal bayar utang pada 2020. Nilai mata uang Peso anjlok lebih dari 80% dan Argentina mengalami hiperinflasi
Ketika inflasi meroket dan mata uang Peso terdevaluasi tajam, masyarakat dan investor institusi enggan memegang uang tunai. Mereka mengalihkan dana ke aset riil dan ekuitas (saham) perusahaan yang memiliki aset berharga atau pendapatan dalam mata uang asing (seperti emiten komoditas dan ekspor).
Kamu investasi saham jungkir balik sampai cuan saham multibagger pun, secara riil tidak banyak artinya. Di tahun 2024, cuan 200% pun terhitung masih rugi, karena harga barang-barang kebutuhan hidup naik jauh lebih tinggi hampir 300%
Jadi kenaikan di pasar saham Argentina tsb disebut Illusionary Rally, bukan karena pertumbuhan ekonomi perusahaan
2. Pergantian kebijakan pemerintahan baru
Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei sejak 2023 yang menerapkan kebijakan "terapi kejut" dan penghematan anggaran ekstrem (austerity), kondisi ekonomi Argentina menunjukkan pemulihan di sisi makro. Hal ini juga mendorong penguatan harga saham. Ekspektasi investor menjadi lebih positif
Namun hal ini juga diiringi tekanan sosial yang berat bagi rakyat Argentina. Sejak 2023 Argentina mengalami krisis ekonomi parah. Mulai 2025 agak membaik. Namun kondisi ekonomi masih tetap buruk. Inflasi berhasil ditekan, namun masih berada di kisaran lebih dari 30%
Kalau dilihat GDP per kapita Argentina sampai 2025 pun masih belum mampu naik di atas level sebelum krisis
Jangan dianggap masuk Standalone, lalu otomatis ada peluang naik tajam seperti Argentina. Itu ngawur. Belum tentu
Biasanya pasar saham yang normal bergerak seiring dengan ekonomi negara. Ekonomi bagus, pasar saham juga kondusif. Demikian juga sebaliknya. Jika pasar saham naik gila-gilaan, sedangkan ekonomi ancur parah, artinya ada something wrong seperti kasus Argentina
Menjadi Standalone Market bukanlah sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Artinya pasar saham negara tersebut dianggap UNINVESTABLE karena mengalami disfungsi sistemik
Ari Mur retweeted
SEPORSI KEBINGUNGAN BUDAK KORPORAT:
Menunggu arahan = “tidak inisiatif”
Inisiatif duluan = “tidak koordinasi”
😵💫😵💫😵💫
Ari Mur retweeted
Ternyata ada orang yang bertahan hidup cuma karena dia tau bunuh diri itu dosa🥹
So guys pls be kind, be nice, be positive, be genuine in this cruel world.
Ari Mur retweeted
Koesalah Soebagyo Toer sudah memulainya dengan menghimpun artikel-artikel abangnya itu, jadilah Menggelinding I yang terbit pada 2004 silam. Kemungkinan harusnya muncul juga Menggelinding II, III, dst. karena sejak 1957 hingga 1965 Pram produktif juga menulis di media massa.
Ari Mur retweeted
Monster (2023) adalah suatu masterpiece yang semua orang harus tonton sekali seumur hidup
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster
Makasih kesempatannya buat Bara ikut KAI Rail Academy @KAI121
𝗞𝗔𝗜 𝗥𝗮𝗶𝗹 𝗔𝗰𝗮𝗱𝗲𝗺𝘆: 𝗦𝗲𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝘁𝘂𝗴𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝘁𝗮𝘀𝗶𝘂𝗻? 𝗦𝗲𝗿𝘂 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁! 🎉
Kebayang nggak, sehari jadi Kepala Stasiun? Mulai dari memakai seragam, mengenal tugas petugas, sampai ikut merasakan langsung kesibukan di stasiun. 🤩
Itulah keseruan anak-anak dalam program KAI Rail Academy: Satu Hari Menjadi Petugas Stasiun, pada musim liburan sekolah kemarin. Mereka diajak belajar, mencoba pengalaman baru, dan melihat lebih dekat bagaimana perjalanan kereta api dipersiapkan. 🤗
Mau tau gimana keseruannya? Coba simak video ini, yuk! 💙
By the way, selamat Hari Anak Nasional 2026! 🥳
Mari terus ciptakan ruang bagi anak-anak untuk belajar, mencoba, dan berani bermimpi. Karena bisa jadi, dari pengalaman kecil hari ini, tumbuh mimpi besar di masa depan. 🫶🏻
#KAI121
#HariAnakNasional2026
#KAIRailAcademy
#MelayaniSepenuhHati
Ari Mur retweeted
𝗞𝗔𝗜 𝗥𝗮𝗶𝗹 𝗔𝗰𝗮𝗱𝗲𝗺𝘆: 𝗦𝗲𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝘁𝘂𝗴𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝘁𝗮𝘀𝗶𝘂𝗻? 𝗦𝗲𝗿𝘂 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁! 🎉
Kebayang nggak, sehari jadi Kepala Stasiun? Mulai dari memakai seragam, mengenal tugas petugas, sampai ikut merasakan langsung kesibukan di stasiun. 🤩
Itulah keseruan anak-anak dalam program KAI Rail Academy: Satu Hari Menjadi Petugas Stasiun, pada musim liburan sekolah kemarin. Mereka diajak belajar, mencoba pengalaman baru, dan melihat lebih dekat bagaimana perjalanan kereta api dipersiapkan. 🤗
Mau tau gimana keseruannya? Coba simak video ini, yuk! 💙
By the way, selamat Hari Anak Nasional 2026! 🥳
Mari terus ciptakan ruang bagi anak-anak untuk belajar, mencoba, dan berani bermimpi. Karena bisa jadi, dari pengalaman kecil hari ini, tumbuh mimpi besar di masa depan. 🫶🏻
#KAI121
#HariAnakNasional2026
#KAIRailAcademy
#MelayaniSepenuhHati
Ari Mur retweeted
KAI Daop 1 Jakarta gelar KAI Rail Academy untuk edukasi anak-anak
elshinta.com/kategori/1/aktu…
Ari Mur retweeted
- Ada orang-orang yang nunggu jam 20.01 biar tarif LRT turun jadi Rp10.000.
- Ada orang-orang yang bela-belain naik Busway sebelum jam 07.00 pagi biar hemat Rp1.500.
- Ada Ojol yang motornya disita petugas saat nganter makanan demi ngejar setoran.
- Ada yang checkout pas tanggal kembar (7.7, 8.8, dst.) demi gratis ongkir dan cashback.
- Ada yang numpang Wi-Fi gratis buat hemat kuota internet.
- Ada yang sengaja transfer lewat bank atau QRIS tertentu biar bebas biaya admin.
- Ada yang memilih bayar pakai metode pembayaran tertentu demi dapat cashback atau poin.
- Ada kurir yang tetap narik meski hujan deras karena kalau berhenti, penghasilannya ikut berhenti.
- Ada orang yang nunda makan siang supaya uangnya cukup sampai akhir bulan.
- Ada orang yang membandingkan harga di beberapa minimarket cuma buat hemat beberapa ribu rupiah.
- Ada orang tua yang menahan beli kebutuhan sendiri supaya uang sekolah anak tetap aman.
- Ada pedagang kecil yang tetap buka sampai larut malam berharap ada pembeli terakhir.
- Ada pekerja yang lembur bukan karena ingin, tapi karena butuh tambahan penghasilan.
- Ada keluarga yang menghitung pengeluaran harian sampai ribuan rupiah supaya kebutuhan bulanannya cukup.
- Ada orang yang rela antre panjang demi dapat sembako atau barang yang lebih murah.
- Ada orang yang berburu promo belanja karena selisih puluhan ribu sangat berarti.
- Ada pekerja yang jalan kaki beberapa kilometer demi menghemat ongkos transportasi.
- Ada orang yang menunda ganti HP atau motor karena uangnya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Ada yang bawa bekal dari rumah supaya uang makan bisa dihemat.
TAPI ADA JUGA ORANG YANG NUMPUK 74 KILOGRAM EMAS DIRUMAHNYA !!!
OH INDONESIAKU !!!
Ari Mur retweeted
Juli adalah bulan istimewa bagiku. Untuk merayakannya, alhamdulillah diberikan rezeki untuk berbagi buku bagus kembali. Yang ingin mencoba cukup RT dan berikan komentar apa pun terkait buku. Komentar yg paling kusuka akan berkesempatan mendapatkan satu buku Perburuan karya Pram.
Setuju. Saya sejak sekitar 10 tahun lalu juga memutuskan berhenti baca karya Tere Liye dg alasan ini
Minggu lalu, aku baru saja melepas buku Tere Liye terakhir yang berada di rakku. Dulu (seingatku) aku suka sekali membacanya, sampai yakin memberi rating 5/5, dan rela datang ke talkshow beliau untuk mengemis tanda tangan. Namun, sebagaimana hidup, sudah semestinya bacaan kita ikut bertumbuh.
Aku memutuskan untuk beralih ke buku-buku dari penulis lain—yang aku yakini dari otak dan pikiran merekalah tulisan berasal. Aku sudah tidak mau berjudi membaca tulisan dari sosok yang entitasnya aku ragukan; apakah ia memang individu tunggal, atau ada banyak kepala yang turut keroyokan (semacam kerja kelompok) untuk menghasilkan cerita-cerita yang kemudian dicetak menjadi buku dengan nama satu orang saja. Menurutku, itu tidak adil bagi pembaca.
Ini tentu keputusan personal. Aku tidak akan menghakimi kalian yang masih membaca buku-bukunya. Tapi saranku, ketika kalian memuji sederet buku-buku itu, setidaknya kalian harus mempertanyakan: sebetulnya ke mana puji-pujian itu tertuju? Apakah ke Bung Darwis, sosok yang memakai nama pena “Tere Liye”, atau justru kepada seorang atau sekelompok penulis yang diupah untuk menulis cerita di balik merek “Tere Liye”? Jawabannya tentu masih abu-abu, sebab memang itulah yang tak pernah terkonfirmasi.
Semua kembali ke pilihanmu.
Ari Mur retweeted
Tidak semua buku yang bagus cocok untuk semua orang.
Menurut saya, salah satu nasihat membaca yang kurang tepat adalah:
"Semua orang harus membaca buku ini."
Buku bisa sangat bagus, tetapi belum tentu cocok untuk semua pembaca. Tetralogi Buru karya Pram, misalnya.
Banyak yang menganggapnya sebagai salah satu karya sastra terbaik Indonesia. Pengaruhnya besar, temanya penting, dan kualitas penulisannya diakui luas, baik nasional maupun internasional.
Namun bukan berarti semua orang akan menikmatinya. Sebab waktu, minat, pengalaman hidup, dan pengetahuan dasar setiap orang berbeda.
Selain itu, bisa jadi sebagian pembaca mungkin belum tertarik pada sejarah, kolonialisme, atau isu sosial yang menjadi bagian penting dari cerita di Tetralogi Buru.
Dan itu tidak masalah.
Tidak semua buku yang bagus harus kita sukai atau harus kita baca.
So, kalau kamu belum membaca atau tidak suka karya Pram dan buku bagus lainnya, that's okay.




































