Pinned Tweet
WTS WTB MAU BELI JUAL APLIKASI PREMIUM MURAH🐈
NETFLIX DISNEY+ YOUTUBE PREM VIDIO
VIU CANVA PRO PRIME WETV IQIYI LOKLOK BSTATION ZOOM SPOTIFY LIGHTROOM
#zonauang #Zonajajan #ZonaBA
´• ˕ •` retweeted
sempat hilang 90 tahun, kanguru pohon kini hadapi ancaman kepunahan lagi akibat habitatnya terb4k4r
´• ˕ •` retweeted
“sekedar mau padamkan” juga ga boleh… itu tanah dan hutan merekaa lohh :(😭
#SavePapua #PrayForPapua
#AllEyesOnPapua
´• ˕ •` retweeted
Can we please stay focused on the bigger issues?
Fokus pada Karhutla. Jangan lupakan Papua, Kalimantan, Sulawesi. Banjir, krisis ekonomi, pajak, kasus keracunan. There's still so much that needs our attention and so many things we need to fight for
´• ˕ •` retweeted
-PRAMOEDYA ANANTA TOER-
(6 Februari 1925 – 30 April 2006) atau yang akrab disapa "PRAM", adalah salah satu sastrawan paling berpengaruh dan novelis legendaris dalam sejarah sastra Indonesia modern.
Lahir di Blora, Jawa Tengah, ia menjadi saksi sekaligus pencatat kritis era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, masa revolusi kemerdekaan, hingga rezim otoriter Orde Lama dan Orde Baru.
Sepanjang hidupnya, Pram melahirkan lebih dari 50 karya yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa asing, menjadikannya satu-satunya penulis Indonesia yang berkali-kali masuk dalam nominasi Nobel Sastra.
Sebagai figur penting dalam dunia literasi dan pergerakan, profil singkat Pram mencakup beberapa aspek utama:
1. Masa Tahanan dan Pembuangan di Pulau Buru
Kehidupan Pram penuh dengan represi politik karena tulisan dan pandangan sosialnya yang dianggap membahayakan penguasa.
• Era Kolonial & Orde Lama: Ia sempat dipenjara oleh Belanda selama masa revolusi kemerdekaan dan ditahan pada akhir masa pemerintahan Sukarno.
• Rezim Orde Baru: Pasca-peristiwa 1965, Pram ditangkap dan menjadi tahanan politik tanpa pengadilan selama 14 tahun. Ia diasingkan ke Pulau Buru (1969–1979) dan menjalani kerja paksa dalam kondisi memprihatinkan.
Setelah dibebaskan, ia tetap menyandang status tahanan rumah dan tahanan kota hingga akhir 1990-an.
2. Lahirnya Mahakarya Tetralogi Buru
Di tengah keterbatasan, kekerasan, dan larangan menulis di Pulau Buru, Pram memanfaatkan ingatan dan tradisi lisan untuk merangkai cerita kepada sesama tahanan sebelum akhirnya menuliskannya di kertas semen bekas.
Dari sinilah lahir mahakaryanya yang paling monumental, yaitu Tetralogi Buru:
• Bumi Manusia (1980)
• Anak Semua Bangsa (1980)
• Jejak Langkah (1985)
• Rumah Kaca (1988)
Novel-novel tersebut mengisahkan perjuangan tokoh MINKE, seorang intelektual pribumi yang menantang feodalisme dan kolonialisme Belanda.
Di Indonesia, buku-buku ini sempat dilarang beredar dan dibakar oleh rezim Orde Baru karena tuduhan menyebarkan ideologi terlarang.
3. Karya Penting Lainnya
Selain Tetralogi Buru, Pram sangat produktif menulis novel sejarah, biografi kritis, serta kumpulan cerpen yang berfokus pada martabat manusia dan kritik sosial:
• Keluarga Gerilya & Perburuan: Novel awal yang menangkap psikologi masyarakat di tengah perang kemerdekaan.
• Gadis Pantai: Novel pilu yang diangkat dari kisah nyata neneknya mengenai penindasan feodal kaum priyayi terhadap perempuan desa.
• Arus Balik & Arok Dedes: Novel sejarah epik yang menjadi kritik alegoris terhadap perebutan kekuasaan.
• Panggil Aku Kartini Saja: Biografi kritis yang membedah pemikiran radikal R.A. Kartini menentang feodalisme.
• Nyanyi Sunyi Seorang Bisu: Catatan nonfiksi personal berbentuk surat-surat berisi penderitaan dan refleksi kemanusiaan selama diasingkan.
4. Penghargaan Internasional
Meski karyanya sempat disenyapkan di tanah air sendiri, dunia internasional memberikan penghormatan tinggi atas konsistensi Pram dalam menyuarakan keadilan.
Ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya
1. Ramon Magsaysay Award (1995)
2. UNESCO Madanjeet Singh Prize
3. Fukuoka Cultural Grand Prize (2000).
Pramoedya Ananta Toer wafat di Jakarta pada usia 81 tahun, meninggalkan warisan literatur tak ternilai yang terus menginspirasi generasi muda untuk berani berpikir kritis dan melawan ketidakadilan.
Se-PRAM apa kamu disituasi sekarang?
´• ˕ •` retweeted
“JANGAN SAMPE ANAK KITA CUMA LIHAT CENDRAWASIH DARI FOTO” 😭😭
YA ALLAH SEDIH BANGET DENGERIN INI SAMPE HABIS😭
JANGAN SKIP.
BANTU UP‼️‼️
she's doing so much for indo lgbt community. bi, kind, pretty, talented, and political aware. oh naykilla, you will always be adored by me
´• ˕ •` retweeted
Setuju. Aku lebih dulu tau laut bercerita. Lalu setelah punya kesadaran, aku beli buku non fiksi yang menjelaskan lebih detail terkait sejarah negara ini.
Buku2 yang sudah aku baca
´• ˕ •` retweeted
Diskursus terkait karya Leila (re: laut bercerita dan pulang) tu mengingatkan ku pada hukum ketiga Ranganathan "Setiap buku memiliki pembacanya". Being woke is good, tp jangan mencela orang-orang yg baru memasuki dunia sastra. Buku-buku Leila n Tere Liye kayanya-
´• ˕ •` retweeted
TAKUT PADA LUPA, saya ingetin lagi! Since 1998-now Prabowo itu PENJAHATNYA BUKAN KORBAN.
Tetap fokus, berisik & bersuara, jgn ter-distract dgn berita yg saat ini sdg mereka naikkan.
Ingat, hak hak kita masih dirampas & tidak dipenuhi.
#INDONESIASADAR
#ALLEYESONINDONESIA
´• ˕ •` retweeted
pernah disinggung sedikit di buku ini juga. dimana perintah pencopotan prabowo dari jabatannya sbg pangkostrad keluar setelah habibie mendapat informasi bahwa ada pasukan dari luar jakarta menuju ibu kota, termasik di kediaman presiden habibie yg baru saja dilantik.









































