Bertahun-tahun gue berduka gak kuliah S1 di prodi dan universitas impian gue, ditambah mengalah dan lepas opportunity beasiswa. Jadi ketika ada kenalan gue bilang "kok gak memaksimalkan kegiatan di univ sih?"
Gue memilih gak nanggepin serius karna dia gak tau pengorbanan gue.
cla retweeted
Bbrp tahun terakhir, gw berusaha melatih emotional intelligence dgn belajar mengendalikan reaksi sendiri. Gk semua perkataan hrs dibalas, gak semua situasi hrs dimenangkan dan gk semua emosi hrs diluapkan. Gk terpancing dan gak asal bicara saat emosi, baik di rl maupun di sosmed.
Baca qrt dan reply-nya banyak yang relate. Jujur, capek pikiran dan batin mengalah terus dari kecil. Semoga masing-masing dari kita makin dibukakan pintu lebar dan jalan yang mudah buat menggapai cita-cita dan juga hidup di kehidupan yang lebih layak🫂
cla retweeted
Aku pengen sarapan roti, susu, buah, yohurt, makan ikan tiap hari. Pengen bisa belajar dan ngembangin potensi tanpa harus takut uangnya habis. Capek beneran capek. Pengen bisa belajar dengan tenang tanpa merasa bersalah liat keadaan rumah.
cla retweeted
Kalau ada orang tiba-tiba kritik pemerintah, bukan berarti fomo. Bisa aja hidupnya terdampak sama kebijakan yang dirasa kurang bijak. Bisa aja hati nuraninya tergerak lihat saudara sebangsanya menderita. Kritik bukan berarti benci. Negara gak akan maju kalau isinya cuma puja-puji
cla retweeted
sahabat gue yang baru ditinggal meninggal ibunya 6 hari lalu, kemarin udah berangkat ke kalimantan buat jadi relawan pemadaman kebakaran hutan. dia bilang "gamau berlarut dalam kesedihan, mau ikut berbagi dalam kebaikan". 6 hari lalu, dia meluk gue sambil nangis. Hormat! 🫡
Sebagai warga kabupaten gw merasa bangga ketika ada kenalan yang seumuran yang bisa kuliah di benua Eropa. Which is masih ada harapan coyyyy
cla retweeted
Ok I want to reaally talk about adult ADHD & being an Indonesian rn.
Not the fun and daisies, but about when you have ADHD, is now an adult, lu ada kemungkinan kecanduan ngentot/masturb/seks bebas, kejebak pinjol dan judol, gila belanja.
Some paper cites up to 58% prevalensiny.








































