Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen) profile picture

We stand with Iran ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ท

Joined August 2009
Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)Photo by Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ddarpen)
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Pernyataan Sikap atas Jumpa Pers Kepala Kepolisian Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Yg saya dan masyarakat tanyakan adalah cara aparat memperlakukan anak-anak perempuan. Yg dijawab justru terorisme dan izin pesantren. Saya telah menyimak jumpa pers Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026. Saya menghargai komitmen Pemerintah Provinsi untuk memberikan pendampingan psikologis dan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak yg terdampak. Itu langkah yg benar. Namun dengan berat hati saya harus mengatakan: jumpa pers itu tidak menjawab pertanyaan publik. Masyarakat umum, MUI, PBNU, ormas Islam, dan para wakil rakyat tidak sedang mempersoalkan apakah polisi boleh memburu buronan. Yg dipersoalkan adalah mengapa pintu asrama putri didobrak pukul 03.20 dini hari? Mengapa anak-anak ditodong laras panjang sebelum sempat menutup aurat? Dan mengapa mereka diperiksa tanpa didampingi wali? Pertanyaan itu malah dijawab dengan dua topik lain: terorisme dan administrasi pesantren. Bagaimana pun, masa lalu tersangka bukan dosa para santriwati! Dalam jumpa pers disebutkan bahwa tersangka dan buronan kasus pembakaran warung adalah mantan narapidana terorisme. Saya tidak membantah informasi itu, dan saya mendukung penuh perburuan terhadap pelaku. Tetapi rekam jejak dua orang dewasa tidak boleh ditempelkan pada belasan anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Polda Jateng sendiri menyatakan belum menyimpulkan adanya kaitan kedua lokasi dengan jaringan terorisme. Buronan yg dicari tidak ditemukan di sana. Para santriwati yg dibawa berstatus saksi, bukan tersangka. Maka, mengaitkan peristiwa ini dengan terorisme di hadapan kamera, sebelum ada kesimpulan apa pun, hanya akan melahirkan stigma yg menempel pada anak-anak itu seumur hidup. Saya juga menyesalkan penyebutan bahwa para perempuan dan anak di lokasi mengenakan cadar. Pakaian adalah pilihan keyakinan yg dilindungi konstitusi, bukan petunjuk kejahatan. Menyebutnya dalam konteks penggeledahan buronan sama dengan mengajak publik mencurigai jutaan muslimah yg berpakaian serupa. Jumpa pers juga menekankan bahwa lokasi di Mojolaban tidak terdaftar di Kementerian Agama, diduga merupakan rumah tahfidz mandiri tanpa izin operasional, dan tidak terkait dengan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Jombang. Pemerintah Provinsi bahkan menyatakan akan melakukan penertiban. Soal izin adalah urusan administrasi, dan itu bisa dibenahi bersama Kementerian Agama dengan cara yg baik. Tetapi status izin sebuah lembaga tidak mengurangi satu pun hak anak yg tinggal di dalamnya. Seorang santriwati di rumah tahfidz kecil di desa memiliki martabat dan perlindungan hukum yg sama dengan santri di pesantren besar mana pun. Mengangkat isu perizinan setelah publik mempersoalkan prosedur penggeledahan memberi kesan bahwa korban sedang dicari-cari kesalahannya. Saya berharap kesan itu keliru. Saya juga berharap penertiban tidak dilakukan dengan menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum seluruh fakta tentang malam itu diungkap. Jangan sampai mereka kehilangan dua kali: rasa aman, lalu kemudian tempat belajarnya. Kapolda menyatakan penggeledahan dilakukan dengan izin pengadilan. Saya menghormati itu. Namun izin pengadilan memberi wewenang untuk menggeledah, bukan cek kosong untuk menggeledah dengan cara apa saja. Pertanyaan-pertanyaan berikut belum dan wajib untuk dijawab: 1. Mengapa penggeledahan asrama putri harus dilakukan pukul 03.20 dini hari dengan mendobrak pintu? 2. Apakah ada polisi wanita yg menangani para santriwati sejak awal, saat mereka belum mengenakan jilbab? 3. Mengapa anak-anak di bawah umur yg berstatus saksi diperiksa di Polsek tanpa didampingi wali, kuasa hukum, atau pendamping anak? 4. Bagaimana seorang balita berusia 5 tahun bisa terpisah dan baru ditemukan oleh warga? 5. Di mana berita acara penyitaan atas uang, emas, sepeda motor, dan barang pribadi lain yg menurut pengurus belum diterima hingga kini? Sikap dan tuntutan saya: 1. Mendesak Kapolri memerintahkan Propam Polri memeriksa prosedur penggeledahan secara terbuka, terpisah dari penyidikan kasus pembakaran warung. 2. Meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan KPAI turun langsung mengumpulkan keterangan para santriwati, ustadzah, dan orang tua/wali santriwati. 3. Meminta Polda Jateng memperlihatkan penetapan pengadilan dan berita acara penyitaan kepada pengurus, serta mengembalikan barang yg tidak terkait perkara. 4. Meminta Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama tidak menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum hasil pemeriksaan keluar, dan memfasilitasi pengurusan izin bila diperlukan. 5. Mengajak media dan publik tidak melabeli para santriwati dengan stigma terorisme selama tidak ada kesimpulan hukum apa pun. Mengusut pembakaran warung dan melindungi anak-anak perempuan bukanlah dua hal yg harus dipilih salah satunya. Negara yg kuat sanggup melakukan keduanya sekaligus. Polri hari ini mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Semangat itu akan diuji bukan oleh jumpa pers, melainkan oleh keberanian memeriksa diri sendiri. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai para santriwati mendapat kejelasan, keadilan, dan pemulihan. Hormat saya, Azzam Mujahid Izzulhaq, Warga Negara Indonesia. Tembusan: 1. Presiden Republik Indonesia @prabowo 2. Kapolri @SuyudiArioSeto 3. Ketua Komisi III DPR RI @habiburokhman 4. Ketua Kompolnas @kompolnas_ri 5. Ketua Komnas HAM @KomnasHAM 6. Ketua Komnas Perempuan @KomnasPerempuan 7. Ketua KPAI @KPAI_official 8. Kapolda Jawa Tengah @poldajateng_ 9. Pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban
250
1,549
54
2,720
63,090
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Pertanyaannya adalah : 1) pantaskah utusan khusus Presiden datang ke acara palsu ? 2) percayakah bahwa Raffi Ahmad tidak tahu bentuk dan siapa pembuat acara tersebut sebelum dia datang ? 3) apakah tamu undangan bisa menjadi โ€œkomandoโ€ saat acara ? 4) kalau tidak ribut, apakah Raffi akan membantah ?
jadi gini guys, raffi ahmad heran kenapa dia jadi tersangka opini gara-gara hadir di acara deklarasi sumpah pemuda di bundaran hi, jakarta, tanggal 29 oktober di bilang itu cuma diundang dan datang karena menghargai undangan, tapi pas acaranya jadi bahan ribut, justru raffi yang kena sorotan dan dituduh macam-macam, padahal yang bikin acara dan yang ngundang itu orang lain kalau memang raffi cuma tamu, maka pertanyaan soal acara itu lebih pas diarahkan ke penyelenggara, bukan ke raffi, katanya adilkah orang yang cuma memenuhi undangan ikut nanggung kontroversinya nah menurut kalian guys, wajar nggak raffi dibela karena cuma tamu undangan, atau tetap ikut tanggung jawab karena acaranya jadi polemik?
33
74
3
219
8,025
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Saya dinas di karanganyar dan tau fungsi clurit/arit, parang ya buat tani karena banyak petani dan panahan ya buat olahraga. Batak islamophobik dikasih jabatan luarannya gini nih di otaknya "Cadar" = teroris, ayo kita grebek pakai prosedur teroris. Biadab kalian!
Ini respon Kapolda Jawa Tengah atas penggrebekan Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalatul Quran di Sukoharjo...
52
749
11
2,116
49,233
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Yang lagi VIRAL di Sukoharjo. Jadi ada warung mie babi dibakar, terus polisi nuduh salah satu ponpes terlibat, polisi gerebek jam 3 pagi ketika santri pada tidur dan nggak pakai pakaian yg menutup aurat. Pengrebekan tidak manusiawi. Terus santriwati dibawa ke polres, ternyata tidak terbukti terlibat. Koruptor aja yang ngerugiin negara milyaran, nangkapnya nggak gitu banget lho pak. Ini yg masih dituduh aja segitunya nangkapnya.
140
1,579
58
3,185
99,846
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Yth #Kapolri @SuyudiArioSeto Mohon Staf Anda melakukan klarifikasi dan komfirmasi agar tidak khianati komitmen Anda, bertransformasi untuk adaftif ๐Ÿ’ฅPolisi Dobrak Paksa Pesantren Putri di Sukoharjo Diduga Tanpa Surat Resmi, Kronologi Penggerebekan Dinilai Kejam dan Tak Manusiawi Tahukah Kamu?, SUKOHARJO - Sebuah tragedi horror dan traumatis bagi anak-anak santri perempuan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo baru saja terjadi pada 29/10/2026. Sekolompok polisi dengan senjata lengkap tiba-tiba mendobrak tempat tinggal santriwati sekitar pukul 3 pagi, tidak hanya mendobrak masuk, para polisi diduga melakukan kekerasan pada santri perempuan tanpa memberikan kesempatan bagi mereka menggunakan hijab. Kasus ini viral di media sosial setelah salah seorang pengurus pesantren membagikan surat pernyataan resmi pesantren atas tragedi yang mereka alami. Bagaimana sebenarnya kasus ini? mari kita bahas: - Kronologi Versi Ponpes. Menurut surat edaran Nomor 010/RTQ-HQ/SE/X/2026 tanggal 29 Oktober 2026 dari Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin, pukul 03.20 WIB Brimob bersenjata lengkap dan puluhan polisi yang mengaku dari Polda Jateng dan Polres Sukoharjo mengetuk pintu pondok saat santriwati masih tertidur. Karena tidak ada yang buka, pintu didobrak. Santriwati kaget dan belum pakai jilbab, sembunyi di kamar ustadzah, tapi pintu kamar itu juga didobrak hampir rusak. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum menutup auratnya. Padahal kesehariannya para santriwati sangat menjaga diri berinteraksi dengan lawan jenis dan selalu menggunakan hijab bahkan cadar, namun pada saat itu mereka tidak dibiarkan menggunakan hijab. Ada satu santriwati di ruang belakang yang disuruh tiarap, dibolak-balik, wajahnya dicengkram sambil dibentak "Kamu laki-laki atau perempuan?" dan disuruh perlihatkan rambutnya sambil ditodong. Pukul 03.51 WIB para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban, lalu jam 10.00 WIB dipindah ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan tanpa didampingi wali dan kuasa hukum, tanpa surat panggilan. Jam 14.00 WIB mereka minta makan, baru dikasih makan jam 17.00 WIB setelah lemas kelaparan. - Balita Ikut Dibawa, Wali Mengaku Tidak Ditelepon. Karena tak ada yang mendampingi, salah seorang wali santri meminta agar para santriwati dipulangkan. Polisi menyebut bahwa orang tua mereka sudah dihubungi untuk menjemput mereka pulang. Namun ternyata setelah dibebaskan, para wali santri mengaku tidak pernah menerima telepon dari polisi, kecuali wali Isyana. Balita usia 3 tahun anak ustadzah yang ikut dibawa karena menangis terus trauma. Anak usia 5 tahun sempat hilang, diamankan warga dan diantar ke rumah kakeknya di Semanggi. - Barang Disita Rp50 Juta dan Garis Polisi. Ponpes menyebut yang disita: busur dan anak panah 1 set untuk ekstrakulikuler memanah santri, drone untuk ekstrakulikuler, HP santri dan ustadzah, uang tabungan lebih dari 16 juta, emas Antam 1 gram, dirham di brankas, dan 3 unit motor ustadzah. Total sekitar Rp50 juta tanpa surat penyitaan sampai surat itu ditulis. Aktivitas belajar di pesantren terpaksa berhenti karena dipasang garis polisi. - Versi Polisi. Polisi menggeledah dua pondok pesantren di Karanganyar dan Sukoharjo pada Selasa (27/10/2026) terkait penyidikan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo. Penyidik menyita sejumlah senjata tajam, busur, anak panah, dan membawa 27 orang untuk diperiksa sebagai saksi. Dari dua lokasi, 12 orang di Jenawi Karanganyar dan 15 orang di Mojolaban Sukoharjo, termasuk anak di bawah umur. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan P2TP2A dan UPTD PPA, dan seluruhnya telah dipulangkan. Ponpes sendiri bilang, setelah pemeriksaan tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga semua dipulangkan, tapi barang yang dibawa polisi belum kembali. Pihak ponpes mengutuk keras tindakan yang dinilai di luar prosedur dan berharap jadi bahan evaluasi. Surat edaran lengkapnya bisa dibaca di Komentar. @MuchtarLuthfi_7
109
971
25
1,523
28,782
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
situ POLISI Apa SETANโ‰๏ธ๐Ÿคจ mo Terdaftar apa Kaga, Gak gitu juga Caranya.. Itu Pondok Pesantren Tahfiz, Bukan Markas Preman!!! santri nya Perempuan Semua.. masih pd Remaja yg Belajar Hafal Quran!! maen Gerebeg tengah Malem, disaat santriwati pd istirahat, bhkan mgkin ada yg Lepas Jilbab!! dan itu Klean Gak Peduli???? Bangsat๐Ÿคฌ
148
414
15
753
8,214
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Ayo pak @SuyudiArioSeto, jaga nama baik Polisi di mata umat, hindari kejadian2 intimidasi keterlaluan seperti ini. Sudah saya sampaikan ke Komisi 3 ya, agar ini diusut tuntas. Agar kita pulihkan nama baik semua. Kita buktikan #PolisiBersamaMasyarakat
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Assalamuโ€™alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Bapak Kapolri yg saya hormati, Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah: 1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya. 2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata. 3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan. 4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya. 5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis. Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya? Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen. Bapak Kapolri, Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan. Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya. [BERSAMBUNG]
53
313
4
633
9,502
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Dari tadi gw berusaha paham, kok bisa Wagub yang mendapat mandat langsung dari rakyat cuma hahohaho di depan Kapolda Islamophobi begini. Ternyata kaum NKRI harga mati hehe
Ini respon Kapolda Jawa Tengah atas penggrebekan Pondok Pesantren khusus perempuan Hamalatul Quran di Sukoharjo...
32
145
5
327
6,481
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Peringatan Pak @Yusrilihza_Mhd bhw pencalonan Gibran sebagai Wapres kedepan akan jadi masalah, akhirnya terbukti. Peringatan Pak @Yusrilihza_Mhd 17 Oktober 2023 yang menyarankan agar Gibran tidak maju sebagai cawapres - walau MK sudah memutuskan memenuhi syarat, karena putusan MK tersebut problematik. Namun dikoreski kembali tgl 20 Desember 2023. Dengan keputuan 2 (dua) lembaga hukum tertinggi (MK dan MA) yang menyatakan bahwa Gibran tidak memiliki ijasah SMA atau setara, maka sudah dipastikan bahwa secara hukum Gibran tidak sah sebagai Wapres. Kita tunggu kewarasan para politisi untuk mengambil keputusan politik untuk tuntaskan penyelesaian masalah ini.
48
216
4
595
26,456
Lingkar istana Kecolongan Raffi Ahmad diledekin aktivis satu satu Studio saat seminar bersama Erick Thohir
96
4,209
69
17,034
501,095
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Sarah Sechan ngerasa ada yang JANGGAL dari klarifikasi Raffi Ahmad soal acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI 29 Oktober kemarin. Dia nyentil klarifikasi Raffi yang bilang cuma diundang dan nggak tahu detail acaranya. Padahal di acara itu menurut Sarah, Raffi keliatan kayak spokesperson. Sarah bilang kalo dia sendiri diminta jadi pembawa acara pasti selalu tanya detail dulu, mulai dari siapa yang bikin, konsep acara, siapa yang hadir, rundown, sampai siapa pengisinya. Jadi nggak semua acara Sarah bisa terima. Lalu dia nanya sarkas ke Raffi, "Jadi maksudnya Anda kena PRANK?" Sarah lanjut ngebahas soal prank itu. Kalo emang kena prank harusnya pas sampai di lokasi langsung keliatan siapa aja yang hadir. Dia bisa tanya mereka yang ngaku mahasiswa itu dari kampus mana. Kalau ternyata bukan mahasiswa harusnya langsung ketahuan. Tapi menurut Sarah, Raffi tetap ikut acaranya dan teriak "hidup mahasiswa!". Padahal bisa banget mutusin buat pergi dan itu namanya integritas. Di kolom komentar, netizen nimbrung bilang heran kok Utusan Presiden kayak Raffi bisa kena prank acara sih. Sarah bales sambil ketawa nyeletuk soal atribut ikat kepala merah putih. Di postingan terpisah, Sarah cerita soal "biggest flex"-nya. Dia nggak pernah social climbing dan nggak ikut grup arisan atau lingkaran pertemanan yang isinya social climber. Sarah juga nggak pernah terima tawaran jadi tamu acara gosip di TV apalagi jadi MC acara partai. Dia cinta kerja tapi nggak gila harta dan popularitas. Rumahnya nggak ada kolam renang, followers medsosnya nggak sampai setengah juta dan buat dia itu nggak masalah. Yang penting kelakuannya nggak bikin anaknya malu, biar anaknya bisa bangga dan bilang "ibu is my teacher for life". Dari sarkas soal kena prank sampai prinsip hidup, Sarah Sechan nih jadi bukti kalo vokal itu nggak harus ngegas yang penting isinya kena. Mantaphhh!!
Raffi Ahmad akhirnya MINTA MAAF soal kehadirannya di acara peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI 29 Oktober kemarin. Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi bilang dia datang karena diundang. Informasinya baru dia terima malam sebelum acara. Dia juga ngaku tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara dan TIDAK MENGETAHUI detail susunan acara serta pihak-pihak yang hadir. Pernyataan "tidak mengetahui" ini langsung disorot Andovi da Lopez. Di videonya, Andovi sempat mengkritik Raffi soal acara itu. Andovi bilang kalo dilihat dari sisi best case scenario, mungkin Raffi memang nggak tahu apa yang terjadi di lapangan. Tapi menurut Andovi, Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden nggak bisa terus sembunyi di balik ketidaktahuan dan harusnya cari tahu kalau emang nggak tahu. Ternyata, pas klarifikasi Raffi keluar, alasan "tidak mengetahui" itu persis seperti yang Andovi bilang sebelumnya. "Sadly I CALLED IT" kata Andovi alias dia udah nebak alasan itu bakal dipakai Raffi. Andovi juga bilang "gak tau" selalu jadi alasan andalan yang dipakai. Punya jabatan sebesar itu tapi soal acara masih "baru dikabarin semalam". Nggak tahu itu bukan alasan apalagi buat yang seharusnya gampang cari tahu. Ya kali, Bang ๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„
119
4,186
115
15,094
571,899
Lucunya negeri ini. Rakyat disuruh nasionalis, tapi pembalut pun dianggap barang mewah kena PPN 11%. Popok bayi yang kalau nggak dipakai anakmu bisa infeksi dianggap objek pajak. Air minum kemasan kebutuhan dasar di negara yang air kerannya nggak bisa diminum kena pajak. Kalian motong gaji kami 21% sebelum uangnya sempat kami pegang. Kalian ambil 11% setiap kami belanja sabun buat mandi biar nggak bau pas kerja buat bayar pajak lagi. Lalu dengan enteng kalian tanya: "Apa kontribusimu untuk negara?" Kontribusi kami adalah membuat kalian tetap bisa rapat di ruangan ber-AC sambil nanya pertanyaan bodoh itu.
4
120
5
200
4,086
Hanya karena insiden pembakaran warung mie babi ๐Ÿท Pondok pesantren jadi sasaran penggeledahan aparat bersenjata lengkap. Tidak bisakah dengan pendekatan persuasif yang tidak membuat trauma para santri??
96
596
14
959
9,626
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
TERUS BERSUARA KAWAN !!! EFEK CANCEL CULTURE ITU NYATA !!! banyak yang cancel di acara rans milik raffi ahmad di jogja
37
1,606
34
6,747
209,954
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Setuju ustadz, atas kebiadaban ini tidak cukup dengan permohonan maaf. Kapolda harus dicopot, lanjutkan reformasi Polri yang tertunda semasa Listyo Sigit. Jangan lagi gunakan SOP cara zionis seperti IDF di Indonesia.
Replying to @SuyudiArioSeto
@SuyudiArioSeto konpres model kayak gini udah gak dipercaya masyarakat lagi, masih terang benderang dibenak kami bagaimana dulu fitnah institusi kalian kepada 6 orang syuhada pengawal HRS, kalau anda punya hati, copot itu Kapolda Jateng, berhenti lah menyudutkan pesantren, berhenti ngarang cerita demi membenarkan perbuatan kalian!!
189
3,186
56
8,578
176,489
Saya kira di jaman pak @prabowo ini ga akan terulang lagi kisahยฒ pilu yg terjadi di pemerintahan sebelumnya, ternyata tetap terulang ๐Ÿ˜–๐Ÿ˜ด #sekjenpks #santriwati
12
197
330
1,990
Suwal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ retweeted
Baik Putusan MK apalagi Suket yg dibatalkan MA. Ini perkara besar. Tapi beban pembuktian terbesar di Kemendikdasmen baru kemudian kawan2 KPU & Bawaslu. Utk KPU dan Bawaslu ini menunjukkan ada proses yg tdk seksama dan ceroboh. Komisi 2 akan mengingatkan KPU dan Bawaslu.
87
85
11
264
15,951