doviii (@dedeovero) header
doviii (@dedeovero) profile picture
.
Joined January 2020
Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)Photo by doviii (@dedeovero)
saya aslinya 4 orang 🤲
16
3
185
3,485
doviii retweeted
abis minum ga ngentot = waste of alcohol n money😌😌
15
53
33
757
26,605
sp-phone di telfon kantor tu doesn't mean lu bisa teriak teriak di telfon kantor anjing. lawan bicara lu tuh pake telfon dengan proper. dongo emg orang dari desa ini
1
212
Anyone but that pig 😞💔
The founder of Ayam Goreng Suharti has passed away at 86.
39
6,303
41
38,959
578,828
doviii retweeted
22
2,443
329
13,802
321,324
tarik napas jg dipajakin di sini mah.
BREAKING !!! Hashim Menyampaikan Transfer Bank Akan Dikenakan PAJAK Digital.
1
190
doviii retweeted
dah dibenerin 🙏🏻
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
9
896
5
4,974
37,323
421
1,814
393
10,168
118,179
doviii retweeted
it’s nut in oomf november
117
4,581
1,074
24,747
575,355
4
8,060
242
24,103
329,862
Apasi NNN. Coli mah coli aj
66
642
81
4,250
122,262
HAHAHAHAHAH AJGGGGGG
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
169
pak ogah kalo dipakein wig mirip kiki saputri.
248
2,722
343
18,758
161,689
doviii retweeted
24
1,416
35
18,091
285,132
B dengan B:
Nape T dgn T boleh, tp B dgn B tak boleh?
13
175
13
1,145
38,283
doviii retweeted
50
8,982
398
22,762
253,516
dah dibenerin 🙏🏻
“Ketika Anda angkat Salib maka lawan politikmu termasuk Saya Natalius Pigai seolah2 musuh Allah. Anda orang benar dan pemerintah orang berdosa. Ketika anda angkat Salib ( anda anggap diri sudah sekutu Allah). Sementara pemerintah termasuk belasan Menteri dan Wakil Menteri di Kabinet ini (termasuk Natalius Pigai) yang beragama Kristiani dianggap pendosa dan seolah2 kami ini bersekutu dengan setan. FATAL!.”. Saat salib dibawa masuk ke panggung politik, saat itu juga salib berhenti sebagai simbol keselamatan dan berubah menjadi simbol kekuasaan serta unjuk kekuatan. Begitu salib berubah menjadi simbol kekuasaan, orang akan langsung teringat pada luka lama sejarah: Perang Salib. Mengapa hal itu sangat berbahaya? Salib telah kehilangan maknanya. Di hadapan salib, kita sesungguhnya harus menyampaikan credo: “Aku anak yang berdosa, ampunilah aku.” Namun, di panggung politik, salib bisa dipelintir menjadi: “Kami benar. Anda, pemerintah, salah. Kami yang berkuasa.” Hal ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai salib yang mengajarkan kerendahan hati, pengampunan, kasih sayang, belas kasih, dan cinta kasih. Salib juga bisa membuat lawan politik seolah-olah menjadi musuh Allah. Inilah yang paling fatal. Dalam politik, lawan kita adalah sesama warga negara yang memiliki perbedaan pendapat dan pilihan politik. Itu merupakan hal yang wajar. Hari ini seseorang menjadi lawan, tetapi esok hari bisa menjadi kawan dalam koalisi. Selengkapnya: posnews.co.id/salib-merah-po…
9
896
5
4,974
37,323
rame amat bjir
1
918
doviii retweeted
november belum ciuman sama sekali
113
648
265
2,655
84,877
SI ADEKK LAGI MODE MARIO BROS😹😹
64
657
19
5,128
37,997