Devi Ayu Hedianti retweeted
Suara hati tulang punggung;
Kadang capek, pengen kayak yang lain gak harus tanggung jawab penuh, gak nanggung beban sendirian, bisa ngabisin uang buat diri sendiri aja, gak musingin kebutuhan orang lain. Kita tuh bukan kuat tapi dikuat-kuatin, bukan selalu ada tapi diada-adain.
Devi Ayu Hedianti retweeted
2022, covid omicron, konflik Rusia Ukraina.
Aku pikir 2022 bakal berbeda.
Baru 2 bulan ko malah gini.
Devi Ayu Hedianti retweeted
Jangan pernah gengsi ketika kamu cari duit halal.
Jangan pernah malu ketika kamu dagang because it’s a noble job.
Jangan minder sama yang kerja kantoran pake baju bagus sementara kamu dagang ngendon di rumah pake daster tiap hari. It’s okay. Ini bukan catwalk pameran baju kece.
Devi Ayu Hedianti retweeted
kalo ngomong sama orang jakarta pasti dibilang "medok banget, pasti dari jawa" hah memang jakarta terletak di burkina faso
Devi Ayu Hedianti retweeted
Cece-cece suroboyo iku buening mulusss barang branded kabeh hp apel kecakot, tapi lek ngomong
"Eh sumpah kon? Cok nggilani lanangan ngono iku."
"Maaf ya aku ga bisa lama-lama. Takut digoleki mamah."
"TADI SIAPA YG MANDI? ITU SANYONE MASIH MURUP"
Devi Ayu Hedianti retweeted
Semoga kita bukan golongan yang menyesal ketika mereka cuma menjadi sebuah rindu. Orangtua dan anaknya, adalah satu kesatuan yang tidak ingin salah satunya tersakiti. Tidurlah sambil mendo’akan orangtuamu. Tidurlah sambil mendo’akan anakmu. 😊
Devi Ayu Hedianti retweeted
Orangtua adalah satu-satunya yang tidak menjelaskan cara dia membahagiakan kita. Karena terlena, semua jadi terbiasa dan lalu lupa kalau kita sedang bahagia. Perlahan ketika dewasa, saat emosi sudah mulai tidak teratur. Kita berdebat penuh dendam dan hilanglah kebaikan mereka.
Devi Ayu Hedianti retweeted
Lalu, di sisi lain sosial media.. memperdebatkan tentang siapa yang harus dibahagiakan.
“Seharusnya anak membahagiakan orangtua” atau “seharusnya orangtua yang membahagiakan anak”. Tidakkah bisa semuanya saling beriringan sesuai dengan waktunya? yang berkesempatan yang melakukan.
Devi Ayu Hedianti retweeted
Bagi orang lain, kalian cuma sebagian orang di Dunia. Tapi bagi orangtua, kalian adalah Dunia-nya. Tolong maklumi rasa posesif mereka. Kalau nanti kalian menjadi orangtua. Maka kalian baru menyadari, ternyata lebih enak jadi seorang anak. Tapi, waktu kan harus terus berputar.
Devi Ayu Hedianti retweeted
males bgt beli di olshop yang belinya pake acara balapan sebagus apapun barangnya intensi beli jd nihil
Devi Ayu Hedianti retweeted
6. bagaimana bisa menghijab hati bila gagal menghijab diri? | hijab hati itu jauh lebih sulit maka dari yang mudah dimulai
Devi Ayu Hedianti retweeted
Negativity itu nular. Stay away dari orang yg negatif mulu pikirannya. Jangan jadiin temen. Susah idup lo. 😊
Devi Ayu Hedianti retweeted
Hidup di dunia cuman sekali, berani ambil resiko berkali2, siap terima rezeki berkali2. Selamat Pagi! :D
Devi Ayu Hedianti retweeted
Gampang nyerah, mendekat ke arah kalah... suka ngeluh, rezekinya juga ngejauh. Mau? saya sih ogah :D
Devi Ayu Hedianti retweeted
Pebisnis wajib ANTI GALAU. Banyak gaGAL tapi tidak pernah menghaLAU utk mencoba lagi... dgn cara yg berbeda
Devi Ayu Hedianti retweeted
Jadi pengusaha jgn jadi pengusaha asal-asalan, Tp jadi pengusaha yg tahan terhadap terjangan badai krisis :)
Devi Ayu Hedianti retweeted
Bnyk org yg ngerasa nyaman dgn kesuksesannya, akhirnya jatuh. Cuma sdkt org sukses yg BERINOVASI agar semakin sukses











