Digital sociology enthusiast and digital literacy activist. IPB candidat doctor IPB, majoring in Rural Digitalisation & Social Change. IG: donnybu

Joined December 2008
Donny Utoyo retweeted
10
32
2,746
Donny Utoyo retweeted
Internet di daerah kita sudah merata? Kenali pula kesenjangan digital perdesaan: bagaimana akses internet, kepemilikan perangkat, dan ketersediaan sinyal berbeda antara kota dan desa? Cek di s.id/peta-bps
2
19
1
68
6,549
Donny Utoyo retweeted
Pilih provinsimu dan petakan prioritasmu: 👉 s.id/peta-bps (by ICT Watch) Silakan bagikan kepada pegiat desa, peneliti, pendidik, dan pengambil kebijakan. Mari gunakan data untuk memperkuat inklusi digital perdesaan.
1
65
175
10,665
Desa bukan sekadar penerima teknologi. Internet hanyalah awal. Kesenjangan digital menyangkut motivasi, akses, keterampilan, dan penggunaan bermakna. Pesan buku Daya Desa edisi cetak / digital dan akses gratis materi bonus langsung ke s.id/dayadesa. Follow IG: donnybu
2
5
62
223,197
Digital dan Ruang Ketiga Desa. Saat banjir memutus sinyal di lokasi bencana, internet darurat hadir di pelataran masjid. Ruang yg dipercaya warga menjadi tempat berbagi kabar dan koordinasi bantuan. Pesan buku Daya Desa cetak/digital: s.id/dayadesa. Follow IG: donnybu
129
AI dan Dian Sastro: "Matinya" Penjaga Pintu dan Glorifikasi Sosok Tak Punya Harapan Ada sebuah monolog dalam film "Esok Tanpa Ibu / Mothernet" ketika tokoh Rama, remaja yang ibunya terbaring koma, bertanya kepada i-BU, kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang khusus untuk mereplikasi suara dan kepribadian sang ibu: "Bisakah kamu peluk aku seperti ibu?" Pertanyaan itu tidak memerlukan jawaban panjang. Hening yang menyusulnya sudahlah cukup. Apa kaitannya dengan Dian Sastro dan doorman fallacy, sebentuk sesat pikir? Lalu siapa sosok yang tak punya harapan itu? Mengapa terjadi "humanity deficit"? Baca selengkapnya di s.id/penjagapintu yaa... atau klik link di bio IG @donnybu Cc @therealDiSastr @ringgoagus
1
1
281
Infografis ringkasan artikel dan hasil survey ttg #marapthon. Baca selengkapnya di IG @donnybu yaa (bisa klik link di bionya). Menelisik tipis2 tentang Marapthon. Pro-kontra silakan, akan lebih baik jika berbasis data, tidak sekedar perasaan suka atau tidak suka. Karena soal selera, khan memang tidak bisa diperdebatkan :) Dua artikel selengkapnya baca di s.id/survei-marapthon dan di s.id/marapthon
2
2
583
MARAPTHON: RUANG KETIGA DIGITAL. Lalu apa hubungannya dengan teori "parasocial" dan "economy of attention" ? Baca yaa artikelnya...
1
82
Menarik nih diskusi seru netizen terpantik mas @aganharahap di Thread, yglantas saya coba respon. "Lalu apa bedanya isi chat grup wa FH UI itu dengan komentar2 di postingan selfienya @nicsap bbrp waktu lalu", demikian ia mengajukan tanya. Simak yuk di: instagram.com/p/DXMDqdGEcnw/…
1
1,212
Diam (Bukan) Berarti Consent: Kala Ruang Digital Menjadi Sarang Kekerasan Seksual Baca selengkapnya di s.id/digital-kekerasan 16 mahasiswa. Satu grup chat. Dan banyak yang memilih diam. Kasus FH UI ini soal ruang digital (tertutup) yang bisa menormalisasi kekerasan. Grup chat adalah ibarat backstage: ruang tanpa mata publik, tempat orang bisa melepas batas rasionalitas. Di dalamnya, rem sosial melemah. Lalu bekerja logika kelompok: tidak ada yang protes, solidaritas adalah koentji! Jadi jelas: memilih diam bukanlah netral! Diam adalah pembiaran yang merugikan korban, bahkan memperburuk. Pun kala terjadi di ruang akademik, artinya: berilmu tak sama dengan beradab. Literasi digital ala old-fashioned vs kebebasan terfasilitasi platform digital.
1
4
1,003
Marapthon AAA Clan bukan sekadar podcast live streaming, tapi telah menjadi ruang ketiga digital. Di dalamnya, audiens tidak hanya menonton, melainkan berinteraksi, membangun kedekatan, dan merasa menjadi bagian dari komunitas. Relasi yang terbentuk bersifat parasosial: terasa dekat namun tidak selalu simetris. Pada saat yang sama, terjadi "economy of attention": chat, donasi, dan interaksi menjadi cara untuk “terlihat” dan memperoleh pengakuan di tengah keramaian (algoritma) digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia akan kebersamaan tidak hilang, melainkan bertransformasi ke dalam ruang digital. Baca selengkapnya di 👉 s.id/marapthon @SiBerkreasi @internetsehat @kompascom @KompasEnt Cc #Marapthon #MarapthonSeason3 #AAAClan @yourbae dkk
545
AI & Anak/Murid: Jangan Cemas, Tetap Cerdas! Belakangan ini muncul kekhawatiran baru: “Anak/murid jangan pakai AI, nanti jadi malas berpikir.” Saya justru melihatnya sedikit berbeda. Masalahnya bukan pada AI. Masalahnya adalah cara kita mendidik anak/murid menghadapi teknologi baru. Dulu kita juga pernah panik. Ketika kalkulator masuk ke sekolah. Ketika Internet digunakan untuk belajar. Ketika wikipedia menjadi rujukan akademik. Setiap teknologi baru selalu dianggap akan “merusak cara belajar”. Tapi sejarah menunjukkan hal yang berbeda. Teknologi tidak merusak kemampuan berpikir. Sejatinya yang merusaknya adalah ketika kita berhenti melatih cara berpikir. AI memang bisa menjadi jalan pintas nan instan. Tetapi AI juga bisa menjadi alat belajar yang luar biasa kuat. Dengan AI, anak/murid akan bisa: • meminta penjelasan konsep yang njlimet • mengeksplorasi ide dan gagasan baru • melihat sejumlah perspektif atas ragam hal • melatih pertanyaan kritis dan jawabannya Namun tetap ada prinsip penting: AI tidak boleh menggantikan usaha dan proses berpikir. Pun AI juga tidak boleh dihentikan untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis anak/murid. Karena pendidikan sejatinya bukan tentang mencari jawaban tercepat, tetapi membangun cara berpikir yang tepat. Di era AI, tugas kita bukan melarang teknologi. Tugas kita adalah mendidik generasi yang mampu menggunakan teknologi dengan bijak. Karena pada akhirnya, AI hanyalah alat bantu belajar. Manusia yang tetap berakal budi, sebagai mahluk yang bernalar dan belajar. PS: Jika hidup/tinggal di pinggir sungai, jangan larang anakmu bermain air dengan memasang pagar tinggi. Justru ajari dia berenang dan bagaimana cara mendapatkan ikan. #literasidigital Ada koreksi: pada slide "5 Prinsip Anak/Murid Cerdas Menggunakan AI", pada poin nomor 4, seharusnya tertulis, "Gunakan AI Secara Etis. Jangan untuk:..." Mohon maaf atas kesalahan ini.
1
1
2
900