Pinned Tweet
KICK-START 🌴🔅⛵ NEW YEAR
―2025
When nature meets luxury . .
Puluhan yacht dgn pemandangan laut yg tenang,
Keindahan horison yg anggun,
Sedikit keriuhan tak mengganggu,
Bertukar kenangan dgn masa lalu sebagai latar belakang.
Nongsa Point Marina tak terlupakan!
Lebih tiga puluh tahun berlalu,
Jejak kaki terakhir di bangku sekolah,
Langkah kaki pertama memasuki dunia kerja:
Keppel land,
Ecoplan,
Putera Kundur Prakarsa.
Nagoya-Nongsa-Muka Kuning-Batam Centre-Sekupang.
Batam, naga kecil yg baru menggeliat.
Teringat petuah guru Rabindra,
"Lebih baik diremehkan di tempat² terbaik daripada pujian dari tempat yg buruk."
📸
EDD retweeted
Century gate gada apa2nya dibanding Mandiri Gate dan drama MSCI. Negara salah urus ko pada diaamm 😵🤯🥴
EDD retweeted
Replying to @eddesign_
Yoii, ingatin teman-teman bre.. kebiasaan rakyat suka lupa kalo udah dikasih bansos..
EDD retweeted
jadi gini guys, ada usulan besar dari pengacara kondang hotman paris hutapea buat presiden prabowo. dia minta indonesia keluar dari new york convention, yaitu perjanjian internasional soal pengakuan putusan arbitrase asing. disampaikan rabu 28 oktober 2026
apa sih new york convention itu? singkatnya, ini perjanjian yang bikin putusan arbitrase internasional bisa dieksekusi di negara-negara anggotanya, termasuk indonesia. arbitrase itu semacam jalur penyelesaian sengketa dagang di luar pengadilan biasa. penjelasan ini dari aku sebagai gambaran umum, bukan dari artikelnya
usulan hotman, prabowo diminta nerbitin perppu buat mencabut ratifikasi konvensi itu, yang dulu disahkan lewat keppres nomor 34 tahun 1981. kalau dicabut, katanya putusan arbitrase dari mana pun gak berlaku lagi di indonesia, dan perusahaan indonesia serta bumn jadi aman. yang mau nuntut silakan lewat pengadilan indonesia
kenapa dia minta begitu? alasan pertama, biayanya mahal. hotman bilang arbitrase kayak di siac singapura bisa makan biaya jutaan dolar buat bayar arbiter dan pengacara asing, padahal sengketanya dan pihak yang bersengketa semuanya ada di indonesia
alasan kedua, soal angka kasus. dari data jamdatun yang dia kutip, ada 34 perkara arbitrase internasional yang melibatkan bumn, dan 12 di antaranya masih jalan. dia juga bilang hampir 90 persen kasus indonesia kalah di arbitrase internasional
alasan ketiga, ada denda gede. belum lama ini dua bumn dihukum bayar denda triliunan rupiah, salah satunya karena gagal ekspor gas dengan denda rp2,2 triliun
alasan keempat, soal keadilan. menurut hotman, putusan pengadilan indonesia gak diakui dan gak bisa dieksekusi di luar negeri, jadi gak ada alasan indonesia tunduk sama putusan pengadilan atau arbitrase asing
dia juga nyambungin ke sengketa yang lagi viral, yaitu soal gas dengan singapura. katanya kalau itu dibawa ke arbitrase, biaya dan risikonya besar kalau kita kalah. terakhir, dia nyebut langkah ini bisa jadi gebrakan berani berikutnya, kayak waktu indonesia geser fokus dari wto ke brics soal nikel
nah menurut kalian guys, keluar dari new york convention ini langkah berani buat lindungi aset negara, atau malah bikin investor kabur?
EDD retweeted
SERUAN AKSI..!
"SEMUA DIUNDANG, SEMUA BOLEH DATANG"
Panjang umur perjuangan
#INDONESIASADAR
EDD retweeted
Pergi Umrah Jangan Transit di Malaysia dan Singapura? Ini Ibadah Mau "Disandera" Diplomasi Baper Gara-gara Karhutla?
Rute transit kan juga karena tiket lebih murah. Apa pemerintah mau menanggung selisihnya?
Kalau mau nasionalis, pemerintah segera tangkap pembakar hutan. Tutup perusahaannya. Jangan korbankan jemaah umrah.
Ibadah bukan alat diplomasi. Jemaah bukan tameng politik. Nasionalisme sejati melindungi rakyatnya, bukan menyuruh mereka membayar ongkos emosi penguasa.
EDD retweeted
INGAT ☝️
Tugas kita 3 tahun kedepan :
1. PS cukup sampai 2029
2. KDM jangan sampai jadi Presiden
3. Gibran dan politik dinasti jangan kasih kesempatan kedua
4. Kawal calon Pemimpin yang menurut kalian kompeten
5. Belajar bedain mana REKAM JEJAK dan mana PENCITRAAN !!
Foto : para jongos bersiap menembak rakyat yang sudah membayar gajinya 🔥
EDD retweeted
Isin2i Presiden kita ya @bang_dasco. Dilihat dunia, tarok dimana muka?
Mosok prajurit disuruh hadapi unras. Sekelas Myanmar.
Prajurit ya terluka hatinya, disuruh berhadapan dgn rakyat, yg harusnya mereka lindungi.
Padahal tinggal didengar aspirasinya & cukup Polri mengawal.
TARIK MUNDUR TENTARA DALAM MENGHADANG AKSI MASSA!
Pantauan langsung 14:22 WIB, Jakarta. Aksi massa rakyat di Jakarta dihadapkan dengan mobilisasi tentara. Prajurit-prajurit ditempatkan di beberapa titik sekitaran Bundaran HI, gang-gang dan beberapa objek vital.
UUD 1945 membedakan fungsi TNI dan Polri dengan jelas. TNI ditempatkan sebagai alat negara di bidang pertahanan, sedangkan Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum. Pemisahan ini adalah salah satu hasil penting Reformasi setelah pengalaman panjang keterlibatan militer dalam kehidupan sipil.
Demonstran bukan kombatan. Kritik bukan ancaman militer. Jalan raya bukan medan perang. Konstitusi menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. UU Nomor 9 Tahun 1998 juga menempatkan pengamanan penyampaian pendapat di muka umum sebagai tanggung jawab kepolisian.
ini kalo gondot mah dipake buat tidur, yang laen keblock ga bisa maen @loneskyraine
EDD retweeted
BLUFFING NUKLIR
Terkadang pemerintah kita ini kebanyakan gaya!🫠
PLTN komersial pertama di PULAU GELASA, Bangka Belitung aja resmi batal, dan terhenti setelah para pemegang saham memutuskan u/ membubarkan PT Thorcon Power Indonesia pada 20|10|2026. Pembubaran pengembang utama ini secara otomatis membuat target pengoperasian PLTN pertama RI pada 2032 (rencana awal 2030) mjd tanda tanya.
Hingga perusahaan tersebut dibubarkan, Kementerian ESDM menegaskan belum pernah mengeluarkan izin tapak ataupun izin konstruksi fisik apa pun u/ proyek tersebut.
Padahal itu wilayah yg masyarakatnya paling "welcome". Tapi karena berlarut-larut tanpa kepastian, proyek ini kemudian menghadapi gelombang protes besar. Pada 21|9|2026, ratusan massa dari Koalisi Sipil mengepung Gedung DPRD. Aksi tersebut menghasilkan komitmen resmi dari DPRD BABEL yg secara tegas menyatakan menolak rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa demi melindungi ruang hidup nelayan & ekologi pesisir.
Di tengah kegagalan PLTN GELASA, tiba² Menteri ESDM pada 26|10|2026 menyatakan sedang mengkaji wilayah Batam hingga Halmahera u/ PLTN.
Isu Nuklir yg tingkat penolakan publiknya sangat tinggi mau dipakai u/ bluffing politik: skala lokal sih oke² saja, tapi bluffing geopolitik jd bahan tertawaan menteri² jiran ha ha 🤯.
Pola ini hanya wacana berulang di atas kertas guna menunjukkan komitmen transisi energi global tanpa kesiapan eksekusi yg matang di dalam negeri.®
EDD retweeted
SETAN HITAM & MALAIKAT PUTIH
Singapura saat ini sedang menghadapi gejala K-shaped growth: Angka pertumbuhan PDB yg tinggi (5,7%, Q2) menunjukkan ketahanan mereka sbg hub global (Canang Atas), namun ketimpangan sektor domestik & padat karya spt ritel tradisional, F&B lokal, konstruksi, transportasi (Cabang Bawah) berisiko menurunkan kohesi sosial & ketahanan ekonomi domestik jika tidak dimitigasi dgn redistribusi fiskal dan transformasi produktivitas pada sektor cabang bawah.
Kekaguman pada Singapura harus diletakkan pada bagaimana pemerintahnya sangat responsif dan jeli memahami situasi. Tanpa banyak drama spt kita!
Pendekatan mereka fokus pada dua pilar utama: menahan kejatuhan Cabang Bawah melalui jaringan pengaman sosial (targeted fiscal safety net) & memindahkan pelaku bisnis/pekerja dari cabang bawah ke Cabang Atas melalui pembaruan produktivitas (structural upgrading).
Saat ini mereka sedang mengarah pada pencapaian Keseimbangan Baru (New Equilibrium).
Dinamika Tarif Trump & K-shaped growth justru menciptakan peluang emas sekaligus tantangan restrukturisasi bagi INDONESIA🇮🇩, khususnya u/ Batam, Bintan, Karimun (BBK), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di koridor Selat Malaka.
Sayang kan pemerintah memakai pendekatan konfrontatif sekedar memenuhi syahwat chauvinistic?
Agar Singapura tetap "sehat" tanpa harus mengorbankan pertumbuhan PDB-nya yg tinggi, mereka harus "mengekspor" masalah inefisiensi ruang & tenaga kerja ke Batam.
BATAM adalah kunci bagi keseimbangan baru Singapura (efek limpahan) melalui konsep Segitiga Pertumbuhan SIJORI (Singapore-Johor-Riau). Bahkan Gub. Sumbar alm. Hasan Basri Durin sudah menerjemahkan konsep itu dari Sumatera Barat. Di era 90an!
Dlm peta geokonomi itu, Indonesia berada pada posisi paling strategis mjd "jembatan produksi" (manufacturing hinterland) bagi Singapura. Ini sangat menguntungkan u/ neraca perdagangan, penciptaan lapangan kerja, dan penerimaan negara (APBN), asalkan BATAM terus meningkatkan kualitas infrastruktur logistik & kepastian birokrasinya agar bisa menangkap limpahan ini secara maksimal.
Singapura sangat memprioritaskan impor energi bersih. Inisiatif pasokan listrik tenaga surya dari Kep. Riau ke Singapura mjd daya tawar geokonomi baru bagi kita. Ini peluang mempercepat transisi energi kita yg saat ini memble: baru 14-15% dari target awal 23%.
Singapura jangan dipandang sbg "Setan Hitam", namun mereka jg bukan "Malaikat Putih" : sektor jasa keuangan inti (Core Financial Services) jangan harap mereka relokasi ke Batam, sangat kecil kemungkinannya!
Perbankan investasi, manajemen aset, dan perdagangan valas berada di Cabang Atas pertumbuhan Singapura. Industri ini tidak butuh lahan luas, melainkan butuh kepastian hukum (common law), stabilitas politik, regulasi global, dan aglomerasi talenta tingkat dunia. Itu keunggulan mereka. Modal triliunan dolar tidak akan dipindahkan ke Batam karena ekosistem regulasi & hukum keuangannya sangat berbeda.
Family Office di BALI dari Lord Luhut tempo hari sebenarnya "model gertak" lebih keren ke Singapura! Tapi lagi² pemerintah tak mampu berkomunikasi dgn publiknya sendiri, sehingga baru tahapan rencana aja sudah mendapat reaksi negatif publik®
Replying to @eddesign_
Anda salah , kalo ngikutin dunia global dan gejolaknya Singapore itu terkena dampak parah. Lembaga keuangan perbankannya dan pasar sahamnya juga ikut runtuh. La Singapore sendiri sekarang sudah cari jalan ke Malaysia dan family office sudah disiapkan katanya.
EDD retweeted
Ini menarik dibahas, suka semangatnya!💪
Tapi ketergantungan pada blok mana pun, Barat maupun non-Barat, selalu membawa risiko dominasi ekonomi dan politik.
BRICS itu sino-sentris. PDB China mencakup lebih dari 70% dari total PDB gabungan BRICS. Dlm sejarah, ketika satu negara terlalu dominan dlm sebuah aliansi, aliansi tersebut cenderung melayani kepentingan negara terkuat tersebut. Sama saja dgn dominasi AS di IMF/Bank Dunia.
Jangan lupa juga fragmentasi kepentingan India, Brasil, dan Afrika Selatan yg secara historis tetap menjaga hubungan ekonomi yg sangat kuat dgn Barat. Mereka punya kepentingan agar aliansi ini tidak mjd blok anti-Barat yg radikal. Ini berbeda dgn Rusia dan China yg memiliki agenda konfrontasi langsung.
Interdependensi adalah basis hubungan global yg sehat!
Narasi bahwa Indonesia "dijajah" secara ekonomi oleh Singapura justru inferior complex: mengabaikan fakta bahwa Singapura itu hub finansial & logistik yg sangat dibutuhkan oleh komoditas Indonesia u/ masuk ke pasar global. Investasi langsung asing (FDI) dari Singapura merupakan modal dari berbagai negara global, termasuk Asia dan domestik Indonesia sendiri yg diputar melalui kepastian hukum Singapura.
Publik kita gampang terjebak narasi² heroik politisi/pejabat yg sedang mencari pijakan membangun legitimasi kekuasaan, menaikkan elektabilitas, atau mengalihkan perhatian dari isu² krusial!🥲
Replying to @eddesign_
Singapore emang simpul kartel barat/yahudi/epstein. Asia lebih aman daripada Eropa/Amerika. Silahkan aja.
Yang bego kita, biarin terus dijajah Sing. Tiru Putin ngusir soros/abramovic.
Sekarang ada alternatif dari jadi jongos barat. Sama BRICS gak terlalu culas.
EDD retweeted
SIAGA 72 JAM
Kesiapsiagaan mandiri selama 72 jam pertama kini mjd standar global baru u/ menghadapi krisis infrastruktur.
Kampanye kesiapsiagaan darurat nasional kini kian masif digaungkan di berbagai penjuru dunia. Berawal dari draf resmi Komisi Eropa mengenai "EU Preparedness Union Strategy" yg dipresentasikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, negara² di dunia kini secara aktif mengedukasi warga sipil mereka.
Langkah ini diambil bukan u/ memicu kepanikan massal, melainkan u/ membangun ketahanan masyarakat (HUMAN FIREWALL): Agar siap menghadapi 72 jam tanpa listrik, internet, air bersih, dan layanan perbankan.
Di tengah eskalasi geopolitik yg tak menentu, potensi sabotase siber terhadap jaringan listrik, hingga cuaca ekstrem akibat krisis iklim, pemerintah di berbagai belahan dunia ingin memastikan bahwa ketika tjd kelumpuhan total pada infrastruktur utama, warga dapat menolong diri mereka sendiri.
Ini krusial agar alokasi bantuan dan tim penyelamat darurat milik pemerintah bisa difokuskan penuh u/ menyelamatkan kelompok yg paling rentan: lansia, anak², dan pasien rumah sakit.
Krisis nyata spt bencana alam besar, kegagalan sistem siber, atau mati lampu massal tidak memberi peringatan sebelum terjadi.
Gimana kesiapsiagaan mandiri kita?
Apakah Anda merasakan kehadiran pemerintah u/ kita?
Atau mereka hadir u/ mereka sendiri dan kelompoknya?
🔔
EDD retweeted
Sumpah, dengarkan kami!
Jangan cuma sibuk pamer kursi kekuasaan, sementara jeritan rakyat di jalanan kalian anggap angin lalu, Pemerintah harus berbenah! ✊🔥
#SumpahPemuda
#AksiNasional
#DengarkanRakyat
EDD retweeted
Penyebab kegagalan:
1. Lobi imposter minyak. Takut subsidi minyak utk PLN berkurang
2. Nggk ada yg lobi petinggi negara dgn janji memberi komisi
Mana yg lebih mendekati realita?
BLUFFING NUKLIR
Terkadang pemerintah kita ini kebanyakan gaya!🫠
PLTN komersial pertama di PULAU GELASA, Bangka Belitung aja resmi batal, dan terhenti setelah para pemegang saham memutuskan u/ membubarkan PT Thorcon Power Indonesia pada 20|10|2026. Pembubaran pengembang utama ini secara otomatis membuat target pengoperasian PLTN pertama RI pada 2032 (rencana awal 2030) mjd tanda tanya.
Hingga perusahaan tersebut dibubarkan, Kementerian ESDM menegaskan belum pernah mengeluarkan izin tapak ataupun izin konstruksi fisik apa pun u/ proyek tersebut.
Padahal itu wilayah yg masyarakatnya paling "welcome". Tapi karena berlarut-larut tanpa kepastian, proyek ini kemudian menghadapi gelombang protes besar. Pada 21|9|2026, ratusan massa dari Koalisi Sipil mengepung Gedung DPRD. Aksi tersebut menghasilkan komitmen resmi dari DPRD BABEL yg secara tegas menyatakan menolak rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa demi melindungi ruang hidup nelayan & ekologi pesisir.
Di tengah kegagalan PLTN GELASA, tiba² Menteri ESDM pada 26|10|2026 menyatakan sedang mengkaji wilayah Batam hingga Halmahera u/ PLTN.
Isu Nuklir yg tingkat penolakan publiknya sangat tinggi mau dipakai u/ bluffing politik: skala lokal sih oke² saja, tapi bluffing geopolitik jd bahan tertawaan menteri² jiran ha ha 🤯.
Pola ini hanya wacana berulang di atas kertas guna menunjukkan komitmen transisi energi global tanpa kesiapan eksekusi yg matang di dalam negeri.®



































