Azka retweeted
Done buat #CF23 nya, thankyou buat yang sempet nyapa 😁
Disclaimer, yang make loreng itu ga cosplay karna itu baju kerjanya 🤣
Azka retweeted
ini ada Ustadz Hilmi di kajian seminggu yang lalu sepertinya, semoga Allah senantiasa lindungi beliau.
Azka retweeted
kalo Teddy beneran direshuffle, dan didepak dr posisi seskab. berarti prabowo udah cerai 2x
Azka retweeted
Tidak ada rivalitas disaat kondisi negara lagi kaya gini, jogja jadi tolak ukur di semua daerah.
Bisa yuk kaya DIY sampai menang. ✊
Azka retweeted
28 okt: demo + memberi perlawanan ke polisi/preman sampai pagi✅
29 okt: Darpito muncul ke media plonga plongo✅
29-31 okt: preman dijemput ke rumah✅
31 okt: RANS pro rezim dicancel tenant, band, dan masyarakat✅
Jogja sibuk tenan🤣🤣🤣
Azka retweeted
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿 𝗕𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗟𝗶𝗵𝗮𝗶 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗼𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗶𝗿 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗟𝘂𝗮𝗿 𝗦𝘁𝗮𝗱𝗶𝗼𝗻?
[SEBUAH UTAS]
LONG LIVE REVOLUTION, THIS IS OUR PLAYGROUND!
LOVE YA! @Brajamusti_YK @S1H_Slemania @BCSxPSS_1976 @paserbumi @CNF_67
WE LUCKY LIVE IN YK🌻
kok gue belum ngelihat feminis2 twiter bersuara soal kasus ini ya??? beberapa gw cek akunnya juga gada brisik soal ini? kenapa tuhhh ya??? ini melebihi cat calling lohh…
⚠️TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
🕒 Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
🛡️Klarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)



















































