Adik-adik itu mengangkat salib karena sebagian masyarakat Indonesia masih terjerat kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Mereka angkat salib demi orang miskin yang terpinggirkan. Sudah betul itu, bung.
SALIB DILARANG UNTUK KEPENTINGAN POLITIK. SALIB HANYA UNTUK MEMBELA KAUM PAPA. SARAN INI BERSIFAT UMUM UNTUK ADIK2 PMKRI SEMUANYA .
Kibarkan salib harus karena kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan demi orang miskin yang terpinggirkan bukan karena rebutan kekuasaan dan jadi partisan kelompok politik lain.
Demi Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria sebagai senior Saya yakin kalian ( siapapun yunior2 dimana saja) tidak akan jadi apa2 di negeri ini karena Salib yang dipukul untuk itu seperti sedang menentang “Sekolah Rakyat, Makan Gratis, Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, Kampung Nelayan dan Rumah Rakyat yang merupakan perintah gereja “option for the poor”. Membela dan memihak pada orang miskin dan kaum papa.
Saran Saya jangan jual salib Kristus untuk politik. Ikuti apa yang saya contohkan selama ini yaitu membela kemanusiaan, membela orang miskin dan kaum papa, hasilnya Saya menjadi Menteri di bulan Rosario 21 Oktober 2024. Semua kader PMKRI yang ikut saya selama ini sudah jadi Gubernur, bupati, pejabat dan komisaris sedangkan kalian yang jual salib Kristus, jual gereja, Ngaku2 mewakili Katolik tidak jadi apa2 hari ini.
Di kabinet ini ada 7 orang yang jadi menteri dan wakil menteri dan semua satu pikiran dengan Saya yakni bekerja untuk kaum papa bukan untuk partai politik, mafia, penguasa dan kelompok kepentingan.
Dan ini fakta bukan hoax. Waktu mereka pimpin kalian jadi apa? Jadi masuk kotak sampah ( J Plate dan Roy Rening). Sekarang kalian ikut mereka lagi. Mikirr ade2 Salib itu berat. Jangan sombong dan arogan mainkan salib Kristus. Nasihat dari kk.
Arin retweeted
ternyata, gue gapernah bener-bener benci sama seseorang, sesakit apapun lukanya hati gue akan selalu memaafkan hal itu, “MY EMPATHY ALWAYS WIN!”
Gua udah ketemu Muslim yg kelakuannya bejat dari puluhan negara. Kebanyakan ya menyalahkan diri mereka yg belum taat; bukan meragukan apalagi menyalahkan agamanya. Belum pernah gua ketemu yg mengolok-olok salah satu rukun Islam kayak gini. Saking vulgarnya, ini jadi kayak fiktif.
Inget banget mamaku ditawarin naik haji sama abangku yang religious terus mamaku ngejawab
"Lu kalo punya duit sebanyak itu mending lu sedekahin ke panti asuhan, mama kuat menghidupi kalian 4 anak sampe kalian semua lulus kuliah, kamu kira mama ga mampu biayain diri sendiri buat naik haji? Mama mampu tapi mama ogah
Ngapain? Bayar ratusan juta buat ke negara sejauh itu itu cuma buat muterin batu? Ga sudi, mama ada Arthritis kamu mau bikin mama lumpuh? lagian Allah kocak banget ngukur keseriusan ibadah umat dari duitnya"
Aku disamping dengerin mamaku sewoke ini tersenyum lebar ☺️
Arin retweeted
Jangan malah nyuruh ramein daerah masing-masing, pas ada yang gak coba demo malah dibully online dan dihujat 😂, konsolidasinya mana coba 🤣, yg kek gini kok mau niru kek 212, ya mana mungkin, gagal mulu orang pikiran mahasiswa ini buat gegayaan doang 🤣
Arin retweeted
Replying to @Rifkyprass
Mereka mau kek 212 tapi demonya harus di seluruh daerah dan skala kecil pula, kalau mau enak, buat skala gede terpusat dulu di Jakarta, pasti kesorot dan yakin elemen lain akan ikutan dan ramein di daerah-daerah, trigger aja gak dilakukan gimana mau sukses 😂
Arin retweeted
Sebenarnya mahasiswa bisa niru 212 tapi karena pikiran buat gaya-gaya dan fyp media sosial jadinya susah niru, bisa aku kasih caranya tapi gak akan dilakukan oleh mereka.
Arin retweeted
...Padahal analisanya bagus tapi jadi aneh akibat kalimat terakhir yg buruk.
Brasil itu dominan Kristen 90%, Islam hanya <1%.
Itu berarti karakter sosiologisnya berbeda.
Ditambah perbedaan absolut geografi. Brasil kontinen, Indonesia kepulauan.
Artinya beda 2 "kodrat".
1-1nya negara di dunia yg layak jadi komparasi oleh Indonesia yah cuma negara kepulauan Filipina.
"Tekstur" sosiologis-geografisnya lumayan mendekati.
Di Indonesia, dominasi Kristen ada di kepulauan wilayah timur.
Di Filipina, dominasi Islam ada di wilayah kepulauan Mindanao.
Lalu koefisien populasi Kristen-Islam antara Indonesia dan Filipina adalah yg paling dekat.
Maka berhasil di Filipina = berhasil di Indonesia.
Dan bagaimana replikasi anak Duterte kan terjadi pada anak Jokowi yakni berhasil sama² menjadi wapres.
Menyodorkan premis argumen "merangkul" tuh gak berlaku dalam kasus pilpres di Indonesia.
Di Brasil cuma ada 2 kandidat. Di Indonesia, pilpres lalu ada 3.
Voter Ganjar mayoritas gak akan mau pilih Anies kalo misal yg berhadap²an di putaran 2 adalah Anies vs Prabowo. Sebagian Ganjarian bakal golput.
Begitu juga jika yg H2H adalah Ganjar vs Prabowo, sebagian voter Anies gak akan mau vote Ganjar, terutama yg dari massa Islam kanan.
Jadi problem rangkul merangkul pake kasus kemenangan Lula yah gak tepat.
Brasil, sepanjang yg gw tahu gak pernah melalui konflik² SARA berat multidimensi seperti di Indonesia (PKI, Ambon, Banyuwangi, Sampit, Poso, Papua, Aceh, etnis Tionghoa)
Sementara Filipina yah pernah melalui itu walau cakupan dimensinya lebih sempit, sebatas isu Islam Moro.
Konflik SARA multidimensi itulah yg banyak membentuk fragmen² dalam masyarakat Indonesia.
Misal, massa Islam kanan nyaris mustahil bisa memvote produk² elektoral seperti Ganjar karna beliau dari PDIP.
Atau nyaris mustahil, voter² Kristen Indonesia Timur untuk bisa vote sosok Anies yg mereka anggap sbg afiliasi "Islam radikal".
Hal² seperti itulah yg gak ada di Brasil... (``,)
Buat yang pengen tau gimana caranya gerakan kiri di Brazil berhasil mengalahkan hantaman Zeitgeist gerakan fasis kanan di Amerika Latin:
> Gerakan kiri Brazil menelan realita pahit: Lu tuh gak bisa ngadepin debat jalanan di internet pake gaya ceramah dosen. Ngebacot dengan teori A, B, C, D itu gak works. Lu lagi kampanye, bukan lagi bikin tesis.
> Sementara gerakan kanan punya mesin ideologis yang menyentuh hal primordial bagi manusia: Amarah, Ketakutan, Kebencian. Ini cuma butuh 3 detik buat diterima orang. Sementara teorinya gerakan kiri cuma jadi bacot doang.
> Kalau pake analogi Indonesia mungkin gini: Frasa "eat the rich" itu emang dari gerakan kiri. Tapi sadar ga kalau ini teoritis banget dari segi kategorisasi dan definisi, endingnya gerakan ini malah bisa dibajak kelompok kanan buat nargetin satu ras doang atas dasar kebencian?
> Trus apa yang dilakukan gerakan kiri Brazil? Counter-attack narasi primordialnya gerakan kanan. Caranya? Stop kasih pendidikan moral. Level the playing field. Kalau gerakan kanan menyentuh emosi, maka gerakan kiri juga. Tapi tonenya beda. Tau gimana cara memadamkan Amarah, Ketakutan, dan Kebencian? Humor....
> Kalau gerakan kanan bisa punya narasi rasis, gerakan kiri bisa keluarin jokes interaksi antar etnis buat jadi jembatan. Terbukti mengubah kebencian jadi interaksi hangat.
> Gerakan kiri tidak percaya algoritma. META jelas meddling dengan pemilu dimana mereka ngeboost algoritma ideologi kanan. Mereka tidak bergantung terhadap organic reach social media
> Mengabaikan akun-akun fasis. Gausah engage, gausah debat, gausah dikoreksi, gausah diledekin. Diemin aja. Bodo amat biarin jadi bubble.
> Bikin banyak grup sporadis buat bikin konten ideologi kiri. Produksi banyak meme, infografis, berita, argumen rasional, dan humor. Disesuaikan sama target audiens yang mau dikejar.
> Ingat, gerakan kanan itu mesinnya adalah amarah, ketakutan, dan kebencian. Maka gerakan kiri Brazil menggunakan mesin solidaritas, harapan, cita-cita masa depan, dan humor.
Basically start listening, stop judging. Belajar merangkul orang. Pemilu itu banyak-banyakan suara, bukan siapa yang paling merasa bener.
Indonesia bisa gini ga? Ya bisa asal stop witch hunt voters Prabowo (non buzzer & influencer).
jotdown.es/2026/10/anatomia-…
Arin retweeted
Gak cuman ojol dan alfa, ngatain yteam aja ada
Replying to @inganggita
Gw ada skakmat yang biasa mereka ucapin kalo ada kasus ustad cabul ke cowo2:
Sekarang mana feminazi saat ada 2 feminis yg rendahin mba2 alfamart dan ojol?
Ada yg ikut cancel keras, marah, negor?
Gak ada kan? Wkwkwk enabler classist juga dong?
Skakmat lagi, easy
Arin retweeted
Gw baru tau klw isi pikiran KAFIR2 ISLAMPHOBIA tuh gini :
- nyemblih hewan pas riraya qurban = ngasi Sajen ke Allah
- Qunut Nazilah = bacaan utk NYANTET org
KAFIR BGSD😅😅🤧
Arin retweeted
di lingkungan gue ada yang bilang “emang kenapa sih urusan palestina israel ini jadi urusan gue? mending gue ambil profit, beli saham lockheed martin”
sok edgy, tiap hari dia scrolling reddit, wikipedia sama nonton video tank, wkwkw pengen gue cabut kabel LANnya
Arin retweeted
ni org autis apa gmn ya bsbsnya klenik sm haji disamain, lu kalo akamsi arab mau mondar mandir muter kabah pun gratis pung kampung, yg mahal kan tiket akomodasi nya dongo
Arin retweeted
Ga ada haji juga Saudi udah bakal kaya. Kontribusinya juga cuma 7%, jauh dari sektor migas. Pas COVID mereka bisa nutup haji umroh tapi Selat Hormuz sama Bab el Mandeb ditutup baru ketar ketir. Lagian memperkaya Saudi ribut bener, memperkaya Korea Jepang Amerika kaga ada ribut
Replying to @Yuri_Anyya
Funny how y'all think you know my mom better than me, mamaku bukan atheis kaya aku tapi mamaku menilai tuhan yang dia percaya akan lebih senang umatnya menggunakan uangnya untuk membantu sesama manusia bukannya memperkaya arab saudi dengan industri hajinya
Arin retweeted
Loh kan FPI dibubarin, kenapa nagih?
Selama caranya masih kayak gini, gw selalu berdoa semoga gerakan ini gagal kecuali ia bertobat dan instrospeksi diri.
Buat warga yang dulu ikut demo 212, sekarang pada ke mana, ya? Dulu bisa berbondong-bondong naik bus sampai pesawat ke Jakarta buat menggulingkan Ahok. Sekarang, giliran masyarakat demo buat menggulingkan rezim, kok pada ke mana? Serius nanya, soalnya massa 212 dulu rame banget. Kenapa demo sekarang nggak seramai 212? Rasanya kayak nggak adil aja. Ayo bangkit!!!! ✊
Arin retweeted
Kayaknya polanya ketebak, yang "open minded" bakal ngebela apapun itu selama pake bahasa inggris. Soalnya kalau 'mitos', 'santet', 'pelet' itu ga pada percaya, malah dibilang schizophrenic.
Tapi kalo 'witchcraft'. "Widiihhh, ini gueh banget"
Arin retweeted
Replying to @Dark2_Beast
Nah ini, bahaya bgt apalagi langsung reaktif dan persekusi tanpa cover both side. Lalu setelah terbukti ga melakukan apa yg dituduhkan, apa langsung ilang label 'pelaku'-nya? Kagak
Arin retweeted
Sudah aku lakukan sejak kasus tetangga aku sendiri, adeknya nuduh kakaknya cabuli dia, ternyata di visum gak ada bekas sperma si kakak bahkan sentuhan dari si kakak, eh ternyata malah terungkap si adek ingin si kakak terusir agar dia bisa sama pasangan lesbi dia kuasai itu rumah.
Tapi jujur ya, makin ke sini tuh "stand with the victim first" pada kasus kekerasan seksual kayaknya perlu kita evaluasi.
Makin banyak kasus tuduhan palsu yang terungkap, makin penting bagi kita untuk bersikap cermat dalam menilai setiap kasus. Karena takutnya justru kita jadi berpihak pada orang yang memfitnah (dan tanpa sadar jadi ikut memfitnah).
Aku pribadi memilih menahan kesimpulan dan tidak ikut menyebarkan tuduhan sebelum ada informasi serta bukti yang cukup untuk menilai kasusnya.
Dari perubahan paradigma ini, siapa pihak yang paling dirugikan? Tentu saja para korban kekerasan seksual yang memang beneran korban, tapi orang-orang keburu trust issue, jadi mereka terlambat mendapat kepercayaan masyarakat.
Maka terkutuklah kalian para tukang fitnah.
Arin retweeted
Sebelum ngarang udah baca belum sih kalo haji itu wajib kalo mampu?
Umat Islam diframing seolah cuma mikirin haji + umrah dan memperkaya arab Saudi dari itu.
Buset demen banget over generalisasi dan menafikan usaha-usaha lain.
Buta kah matanya sampai tak bisa liat yang lain?
Replying to @Yuri_Anyya
Funny how y'all think you know my mom better than me, mamaku bukan atheis kaya aku tapi mamaku menilai tuhan yang dia percaya akan lebih senang umatnya menggunakan uangnya untuk membantu sesama manusia bukannya memperkaya arab saudi dengan industri hajinya





























