Hansen Eka Cahya retweeted
GUYS JANGAN STOP RETWEET DAN LIKES SEMUA KONTEN SOAL DEMO HARI INI BIAR ALGORITMANYA GAK BERANTAKAN 😭‼️
MERINDING BANGET liat temen-temen Trisakti hari ini, aku doain semoga nasi kalian selalu anget dan sehat-sehat semuanya 😭🫰🏻
#IndonesiaSadar
Hansen Eka Cahya retweeted
1. Semoga bangsa ini sadar telah membabat habis hutan, yang mengakibatkan 30.000 jenis pohon lenyap di Indonesia.
Hansen Eka Cahya retweeted
Put Marcus thru middle
Cunha on left
Give the CB something different to think about?
Hansen Eka Cahya retweeted
Udah maju belum sekarang sepak bolanya?
Maju ndasMU… teapawt.net/ardisatriawan/status/2…
Hansen Eka Cahya retweeted
Seorang Guru Seni Rupa (Non PNS) di Sidoarjo menjadi viral karena berjualan sketsa gambar hasil tangan sendiri dengan harga sangat murah! 3 lembar sketsa hanya dijual seharga Rp1.000 dan 1 lembar yang sudah diwarnai juga dihargai Rp1.000.
Alasan beliau menjual karyanya sangat murah (Rp1.000 per 3 lembar) bener-bener bikin bangga. Beliau ingin semua anak bisa membeli dan mewarnai, terutama mereka yang nggak punya fasilitas printer di rumahnya.
via noviiseptia
Sementara itu, inilah aktifitas dan cara hidup para “penyembah pohon”.
Siapa yang malu, siapa yang takjub? Heheheh
Hansen Eka Cahya retweeted
seringkali, yang bikin saya bersabar setiap melihat kenyataan bahwa penguasa berbuat seenaknya dan kita gak berdaya atas ulah mereka, adalah keyakinan bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan semua akan dapat ganjaran sesuai perbuatan.
Hansen Eka Cahya retweeted
Semuanya jadi masuk akal kalau kita memahami ini:
Dia bukan mau mengurus negara, tapi mengejar prestasi sebagai kepala negara.
Hansen Eka Cahya retweeted
Di negeri ini, bukan para perusak, melainkan pembela lingkungan yang dikriminalisasi.
Setelah penangkapan Dera dan Munif, pemeriksaan terhadap Gunretno, kini giliran Pak Fendy—Kepala Adat Dayak Kualan yang jadi korban kriminalisasi aparat.
Hansen Eka Cahya retweeted
Halo kawan2, saya ga dapet tawaran apapun jadi menteri.
Itu semua yg dibuat hanyalah candaan semata dari temen2 digital.
ini soalnya beberapa sejawat saya sampe anggota keluarga mikirnya saya beneran jadi menpora.
Ga ada sejarah menteri pidato, trus bilang "silitmu kobong"



























