Veda kecil pernah ditanya cita-citanya, jawabannya: jadi pembalap motor. Kalo ga salah malah dia jawab jadi pembalap motogp.
Jadi, seolah memang born to race
#Moto3
Il secondo podio nel Mondiale Moto3 di Veda Ega Pratama conseguito a Sepang parte da lontano. Nato per correre, cresciuto per far risuonare "Indonesia Raya" in giro per il mondo. Rispetto ad altri suoi connazionali, VEP si differenzia proprio per questo. Coadiuvato da una manetta smisurata e dall'innegabile talento, sin da giovanissimo è stato indirizzato verso la carriera da pilota. I fondamentali li ha sempre avuti, affinati e consolidati in due percorsi di crescita.
Una fortuna, ma anche una responsabilità. Da quando aveva 5 anni, di fatto Veda è in sella ad una moto. Non usuale in Indonesia, inevitabile se tuo padre è il mitologico Sudarmono, trascorsi da pilota professionista con i colori di PETRONAS Yamaha Indonesia. Dal babbo ha preso il numero 54, diventato 9 (somma dei due numeri) una volta arrivato al Mondiale Moto3, in quanto già opzionato da Rios. Con l'eredità di "Momon", Veda da bambino si è impratichito nell'offroad e su pista, con una Minicross ed una MiniGP (persino "replica" Yamaha M1 MotoGP), imbastendo i presupposti di quello che giocoforza sarebbe stato il suo futuro.
I successivi percorsi formativi lo hanno formato e reso ciò che è ora. Con ASTRA Honda Indonesia ha fatto tutta la trafila: Underbone, 250cc, affermandosi da protagonista persino nell'ARRC SuperSports 600cc. Combinato al programma Road to MotoGP, ha posto le basi per le sue prospettive iridate: Asia Talent Cup (Campione 2023), Red Bull MotoGP Rookies Cup (vice-Campione 2025), Mondiale Junior Moto3 ed infine Motomondiale. Con la casacca Honda Team Asia, attenzionato e contrattualizzato dalla casa madre.
Ispirandosi dapprima a Casey Stoner e poi a Marc Marquez, passando dal kartodromo di Gunungkidul al primo podio mondiale in quel di Goiania. Con il DNA giusto, con una formazione agonistica senza precedenti per un indonesiano, con la missione di aprire una nuova era del motociclismo in madrepatria attraverso i suoi (si spera) brillanti risultati nel circus MotoGP.
Mana buktinya bahwa radiasi solar matahari bikin AI bajak autopilot?
Pengaruh radiasi solar iya ada dasar ilmiahnya, tapi ke AI? Mehhh
🚨Peringatan di ulang🚨
Sesuai yang telah saya informasikan minggu lalu untuk tidak berpergian menggunakan pesawat terbang pada bulan ini...
sudah dua kecelakaan pesawat terbang di Florida dan Newyork Amerika.
🚨Khawatir akan kena Radiasi Solar Matahari dan ....
yang paling ditakuti adalah Ai membajak (Hijacked)AUTOPILOT pesawat.
ini berlaku juga di mobil Electric.
hati hati saja, yang penting saya sudah memberi warning sebelumnya.
Hedi retweeted
Di Basket ada DBL, di Futsal ada Axis Nation Cup, CampusLeague, di Volley ada LVM. Terima kasih semua yang berkepentingan memajukan olahraga. Campusleague juga ada beberapa cabang olahraga. @hedi youtube.com/watch?v=yIxsjUGb…
Hedi retweeted
Juara bertahan Campus League Futsal datang dan langsung berpesta gol.
Menghadapi Poltekba, UIN SGD menang telak 10-0 dalam laga perdananya di Grup A Futsal Regional Bandung.
Muhamammd Ihsan Ikhwansyah menjadi bintang dengan mencetak empat gol bagi UIN yang pakai patch emas.
Kalo ada student-athlete dapet beasiswa atlet, pas kampusnya butuh tapi provinsi jg butuh utk porprov, si atlet mesti bela siapa?
Hedi retweeted
Final Medal Tally
Asian Para Games 2026
#AsianParaGames #NPCIndonesia
Hedi retweeted
SEJARAH!!!!
Veda Ega Pratama adalah manusia Indonesia pertama dlm sejarah yg meraih pole position di Moto3.
Tuntaskan besok!
The first ever Indonesian #Moto3 polesitter is Veda Pratama 🇮🇩
And his first ever front row too! 😎
#AustralianGP 🇦🇺
Itu yg bilang cost Everton naik gara2 cedera pemain & biaya medis udah baca laporan keuangan Everton belum sih? Atau ngasal aja buat cari engagement?
Cost Everton emang naik, tapi bukan dari urusan cedera pemain. Baca dulu deh sebelum ngasal.
premierleague.com/en/news/46…
Wah berarti para jurnalis mesti belajar sama lo nih
Dari dulu gue ga pernah bawa catatan klo interview orang. Hasil observasi si @pandji. Klo menguasai topik, ga perlu siapin pertanyaan. Genuine curiosity. Satu jawaban diikuti pertanyaan lanjutan.
Aktivis Greenpeace sih cincai kalo ketangkep. Dari awal juga mrk dah tau pasti akan ditangkep.
Greenpeace jg punya sistem perlindungan hukum, termasuk analisis risiko, buat aktivisnya. Belum lg aktivisnya mesti ikut training aksi non-kekerasan sebelum beraksi.
Replying to @hedi
Ini yg saya pikirkan kemarin, "Lah yang udh main pro boleh main? Gk adil bgt buat kampus2 yg emg gk punya pemain pro". Seharusnya kalo mau bikin turnamen, ya kaya Liga kampusnya USA dah, jd pemain pro udh gk boleh main lg dan bisa ngasih kesempatan bibit muda lainnya jg kan.






















