AM WHEEZING OK POP OFF SASSY DIVA QUEEN
Replying to @GeorgeRussell63
Thank you to the team for producing the best car and power unit this season; it’s been inspiring to see everyone coming together over four tough years to bring Mercedes back to the top.
It’s so frustrating to see @kirarance have her rage invalidated and her concerns dismissed. Gaslit left and right for fighting for accessibility for all.
Social criticism is inherently disruptive. It’s annoying to make you uncomfortable to let you know what’s wrong.
Gosh if you really don’t want to name and shame you could MOVE THE FUCK ON???? Like, at least don’t try to tell people who’s fighting for their rights what to do. Keep in mind that they’re fighting for you too! You’re one freak accident away from being disabled too.
Sampaikan aspirasi dengan tertib.
Boleh kritik tapi harus sopan.
Pemerintah kurang ugal-ugalan apa korupsinya, pamer inkompetensinya, ngomong seenaknya. I wish nothing but the worse for those who allow and enable these dumbfucks to be and stay in position in power.
Gimana lo pada ga siap mati anjing nyebat dua kotak tiap hari makan gorengan padang gorengan padang ya jelas siap mati.
Everytime I saw Zendaya, I start questioning if maybe I’m bi? Because god damn Tom Holland, you are such a lucky dog.
I want whatever drug this mf takes.
Kepala BGN: "Dulu enggak ada MBG, kan sekolah itu ada yang rusak bolong apa semua itu kan enggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi presiden ada MBG terus sekolahnya mendadak jadi rusak kan enggak, dulu ke mana? Anda harusnya bertanya dong ya, dulu kemana? Yang sekolah rusak itu dulu duit yang untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong enggak ada MBG harusnya sekolah sudah bagus semua, kan enggak?"
Agama mengharamkan, tapi laki-laki banyak mokondo kelakuannya kaga diapa-apain. Minim repekursi sosial. Pas perempuan protes, dikatain feminis gila. Pas minta cerai, perempuan lagi disuruh introspeksi.
Hahaha feminis gila? Ya memang, gilanya karena kelakuan lo dan temen-temen lo kok (yuk boleh dikeluarkan kartu not all men).
Prabowo’s speech on Jul 29:
Semua pakar dunia meramalkan 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi ke-empat di dunia. Ke-EMPAT, di atas Prancis, Jerman, Inggris. (Audience claps)
1. 1 USD = 18052 IDR as of today, maybe worry about that first before gloating about what might happen 25 years from now?
2. Delulu is solulu works for mentally ill girlie who falls in love with her kdrama/cdrama/2D/romance MMC boyfriend (me), but certainly won’t work for president and his entire administration running this country.
So for the love of everything holy, get a grip.
RAPE! Call it what it is.
jujur ini jahat bgt 🥲
jadi ada ayah kandung yang tega merudapaksa anaknya yang baru beranjak dewasa padahal sebelumnya keluarganya terkenal harmonis dan anak-anaknyapun dikenal pintar oleh warga sekitar.
Namun semuanya berubah ketika sang ibu berpulang, ayahnya menikah lagi. Punya ibu sambung yang untungnya baik ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan sang anak dari perbuatan keji ayahnya.
Perbuatan bejat yang sudah lama dilakukan ayahnya akhirnya terungkap saat ditemukan pil KB di kamar sang anak oleh ibu sambungnya yang disinyalir digunakan oleh sang ayah kepada anaknya agar tidak hamil 🥲
Naudzubillah tsumma naudzubillah min dzalik 🥲🥲
Sedangkan, jadi tradwife? Suami bisa maksain istri jadi nurut, baik dgn kekerasan verbal maupun fisik.
Sejarah berlapis² bahas laki² itu subjek utama opresi kita. Renggut hak pendidikan, kerja, dll. Thinking that women can be "Merdeka" for serving men is oxymoron.
Oh my god the replies and the quotes.
Iya, perkosaan itu zina karena paksaan.
But have empathy, will you? Ada kasus KS, ada penyintas yang mungkin traumanya belum pulih, dan lo pada masih muasin ego lo dengan ngomong ‘ITU ZINA’. And the audacity of calling people to point this out as ‘muasin ego mereka’ karena ‘potong context’??? In what context does this make sense??
Bahkan ada firsthand accounts dari penyintas-penyintas KS di replies dan quotes yang bilang narasi pemerkosaan adalah zina membuat mereka sakit hati, masib aja ada yang bales: I’m sorry what you’ve been through but she’s technically correct.
MAN THESE SURVIVORS DON’T NEED TECHNICALITIES, THEY NEED SUPPORT AND EMPATHY. Calling rape as zina doesn’t add value to the discourse of rapist punishment, to the law, and especially not to the victims’ healing. So for the love of god PLEASE SHUT THE FUCK UP.
This quoted post is unavailable.
Lebih mudah buat lo soalnya apa???
Soalnya yang susah cewe. And the audacity to think we don’t know that? Tsk .
Not all men, but definitely this one. You think not calling out the asshole species of your kind because it’s easier making you less of an asshole? Wake the fuck up.
Replying to @wehabagde @boiebe
Cowo brengsek itu ada. Masalahnya kita gatau yang mana yang brengsek. Udah gitu kita hidup di negara yang pendidikannya berantakan, ekonomi sulit, jadi orang brengseknya makin banyak. Makanya jauh lebih mudah untuk menghimbau tiap individu untuk jaga diri.
CUCI DISPOSABLE SANITARY PAD (whether SAP-based/cotton based) ITU GA BENER DAN STILL POSE HEALTH RISK YA, even if you wash it in toilet bowl and dry it before disposing it with containment.
Sanitary pad (SAP and Cotton based) is engineered to have the liquid trapped inside gel/fiber then have it locked underneath chemical layer, and it is engineered for highly viscous blood.
Wetting it only makes it visibly clean but the microscopic biohazard and chemical is still trapped inside the gel/fiber, and even worse the action of washing and squeezing it strips the chemical layer that designed to keep contaminated gel/fiber secure.
Jadi, ketika dicuci, bahkan setelah dikeringkan, yang terjadi malah akan attract more pest (karena pest bisa detect these microscopic biohazard dan chemical since it’s no longer securely trapped), faster degradation in landfill (therefore the odor you tried so hard to avoid, will come faster if you wash disposable pad), and harming landfill workers in general. The safest way to dispose disposable pad is: unwashed and dry in secure containment.
I know your intention is good, but if you’re not keen to impose systemic change and want to campaign for individual sustainable change, campaign the right move: reusable cloth pad or mens cup!
Yaampun pembahasan ini lg, ok coba kesampingkan hal mistis dulu deh karena memang gak akan bahas dari sisi ini…
Secara logika jg udh pada tau pengelolaan sampah/limbah di Indonesia itu menjadi masalah kritis, nggak sama kayak di negara maju lainnya… banyak pemulung, warga setempat, sama organisasi aktivis lingkungan kayak Pandarawa itu seringkali nemu pembalut yg masih kotor di danau/kali/sungai/random places. Dan pembalut yg nggak dicuci bersih itu (tetap tidak membenarkan yg cuci selain di wc) pasti lebih banyak dihinggapi serangga karena baunya udah pasti menyengat. Ini semua beda cerita kalo negara kita punya fasilitas yg mumpuni utk pengelolaan sampah, fine aja kalo pada akhirnya memutuskan untuk gak dicuci.
Aku sih mikir apa salahnya kita turut bantu menciptakan lingkungan bersih dengan hal kecil, yg juga bisa ikut andil dlm meringankan pekerjaan mereka?














