happyvirus retweeted
BREAKING NEWS ⚠️ Gimana menurut kalian, guys? Sedih banget lihat ada bukti korek api yang sengaja diikat di lahan gambut yang terbakar 😭💔
Ternyata benar kata warga di kolom komentar, pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) harus diawasi dan ditindak tegas supaya kejadian kayak gini nggak terus berulang.
Dampaknya bukan main-main. Manusia sampai kesulitan bernapas, sementara hewan-hewan bisa mati terpanggang 😢
Kalau hukumannya nggak bikin jera dan masyarakat nggak kompak menjaga lingkungan, kejadian yang sama bakal terus terulang.
happyvirus retweeted
tapi herannya pas lagi nyari itu emg bener" ga keliatan lohh walaupun di depan mata 😭
Dulu aku mikir, kok bisa imajinasi JK rowling nulis Harry Potter dgn cerita segila n skeren itu,
Pas dikasih izin Allah buat bisa ke Edinburgh, aku paham
Gang gangnya aja se-aesthetic ituh 😭😭, semuanyaa lho
JK Rowling duduk seharian d cafe ya jelas kebayang bgt imajinasiny
happyvirus retweeted
Ngakak bgt sama outfitnya 🤣🤣🤣, mereka ini mahasiswa PGSD dari USA sama Korea lagi ke Madrasah gitu, jadi mereka hijaban, tapi kek jadul bgt 😫
sc : mimujaya (tiktok)
happyvirus retweeted
sebenarnya, banyak di antara kita tuh ga butuh rumah yg gimana-gimana..
kayak gini aja cukup🙏
iya kan..???
happyvirus retweeted
sekilas kaya semut, tapi ini bukan semut melainkan miliaran manusia yang sedang beribadah Haji di Padang Arafah😭❤️
happyvirus retweeted
Anak aku dari hari Kamis demam tinggi + diare
Aku tuh tiap jam nyatet semua di buku
Jam demamnya, suhu berapa
obat apa yang diminum
diare berapa kali, semuanya aku tulis
Sampai akhirnya hari Sabtu demamnya masih tinggi juga, jadi aku mutusin bawa ke rumah sakit.
Pas ketemu dokter aku jelasin sambil kasih buku catatan ini
Dokternya langsung bilang: “Ini udah bagus banget bu penanganannya. Zinc dapet, paracetamolnya dosisnya oke, probiotiknya dapet, minum renalyte juga.
Harusnya nanti membaik kok.”
Ya Allah langsung lega banget
Terus dokter periksa perut anak aku,
katanya juga udah ga terlalu berisik,
tandanya mulai membaik.
Akhirnya dokter cuma nambahin antibiotik aja
cc:threadadeliaaaanjani
happyvirus retweeted
Replying to @anggarasamvdr
Betul, di 10 Dzulhijjah adalah tanggal di mana banyak rasul yang diberikan petunjuk oleh Allah. Contohnya tanggal 2 Dzulhijjah di mana doa nabi Yunus dijawab ketika ditelan Ikan. Doa tersebut akhirnya disebut doa yang mustajab “La Ilahaila anta Subhnaka inni kuntu minazzalimin”
happyvirus retweeted
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.











































