Pinned Tweet
Manusia memang makhluk yang selalu 'berharap' disamping 'meratap'.
William Davies dalam karyanya This is Not Normal: The Collaps of Liberal Britain (2020), "bermain-main dengan perasaan telah menjadi semacam obsesi modern, ini seperti agama baru," katanya.
Suka aneh sama orang-orang yang bawa hewan peliharan ke tempat umum. Dikira keren? Enggak! Itu antroposentrisme terselubung, hewan dipaksa mengikuti ritme manusia dan pasar.
m.kumparan.com/aldi-agus-set…
Jangan ada lagi sampah di laut kita!
Setiawan, Aldi Agus retweeted
Orang jahat memberi kepala babi kupingnya dipotong.
Orang baik memberi bunga mawar.
Wujud pemberian mencerminkan isi otak pemberinya.
@dipanggilwawan korban Semanggi I -13 November 1998.
Setiawan, Aldi Agus retweeted
Malaysian 🇲🇾 PM Anwar bin Ibrahim:
“Israel 🇮🇱 no longer belongs in a community of civilised nations. Barbarism demands decisive action….including embargo, suspension & even expulsion [from the UN]”
Arms embargo now
Expel Israel 🇮🇱 from the UN now
Recognise Palestine 🇵🇸 today
Setiawan, Aldi Agus retweeted
Setiap akademisi yang berhenti membaca pasti akan berakhir sebagai penindas
Padahal salah satu relevansi yg paling signifikan thd rusaknya alam dan lingkungan adalah kemiskinan struktural yg diperparah oleh kebijakan politik. Apalagi yg gk memprioritaskan keberlanjutan ekologi/kesejahteraan masyarakat miskin.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Satu hal yg buat saya sepakat Kartini tokoh emansipasi adlh karna dia menulis.
Menulis adlh aktivitas yg tdk semua org mau melakukannya. Karna menulis adlh menggabungkan 2 aktivitas; membaca dan menulis sekaligus.
R.A. Kartini dan Karyanya
Kartini lahir pada 21 April 1879 di Mayong, Jepara. Ia menempuh pendidikan pada Sekolah Kelas Dua Belanda. Bahasa pengantarnya adalah bahasa Belanda. Murid-murid sekolah ini umumnya anak-anak bupati yang jumlahnya tidak banyak serta anak-anak Belanda dan Indo Belanda.
Kartini rajin membaca buku dan salah satu buku yang disukainya adalah Minnebrieven karya Multatuli. Dari Minnebrieven, Kartini mengetahui bagaimana pemerintah Belanda menindas dan memeras bangsanya. Buku lain ialah karangan NY. C. Goekoop yang menguraikan perjuangan Hylda van Suylenderb membela hak-hak wanita di Negeri Belanda. Buku inilah yang mengilhami Kartini untuk memperjuangkan emansipasi kaum wanita Indonesia. Buku lainnya antara lain De Vrouw en Sosialisme (Wanita dan Sosialisme) karangan August Bebel.
Kartini rajin menulis, baik dalam bentuk surat pribadi maupun artikel. Ia menulis artikel tentang ukiran Jepara bertajuk Van EenVergeten Uithoekje (Dari Pojok yang Dilupakan). Artikelnya yang berjudul Handschrift Japara mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat Belanda dan kemudian dimuat sebagai pedoman tentang batik dalam buku De Batikunst in Nederlandsch en hare Geschiedenis.
Pada 1903, saat Kartini sudah menikah, ia menerima beasiswa sebesar 4.800 gulden untuk belajar ke Belanda. Namun, ia tidak bisa dan mengusulkan beasiswa dialihkan kepada Agus Salim, pemuda asal cerdas Sumatra Barat, yang ingin sekolah kedokteran. Sayangnya, permintaan Kartini tidak dikabulkan.
Kartini menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat, bupati Rembang. Suaminya mengerti sifat Kartini dan mereka membuka sekolah untuk perempuan. Pernikahan ini tak berjalan lama, sebab pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia.
Surat-surat Kartini yang ditulisnya untuk teman-temannya di Negeri Belanda, berisi pemikiran-pemikirannya tentang emansipasi dan pendidikan wanita. Surat-surat itu kemudian dikumpulkan oleh Mr. J. H. Abendanon dan diterbitkan pada 1911 dengan judul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Buku itu terjual habis dengan cepat dan segera dicetak ulang. Uang hasil penjualannya dikumpulkan dalam Kartini Fonds (Dana Kartini) di Den Haag dan digunakan untuk membantu kaum wanita Indonesia dan mendirikan sekolah-sekolah Kartini.
Raden Ajeng Kartini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui surat Keputusan Presiden RI No. 108 tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.*
Surat Kartini kepada Abendanon, 9 Juni 1904 historia.id/surat-pendiri-ba…
Surat Kartini kepada Abendanon, 22 September 1903 historia.id/surat-pendiri-ba…
"Kesadaran kolektif" jadi tawaran yg menahun, tapi mentok di praksisnya ya. Sayang bgt.
Kelas menengah Indonesia makin terkikis, terjebak dalam konsumerisme, dan kehilangan pengaruh politik. Dibutuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kelas untuk melawan ketimpangan yang meningkat.
Selengkapnya dalam tulisan "Teuku Reza Fadeli" indoprogress.com/2024/10/kel…
Setiawan, Aldi Agus retweeted
Artikel baru di Jurnal Perilaku dan Organisasi Ekonomi: Kepala Desa menggunakan tanah kas desa sebagai strategi supaya bisa menang Pilkades.
New research from Firman Witoelar (@ujangw), Takashi Kurosaki (@Hitotsubashi_U) and Saumik Paul (@GlobalDevInst) finds village heads in Java strategically used land tenancy contracts over land they have temporary rights to win elections. Available now: doi.org/10.1016/j.jebo.2024.…
Akun yg sebelah mah sok asik.
Pendiri @historia_id itu:
1. Saya
2. Budi Setiyono
3. @hendrifisnaeni
4. Fahrohul Mukthi
5. Adithya Maheswara
Kelimanya masih berkarya di @historia_id dan akur sampai hari ini.
Setiawan, Aldi Agus retweeted
Ayo ke Museum Nasional untuk melihat pameran repatriasi...
This quoted post is unavailable.
Senior sealmamater yg satu ini sudah kukenal lama dg opini-opininya yg apik tentang pertanian dan reforma agraria.
Jokowi telah gagal memenuhi janji utamanya untuk melakukan reforma agraria. Selama 10 tahun yang dijalankannya bersifat “palsu” atau setengah hati dan sekadar legalisasi melalui sertipikasi tanah saja. Selamat hari Tani Indonesia.
Ulasan Angga Hermanda:
omong-omong.com/hari-tani-da…
Bapak saya ngerokok, cukup berat kategorinya. Begitupun kakak saya. Tapi, saya ga ngerokok, karena emang gak tertarik aja.
Terima kasih, Mas.
Ramadan memang menjadi pembeda.
Tapi, saya mau rekomendasi —iklan bukan ya(?)— dari @eigeradventure youtu.be/8oVoCZfnDJk?si=9jdT…
Semakin banyak yang harus dirayakan, padahal itu rangkaian yang harusnya juga biasa aja. Isi proposal skripsinya juga gak bagus-bagus amat.
Semprotulation, Budaya Bodoh yang Menyusahkan Mahasiswa dengan Ekonomi Pas-pasan #TerminalMojok ift.tt/CIyHVBx
Gambaran udah tahiyat akhir, eh malah kentut.
Ajang Balas Budi Jokowi ke Partai Demokrat Gabung Kubu Prabowo-Gibran, AHY Resmi Jabat Menteri ATR/BPN dlvr.it/T34Nyp




















