Di industri penerbangan di Indonesia, terdapat suatu mafia yang bikin harga tiket pesawat domestik sangat mahal.
Mafia ini mudah diidentifikasi apabila nama Ketua Mafia tersebut kita cari di Wikipedia. Ternyata, punya jabatan tinggi di parpol dan DPR/MPR.
Akibat kekuasaan mafia yang malas berinovasi dan malas berkompetisi ini, transportasi antar pulau sangat sulit dan sangat mahal.
Jakarta - Medan: Rp 1.5jt
London - Istanbul: bisa Rp 750.000
Padahal orang Eropa jauh lebih kaya dengan UMR yang 10x. Buat mereka, bayar Rp 750k serasa bayar Rp 75k.
Bayangkan terbang dari Jakarta ke Medan dengan harga Rp 75.000 saja.
Secara komparatif, kelas pengusaha Indonesia jelek, bodoh, dan gaptek.
Alasannya, mereka muncul bukan lewat kompetisi Darwin, tetapi lewat kroni-kronian.
Salah satu keluarga terkaya adalah keturunan maling yang dulu merampok kayu bulat di Jawa Tengah bareng Kolonel Soeharto.
Setelah Reformasi, terjadi deindustrialisasi dan commodity boom dan sepertinya tren ini malah semakin parah. Kelas pengusaha pribumi yang muncul malah lebih busuk, lebih rampok, lebih malas, dan lebih gaptek.
Ciri khas pengusaha-pengusaha payah, bodoh, dan gaptek ini adalah sangat sibuk di parpol dan politik, karena hanya dari situlah mereka bisa mendapat uang, proyek, dan tanah. Mereka tidak bisa untung lewat cara lain.
Hari ini lebih dari separuh anggota DPR adalah pengusaha semacam ini.
Misal, barangkali ada pengusaha perusahaan pesawat yang kualitas maskapainya sungguh jelek dan menyedihkan, sehingga satu-satunya cara bertahan adalah menjadi waketum partai dan mendirikan monopoli lewat situ seperti mafia.
Beberapa seperti di Cilegon malah secara langsung merampok pengusaha dan bisnis yang datang. Mereka secara praktis sudah bukan lagi pengusaha, melainkan preman yang hanya bisa merampok dan memalak. Entah mengapa preman-preman semacam ini malah iseng masuk ke asosiasi-asosiasi pengusaha.
Mereka tidak mampu dan tidak mau berkompetisi dan berinovasi di pasar yang bebas. Alasannya karena mereka payah, bodoh, lamban, tidak kreatif, dan gaptek.
Orang-orang payah dan lamban seperti ini akan langsung dilindas gepeng oleh kegesitan dan kecerdikan kelas pengusaha, kelas STEM, dan kelas manajerial China dari China, yang lahir dari tiga kombinasi maut antara neraka kompetisi Darwin yang tanpa ampun, dukungan kebijakan industri, dan sistem pendidikan.
π¦π±ππ‘π’ retweeted
TW//β UNSOLVEDβ
Munir Said Thalib: Dibunuh dengan Racun Arsenik hingga Dikirimi Bangkai Ayam
2004, Indonesia. Seorang aktivis HAM paling vokal di negeri ini tewas mengenaskan dalam penerbangan ke Amsterdam. Munir Said Thalib, yang berani membongkar pelanggaran HAM oleh militer, diracun dengan arsenik zat mematikan yang membuatnya muntah dan kesakitan hingga akhirnya meninggal. Kasusnya penuh kejanggalan. Seorang pilot Garuda yang tiba-tiba mendapat surat tugas misterius, panggilan mencurigakan ke pejabat intelijen, hingga teror berupa bangkai ayam yang dikirim ke keluarganya. Dua dekade berlalu, dalang di balik pembunuhan ini masih berkeliaran bebas.
Bagaimana seorang pejuang HAM bisa dibungkam begitu saja?
A thread.
This Post is from a suspended account. Learn more
π¦π±ππ‘π’ retweeted
Thousands protest under #IndonesiaGelap, opposing President Prabowoβs budget cuts to education, healthcare, and infrastructure. Funds are being redirected to a 100-day free meal program, which already faces food safety issues. Critics warn this is weakening public services.
π¦π±ππ‘π’ retweeted
Gw gak biasanya share ginian.
Udah pada lihat ini belum?
Ditendang. DITENDANG.
π¦π±ππ‘π’ retweeted
I learned the hard way that love is not a battlefield, itβs a partnership. And itβs definitely not ownership.
π¦π±ππ‘π’ retweeted
Tolong di sampaikan ke orang ini.
Bye one sama gue.
Jgn cm bs intimidasi bocah trus pake preman.
Jadi Tionghoa buat malu loe, sama tionghoa aja menindas loe! Apalagi sama etnis lain nanti. Taek loe
π¦π±ππ‘π’ retweeted
Doomed. @bmthofficial
π¦π±ππ‘π’ retweeted
hi, masih pagi.
lagi mood marah gak?
This sentence is f'king INSANE.
"..apakah selama diperkosa merasa nyaman?"
Pak pol, yang bener aje, pak pol.
βΊοΈβΊοΈβΊοΈ



































