Pinned Tweet
โ
โ โ ๐ขฒ .. โฑ A friendly Hard-Worker.
He rose last: the Youngest of all.
Curated by Virtue, shows grace.
โ โ Friendly orbs with a heart oโ steel.
(โ๏ธ) Walks the paths with bravery.
โ
Raka Adimurti. retweeted
little moments, captured forever. ๐ธ๐ค
a handful of pictures from ciwidey๐๐ฑโ๏ธ one of happiest moment ever!!! terimakaci pak kost dan tetangga tetangga kostku๐ฉท๐ฅน here's to growing closer in the days to come๐
Raka Adimurti. retweeted
ใ
ค
๐๐๐ก๐๐ข ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ ๐๐ช๐ก๐๐ฃ๐,
sebuah malam di antara
bayang dan rahasia.
Di bawah remang dan bisikan,
๐ ๐๐ฉ๐ merangkai cerita
yang enggan menemukan akhir.
ใ
คใ
คใ
ค
Raka Adimurti. retweeted
แ
๐๐ผ๐ ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ท๐ถ๐๐ฎ ๐ฅ๐ผ๐ผ๐ณ๐๐ผ๐ฝ
แ
แ
โฐ ๐ฎ๐ญ:๐ฏ๐ฒ
Cara jitu memanggil anteq anteq ashek dalam hitungan detik buat naik ke lantai 3.
แ
Gw ketawa bangat ini mah ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Replying to @sultanmenteng @nemvous
tapi gambar kertas ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐๐๐ฎ๐บ.
"B-Bang Raka..." bisik gua, suara udah gemetaran tingkat dewa, muka pucat pasi melebihi kuntilanak. "...Gua tadi minum apaan, Bang?"
Tanpa aba-aba, kaga paka mikir dua kali, gua langsung teriak paling nyaring se-Ciwidey:
Mungkin memang sudah terlalu malam, dan mungkin juga dirinya yang terlalu banyak mendengar cerita horor selama perjalanan ke Ciwidey.
Namun, begitu melihat temannya dengan penuh percaya diri menenggak Tolak Angin cair yang baru diberikan, Raka spontan mengernyit.
โLah, lu minum di tempat? Kagak dicek dulu tanggal kedaluwarsanya?โ
Ia melangkah mendekat, tetapi terlambat. Saset sudah tandas, bahkan temannya sudah sibuk menyerahkan uang dua puluh ribu sambil mengucapkan terima kasih dengan kecepatan orang yang sedang mengejar ajal.
โMasyaallah, ya Allah. Ini orang kalau dikasih minum sama pocong juga mungkin langsung diteguk karena udah kebelet,โ gumam Raka sambil mengusap wajahnya.
@sultanmenteng
Bukan cuma karena warung itu sepi, melainkan juga karena bapak-bapak di balik etalase yang sejak tadi meracik sesuatu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Raka mengangguk kecil, berusaha tidak berpikiran macam-macam.
Temannya sudah lebih dulu menerobos masuk, meninggalkan Raka yang berdiri di ambang pintu sambil memandangi tulisan nama warung yang nyaris tidak terbaca. Entah kenapa, suasananya terasa agak janggal.
Begitu melihat warung dengan rolling door terbuka separuh dan lampu neon yang berkedip-kedip, langkahnya justru melambat.
โEh, bentar, bentar. Pelan-pelan, woi. Lu mau berobat apa mau audisi lari maraton?โ bisiknya
Replying to @sultanmenteng
Raka yang sejak tadi diperlakukan seperti pegangan darurat akhirnya ikut terseret mendekati warung. Sandalnya berdecit pelan di atas jalanan yang lembap, sementara tangan satunya sibuk mengarahkan senter ke depan.
JOSHUA.
Otak saya berasap mikirin SL kagak nyambung. Gimana ya biar nyambung kalimatnya?
Apa saya harus berenang dulu?
Ia kembali menoleh kepada temannya, lalu menunjuk ke arah pintu keluar yang tinggal beberapa meter lagi.
โUdah. Ayo. Kita cari warung, beli obat masuk angin, terus lu buang hajat kalau emang udah nggak kuat.
Gue nggak peduli lu mau jongkok di toilet warung berapa lama, yang penting jangan ada adegan tambahan di sini.โ
@sultanmenteng



















