yes, job hunting apalagi ke role yg lebih baik itu kayak punya full-time job kedua.
padahal kerjaan sekarang udah ngabisin waktu dan energi. apalagi kalau udah berkeluarga.
how do you create options when you barely have time to look for them?
beberapa hal yang bisa bantu 🧵
makin banyak eksperimen pakai AI tools, makin kerasa betapa kepakenya hal2 yang dulu gue pelajari pelan-pelan dulu.
termasuk pengalaman2 yang rasanya biasa aja: ngerti alur bisnis, tahu bagian yang sering bermasalah, atau bisa ngeh kalau hasilnya janggal.
ini benang merah beberapa sharing sessions gue so far di bulan ini.
1️⃣ di webinar Beyond Vibecoding, gue breakdown cara bikin paid digital product pakai AI coding agent. Ada login, payment flow, sampai konten premium yang kebuka setelah pembayaran.
total alurnya dibangun lewat 5 prompt aja. Tapi kalo dibedah, kelihatan berapa banyak keputusan yang masuk ke tiap prompt.
misal halaman "pembayaran berhasil" udah muncul. tapi apa buktinya uangnya beneran masuk? yang dibayar produk yang mana? akun siapa yang harus dapet akses?
di balik satu tombol "bayar" ternyata banyak hal yang perlu kita pahami dan periksa.
2️⃣ di event offline bareng mas @dhanyindraswara di FX Sudirman, gue sebenernya lanjutin materinya dgn judul "AI Rewards What You Know".
dan knowledge bisa datang dari kerjaan sehari-hari.
orang yang paham operasional bisnis booking, misalnya, bakal kepikiran: siapa yang boleh batalin pesanan? gimana kalau dua orang booking slot terakhir di waktu yang sama?
pengalaman kayak gini bikin lo bisa ngasih arahan yang lebih jelas saat pake agentic AI. lo tahu detail apa yang perlu ditanya, dan hasil seperti apa yang makes sense.
technical foundation juga begitu. begitu paham bedanya browser dan server, lo mulai bisa mempertanyakan apakah sebuah resource beneran terlindungi atau gak.
tiap konsep yang lo pahami ngasih lo pertanyaan baru yang sebelumnya bahkan gak kepikiran.
dan pemahaman itu bisa dibangun sambil jalan. mulai dari proyek kecil yang bisa lo jelasin cara kerjanya, lalu coba ubah satu bagian dan cek hasilnya.
oh ya, besoknya gue mulai dapet beberapa DM & email dari teman2 yang langsung praktekin materi ini. mereka udah ship produk buat jualan atau kerjaan yang sebelumnya masih manual.
mantep dah 👍🏻
3️⃣ lalu gue juga jadi guest di Ngobrolin Web podcast, ngobrolin buku Panduan Memulai Coding Career, remote work, software engineering, sampai… yap, AI, of course.
obrolannya ngalir dan santai. abis dari situ malah jadi penasaran pengen nyobain bawain podcast style kayak gitu sendiri wkwk.
buat yang gak sempet hadir di sesi2 di atas, good news!
materi2nya udah gue kumpulin jadi satu di Agentic Hub ini:
panduancod.ing/agentic
Termasuk ada recording, slides, dan beberapa supporting guides yg bisa didownload gratis. mending bookmark tweet ini klo belum sempet cek websitenya sekarang dah.
makasih banyak buat teman2 yang udah hadir, nyapa, dan tuker pikiran di tiga sesi kemarin. apalagi yang lanjut praktik dan ngabarin hasilnya.
let's keep building!
Gue liat banyak orang yang mau masuk tech industry sekarang bingung bukan cuma terkait mulai belajarnya dari mana.
tapi juga mau ke arah mana, dan apa yg perlu dipelajari ketika teknologi cepet banget berubah dan AI makin jago generate kode.
Malam ini jam 8pm wib gue bakal ngobrol bareng mas Riza, sambil bahas buku panduan memulai coding career.
Beberapa hal yang pengen gue obrolin:
→ gimana milih skill yang layak diinvestasikan waktu dan tenaga, tanpa harus ngejar setiap tren?
→ gimana keluar dari tutorial hell?
→ kapan perlu belajar hal baru, dan kapan justru perlu melepas cara berpikir lama?
→ gimana fondasi coding bisa buka lebih banyak pilihan karier, dari kerja di perusahaan sampai bangun produk sendiri?
Gue juga pengen ngobrol soal risiko dan peluang di industri ini. dan kenapa doyan ngulik dan belajar bisa jadi unfair advantage lo.
monggo mampir, nontonnya di sini: youtube.com/live/_vos7mnsudq
🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb
Saatnya kembali membedah buku. Kali ini langsung bersama penulisnya @oianas_
Mari kita saksikan bersama di sesi kali ini.
webinar tadi malam ternyata cukup ambisius 😂
dalam 90 menit, gue coba compress hampir seluruh workflow bikin digital product dari nol sampai jadi toko online yang beneran bisa di-ship:
- ideation & brainstorming
- planning, design, dan prototyping good enough mvp.
- komponen2 penting fullstack web app
- build dengan ai coding agent
- test & validate flow
- recommended learning track
hasil feedback sejauh ini: rata2 4.8/5 dari 36 orang yang submit.
yang menarik 11 orang request format multi-day bootcamp supaya tiap step bisa dibedah lebih dalem.
fair enough sih. memang agak nekat coba masukin seluruh product-building lifecycle ke sesi 90 menit wkwk.
selalu seru 1-1 session bareng students di @panduancoding , tapi juga jadi hampir selalu lupa buat foto bareng. moga next time inget 😂
Pendaftaran webinar Beyond Vibecoding udah dibuka ✨
Materinya gue bikin supaya tetap bisa diikutin non-technical audience, jadi gak perlu punya background software engineering.
Di webinar ini gue akan bahas:
- gimana sebuah paid web product bekerja end-to-end
- minimum fullstack mental model yang perlu lo punya
- kenapa authentication dan paid access adalah dua concern yang berbeda
- role payment gateway di dalam real app architecture
- cara pakai AI coding agent tanpa blindly trusting semua yang dia generate
- cara testing apakah flow produk kita benar2 works
- what skills become more valuable after vibecoding
Webinar ini kerjasama bareng Mayar dan yes, GRATIS.
Daftar sekarang sebelum keabisan: panduancod.ing/events/beyond…
thank you yang udah dateng 🙏🏻
VPS itu playground seru buat eksperimen, dan salah satu cara cepat buat ngerti gimana web app itu jalan di production.
Kamu bisa bikin mini tools di server sendiri dan bakal ketemu kebutuhan2 yang mungkin gak muncul waktu di laptop:
→ process yang harus always on
→ restart service yang salah, server down dini hari
→ SSH, process manager, cron, webhook, health check, log
→ Debug service yang gak ngerespon tanpa error message yang jelas
experience kayak gini sulit direplicate selama semua tools kamu masih jalan di localhost.
Makanya Panduan Coding bikin course baru:
Node.js Automation for Work & Study
Disini kita gak hanya bahas tentang server dan setup VPS. Kamu bakal pakai VPS sebagai personal playground buat bikin automation yang kepake sehari-hari.
Ada 5 module, masing-masing ada video lesson, artikel, interactive demo, quiz, dan code yang bisa kamu coba sendiri.
Targetnya bukan cuma bisa deploy, tapi punya mental model gimana bikin automation Node.js hidup di server.
Oh ya, course ini GRATIS (thanks to Hostinger yang sponsorin) ✨
Kalau Claude Mythos emang sejago itu buat nemuin bug, justru kita harus ngelakuin kebalikan dari pure vibecoding:
Coding more deliberately.
Tetep pake AI tools, tapi nggak sekadar ngejar "10x speed", fokus juga untuk:
✅ write better code
✅ nemuin hidden flaws yang subtle
✅ dan benar2 ngerti code yang kita ship
Karena makin powerful AI-nya, makin mahal juga cost dari blindly trusting generated code.
Salah satu bagian paling menarik dari @panduancoding adalah 1-1 sessionsnya.
Yang ikut backgroundnya beragam. Dari pemula sampai senior engineer dan udah di luar negeri.
Diskusinya jadi seru karena problem tiap orang beda2 dengan goal yang beda. Hopefully bisa share beberapa insightnya lebih detail di artikel nanti 👌🏻
AtoZ episode 3 soon @zainfathoni 👀
Lagi gamang liat kondisi tech industry sekarang? Banyak berita layoff, katanya cari kerja buat junior makin susah.
Di episode kedua AtoZ ini, saya bareng @zainfathoni coba membedah situasi ini dan ngebayangin: "Kalau kami jadi fresh grad hari ini, apa yang bakal kami lakuin?". Kita jg ngobrolin tentang cara menyikapi doom-posting dan nyari opportunity di tengah kondisi market yg menantang.
Timestamps:
00:00 - Kegamangan fresh graduate di industri teknologi
06:40 - Kondisi tech industri dulu vs. sekarang
17:30 - Bubble pandemi pecah
26:30 - Jangan terjebak kebanyakan riset
33:10 - Just in Time Learning
51:00 - Membangun fondasi dengan First Principle Thinking
01:06:45 - Memanfaatkan AI & LLM untuk belajar (great potential, but use with caution)
01:28:30 - Keuntungan jadi junior sekarang
01:34:00 - Summary and Closing
Gimana pengalaman lo sejauh ini? ada hal lain yang bikin khawatir sebagai junior? share di reply ya!
Panduan Coding retweeted
So far pembelian terbaik tahun ini 🖖
Mas @oianas_ orangnya baik. Cusss guys
REMINDER:
Voucher diskon 25% Panduan Coding berakhir malam ini.
Pakai kode: FIRSTSTEP saat checkout.
Bisa hemat sampai Rp750.000, tergantung tier yang kamu pilih.
Kalau kamu lagi butuh arah belajar yang lebih jelas, feedback loop, dan sistem buat bangun fondasi dan coding career, ini waktu terbaik buat join 👍🏻
Ada banyak tutorial coding.
Tapi banyak orang tetap stuck bangun coding career.
Bukan karena malas atau gak bakat.
Most of the time karena belajar tanpa arah, tanpa feedback, dan gak tahu bagian mana yang benar2 penting.
Dan itulah kenapa gue bikin Panduan Coding 🧵
Kena banget di bagian 'codenya masih bisa dibaca minggu depan', ngereviewnya pr bangeeeet wkwkwk
Pernah bete karena setengah hari cuma buat ngereview 😅😅
Fundamentals dan Product Engineering.
Bukan cuma "bisa ngoding", tapi bisa ngubah problem yang masih ambigu jadi software yang beneran berguna, reliable, dan kepake user.
AI coding tools itu overhyped, tapi disaat yang sama juga genuinely powerful.
Kalau dipake dengan benar, dia bisa bikin output kita naik berkali-kali lipat. Tapi kalau tanpa pemahaman fondasi teknikal yang baik, hanya berguna untuk bikin prototype awal, dan bakal ngasih banyak bugs setelah prompt kelima.
Karena coding agent bisa bikin codebase kamu jadi spaghetti code jauh lebih cepat daripada tim manusia biasa.
Di sinilah fundamentals jadi makin valuable.
Karena ketika AI makin jago generate code, biaya dari bad architecture juga ikut naik.
Workflow "kasih specs → generate code → merge" tanpa design judgment yang kuat akan menciptakan software entropy, yaitu codebase yang makin lama makin sulit dipahami, sulit diubah, dan sulit dipercaya.
Jadi sebenernya istilah code is cheap itu misleading.
Yang lebih tepat: typing code is cheap, but bad code is more expensive than ever.
Karena bad code bukan cuma bikin manusia bingung, tapi bikin AI bingung juga.
Menurut saya milestone pertama yang menandakan fundamental kamu udah cukup bagus adalah ketika kamu bisa build production-grade app dengan lean minimalist tech stack.
App yang punya auth, database, payment integration, error handling, deployment, observability secukupnya, dan codebase-nya masih bisa dimengerti minggu depan.
Invest di skill yang bisa bikin kamu..
✅ milih problem yang tepat
✅ ngedesain solusi yang sesuai,
✅ pakai AI agent buat iterasi dan shipping jauh lebih cepet.
Selalu happy dapet kabar kayak gini.
Tahun lalu ada software engineer remote di SG yang kepikiran resign karena lagi ngerasa mentok sama kondisi kantor. kita coba beberapa approach yang lebih calm & strategic.
alhamdulillah tanda2 burnout berkurang, dapet salary increment, dan sekarang punya more space for growth 😄




























