🖖🏽 retweeted
Gimana mbak @puanmaharani_ri ? masa bintang bokep suaranya lebih keras melawan, cerdas dan lebih humanis dibanding mbak yang ketua DPR dan diharapkan jadi oposisi, mereka lebih layak dipanggil Yang Terhormat daripada temen-temen mbak di DPR. Bantu kami !!
Website onewaymail.com yang sekarang dihosting di server rumah.
Ada kalanya lampu mati dan servernya belum bisa auto nyala sendiri :D
🖖🏽 retweeted
Indonesia’s digital minister is basically threatening to cut internet access to Singapore thru subsea cable laid in the seabed of Indonesian waters. Reckless move amidst the effort to use Singapore as scapegoat by the government.
mari menyanyi dan ulangi bait akhir reff-nya saja sebagai mantra.
youtube.com/watch?v=i-mAOj02…
🖖🏽 retweeted
Setahun lebih kami dikriminalisasi. Ribuan halaman berkas, ratusan jam sidang, puluhan saksi kami eksaminasi.
Lelah? Tentu. 15 bulan tanpa pemasukan, tabungan 15 tahun terkuras.
Menyerah? Tentu tidak. Sepanjang sidang, kebenaran terungkap dibantu AI yang Ibam bangun sendiri.
AI tersebut bantu tim pengacara kami untuk:
👉🏼 Menganalisis keseluruhan perkara sampai ke akar2nya
👉🏼 Menarik benang merah dari ratusan saksi yang diperiksa
👉🏼 Membandingkan belasan ribu kesaksian tertulis antar saksi
👉🏼 Mendengar dan memahami ratusan jam kesaksian lisan mereka di sidang
Dari semua analisis yang dilakukan, AI tersebut mengungkap puluhan temuan, kejanggalan, dan kontradiksi dalam kesaksian dan bukti yang ada.
Membongkar sebuah perkara sampai sedetail ini biasanya butuh tim paralegal belasan hingga puluhan orang. Jujur, kami tidak sanggup membayar tim sebesar itu. 💸
Namun, dengan dibantu seluruh hasil analisis AI di atas, tim pengacara kami bisa memaksimalkan pembelaan di sidang tanpa perlu bangun tim yang besar.
Hasilnya: vonis yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan, pengakuan bahwa Ibam tidak menerima keuntungan apa pun, dan dua dari lima hakim berpendapat Ibam seharusnya dibebaskan.
Dalam banyak perkara, vonis seperti itu sudah dianggap keberhasilan. Tapi kami tetap mengajukan banding dan kasasi, karena kami percaya putusan yang adil adalah yang membebaskan Ibam.
Setelah menjalani proses hukum setahun lebih, kami juga percaya AI yang dirancang dengan baik bisa menghadirkan keadilan yang lebih adil, serta membantu mereka yang menjadi korban kriminalisasi.
Karena itu, beberapa bulan terakhir, selagi menjalani tahanan kota, Ibam menyibukkan diri dengan mengembangkan AI-nya lebih lanjut, hingga menjadi sebuah produk yang bisa menangani perkara lain.
Produk ini kini sudah punya pengguna berbayar pertama, mendapat komitmen funding dari beberapa angel investor, dan dipimpin oleh seorang teman baik (@ainunnajib) yang berkenan menjadi founder dari startupnya.
Ya, saat memulai ikhtiar ini, kami ngga pernah kebayang bahwa AI yang dibangun di tengah segala keterbatasan, tekanan, dan kebebasan yang dipertaruhkan, kini ternyata menjelma menjadi sebuah startup.
Izinkan kami memperkenalkan: @PerkaraAI, AI yang dibangun untuk membantu tim pengacara memberikan pembelaan terbaik.
Kami sadar, dalam situasi normal saja bangun startup sangat sulit, apalagi di tengah ketidakpastian hasil dari perkara yang sedang kami jalani.
Tapi kami ngga punya pilihan lain.
Setahun lebih tanpa penghasilan sudah sangat berat, dan sekarang kami sekeluarga juga terancam dimiskinkan karena dikenakan uang pengganti Rp5 miliar.
Padahal, putusan hakim sendiri mengakui Ibam ngga menerima keuntungan apa pun. Seluruh harta kamipun, kalau dijual, ngga akan cukup untuk bayar.
Menyerah? Sekali lagi, tentu tidak.
Apalagi sekarang kami punya misi baru: sebisa mungkin membantu korban kriminalisasi mendapatkan keadilan terbaik melalui AI yang Ibam bangun.
Ini cara kami melawan keadaan dan bangkit dari keterpurukan, sekaligus bantu Indonesia jadi lebih baik. ✊🏼
Sejalan dengan misi membantu korban kriminalisasi, kami juga berharap ada LBH yang berkenan memakai AI kami untuk kasus pro bono mereka. Untuk kasus2 tersebut, kami berkomitmen menggratiskan @PerkaraAI.
Saat ini jumlah kasus pro bono yang bisa kami bantu masih terbatas, karena startupnya sendiri masih dalam tahap pre-seed fundraising. Tapi seiring bertambahnya pendanaan serta klien berbayar, kami berharap bisa membantu lebih banyak kasus pro bono.
Dalam jangka menengah, kami juga berencana merilis sebagian fitur @PerkaraAI sebagai Community Edition yang open source.
Versi ini bisa digunakan penyidik untuk memastikan konstruksi perkara sudah mencerminkan kebenaran sejak tahap penyidikan, sehingga tidak berujung pada kriminalisasi.
Selain itu, majelis hakim juga bisa menggunakan versi tersebut untuk mempelajari perkara yang mereka tangani secara lebih mendalam dan menyeluruh, di tengah beban kerja yang tinggi.
Untuk sekarang, tim pengacara atau firma hukum yang ingin dibantu AI bisa menghubungi kami melalui akun @PerkaraAI atau situs perkara.ai. Idealnya sebelum persidangan klien dimulai, supaya analisis perkaranya bisa disiapkan begitu berkas BAP diterima.
Terkait @PerkaraAI sendiri, Ibam merancang AI tersebut dengan sangat hati-hati dan terstruktur. Sebagian fiturnya bisa ditonton pada video di bawah, dan Ibam terus membangun fitur2 baru berdasarkan masukan penggunanya 👇🏼
Mohon doa dan dukungannya. Kami sangat terbantu kalau post ini bisa dibagikan ke siapapun yang mungkin membutuhkan bantuan AI untuk perkaranya. Kami juga sangat terbuka bagi yang bantu warm intro dengan mereka2 yang bisa mendukung misi kami.
Akhir kata, kami berharap @PerkaraAI bisa menjadi hikmah dari kriminalisasi yang kami sekeluarga jalani selama setahun lebih, sekaligus membantu meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. 🙏🏼
Tertanda,
Ririe, Founding Legal
Ibam, Founding Engineer
🤖 Made with AI





















