jini retweeted
BREAKING !!
3560 ORANG MENINGGAL karena kebakaran hutan Indonesia 🥀🥀🥀
DAN YANG BIKIN SYOK MEDIA LUAR ALJAZEERA YANG LEBIH DULU MEMBERITAKAN 💔
jini retweeted
UPDATE ‼️
Karhutla di Papua Selatan semakin meluas, BNPB temukan indikasi pembukaan lahan dengan cara dibakar
*PEMBUKAAN LAHAN DENGAN CARA DI BAKAR*
tolong garis bahawi 👀
jini retweeted
PAPUA IS BEING BURNED AGAIN. PAPUA BUKAN TANAH KOSONG!!
SPREAD THE WORLD GUYS!!
API SEBESAR ITU MEREKA PADAMIN PAKAI TANGAN AJAAA. MEREKA BENER2 BUTUH BANTUAN BUAT MADAMIN API. YA ALLAH 😭
BELUM PADAM API YANG KEMARIN, HARI INI MUNCUL LAGI TITIK API SEBESAR INI ‼️
#INDONESIASADAR
#Karhutla
#PrayOfPapua
@prabowo @Gerindra @BNPB_Indonesia
jini retweeted
Sadar Dipalak.
Sadar Dibakar.
Sadar Dimiskinkan.
#INDONESIASADAR
jini retweeted
RAKYAT MUAK ‼️
RAKYAT JUGA BISA MELAWAN ‼️
GUYS BANTU ALGORITMA KU AGAR SAMPAI KE MEDIA LUAR.
#INDONESIASADAR
jini retweeted
⚠️🔥ALERTA…ALERTA…ALERTA🔥⚠️
🆘TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS DIBAKAR🆘
Guys Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Tapir, dan Beruang. MEREKA HIDUP DI HUTAN tersebut…😭😭😭😭
Kebakaran hutan way kambas sudah sampai restorasi.
jini retweeted
TOLONGGGG ALERTA SEMUANYAAAAA 🚨🚨
KARHUTLA PAPUA SELATAN HOTSPOT MASIH RATUSAN RIBU, RESPON DAN PENANGANAN LAMBAT KARENA AKSES JALAN SULIT TOLONGGG ATENSINYA DARI SEMUA MEDIAA, MASYARAKAT MAKIN SULIT BERNAPAS‼️‼️‼️
jini retweeted
Kakak-kakak yang lagi demo, kalau lihat water cannon, coba bikin video sambil bilang, “World must know that this water cannon is used to stop us instead of stopping the fires in Kalimantan, Papua, and other areas.”
Harus pakai bahasa Inggris, soalnya polisi nggak ngerti. 😭✊
jini retweeted
lucu, mahasiswa demo dipersoalkan etikanya, sementara pemimpin bercanda di tengah penderitaan rakyat, gubernur bilang “bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi” dan presiden melontarkan kata “goblok”. jadi, etika cuma berlaku buat mahasiswa? para penguasa free style aja?
jini retweeted
Yang di butuhin itu udara bersih gratis,
bukan makanan gratis.
Percuma aja makan tapi gabisa nafas
jini retweeted
Guys, di tengah semua drama MBG nasional yang korupsinya meledak, anggarannya bocor, dan tata kelolanya amburadul
ada satu universitas swasta di Yogyakarta yang diam-diam melakukan hal yang seharusnya jadi standar nasional.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meluncurkan program Makan Siang Berkah makan siang gratis untuk 1.500 karyawan setiap hari.
Dari dosen professor sampai petugas kebersihan dan satpam outsourcing.
Semua dapat porsi yang sama.
Tidak ada korupsi yang meledak.
Tidak ada kepala program yang ditangkap.
Tidak ada dapur fiktif. T
idak ada anggaran Rp335 triliun yang bocor ke kantong orang tidak jelas.
Karena sistemnya sederhana, terencana, dan yang paling penting dikelola oleh orang yang kompeten.
Dan ini yang paling membuat gue kagum:
UMY tidak membuat program baru dari nol dengan anggaran besar yang tidak jelas.
Mereka melakukan sesuatu yang sangat cerdas mengalihkan anggaran konsumsi rapat yang selama ini boros dan tidak efisien.
"Dulu dalam sehari bisa ada tiga rapat.
Satu orang bisa dapat tiga konsumsi.
Itu boros dan sering mubazir.
Sekarang cukup satu porsi makan siang yang layak, sehat, dan tepat sasaran."
Uangnya sudah ada.
Tinggal dikelola dengan benar.
Dan hasilnya 1.500 orang makan siang bergizi setiap hari tanpa perlu anggaran tambahan yang besar.
Dan ini yang paling menyentuh tidak ada yang dibedakan:
Dosen guru besar dengan gelar profesor.
Tenaga administrasi. Teknisi.
Petugas kebersihan. Satpam outsourcing.
Semua dapat porsi yang sama.
Semua diperlakukan setara.
Tidak ada meja VIP.
Tidak ada jatah khusus untuk yang berpangkat tinggi.
Di negara yang MBG-nya lebih banyak mengalir ke sekolah-sekolah favorit di kota besar sementara anak-anak di daerah terpencil tidak tersentuh ini adalah tamparan yang sangat keras sekaligus inspirasi yang sangat nyata.
Dan ini kontras yang paling menyakitkan dengan MBG nasional:
MBG nasional: Rp335 triliun per tahun.
Dikelola oleh BGN yang kepala pertamanya sudah ditangkap karena korupsi.
Dapur SPPG yang jumlahnya meledak dari 21.000 jadi 27.000 dan Zulhas sendiri yang mengungkap ada jual beli titik SPPG.
Belum beroperasi di ribuan titik.
Pengawasan tidak ada. Tata kelola amburadul.
MakSiBer UMY:
anggaran yang sudah ada dialihkan dengan efisien. 1.500 porsi per hari.
59 titik distribusi.
Menu bergizi bervariasi setiap hari.
Hari pertama ada kendala teknis langsung dievaluasi sore itu juga.
Bukan soal besarnya anggaran.
Ini soal siapa yang mengelola dan apakah mereka kompeten dan jujur.
Dan ini pelajaran paling penting yang bisa diambil:
Program makan bergizi yang benar tidak butuh anggaran ratusan triliun untuk bisa jalan.
Tidak butuh kementerian baru.
Tidak butuh ribuan dapur yang rawan dikorupsi.
Yang dibutuhkan hanya dua hal:
orang yang kompeten dan sistem yang transparan.
UMY membuktikan itu dengan 1.500 porsi per hari mulai mangut lele, tumis kacang panjang, tahu goreng sampai ayam kentucky dan tempe goreng.
Sederhana. Bergizi. Tepat sasaran.
Dan tidak ada yang mencuri di tengah jalan.
Kalau sebuah universitas swasta di Yogyakarta bisa melakukan ini dengan efisien dan bersih
tidak ada alasan logis kenapa pemerintah dengan anggaran ratusan triliun tidak bisa melakukan hal yang sama.
Kecuali memang dari awal programnya bukan untuk rakyat tapi untuk proyek.
jini retweeted
Dr dulu dibilangin:
>Program bikin targeted
>Fokus ke anak dari keluarga tidak mampu dan daerah 3T
Ngeyel. Pidato omon2 pamer jutaan porsi ngalahin mekdi.
Lalu terbukti, anggaran bocor.
1 MILIAR PER HARI.
itu baru setoran ke Dadan.
Pengadaan aneh2.
Motor listrik dimarkup 100%
Sekarang baru dievaluasi.
Kenapa? Karena ruang fiskal makin tipis. Anggaran mau abis.
Evaluasi itu harusnya dilakukan sejak program mulai dari skala kecil.
Kalo udah dikorupsi sebesar ini sih namanya bukan evaluasi tapi memang pembiaran korupsi selama ini.




























