Caca retweeted
makin dewasa rasanya kek sepii banget ya, kayak hidup sendirian dan ga punya siapa siapa
Caca retweeted
Prosesnya ternyata memang sengaja dibikin sepadat itu. Base cokelat yang masih lembut dicampur dengan bola-bola cokelat kecil dan potongan sandwich cookies, lalu semuanya diremas pakai tangan sampai benar-benar menyatu jadi satu adonan yang tebal dan chunky.
Setelah itu adonannya dipindahkan ke loyang persegi dan ditekan kuat sampai memenuhi semua sudut. Begitu sudah cukup padat, satu blok besar tadi dikeluarkan lalu dipotong memanjang dan dipotong lagi silang sampai jadi kotak-kotak kecil yang ukurannya hampir sama.
Bagian paling satisfying justru perubahan bentuknya: awalnya kelihatan seperti campuran cokelat berantakan, tapi setelah dipress dan dipotong hasil akhirnya jadi rapi banget, sementara di bagian dalamnya masih kelihatan potongan cookies dan cokelatnya.
Dessert yang paling bikin penasaran tuh kadang justru yang proses awalnya kelihatan kayak bakal gagal total. Semua cokelat, cookies, dan topping dicampur sampai bentuknya berantakan banget, terus entah gimana setelah dipadatkan dan dipotong hasil akhirnya malah jadi kotak-kotak rapi. Gue selalu suka transformasi makanan yang chaos di awal tapi satisfying di akhir.
Niatnya cuma mau bikin mie pakai telur.
Harusnya simpel.
Mie masuk.
Air mendidih.
Tinggal pecahin telur.
Terus telurnya malah jatuh ke lantai.
Belum sempat panik, si kucing langsung datang dengan muka:
“Wah, ada menu baru.”
Aku sibuk ngusir pelan-pelan sambil cari tisu.
Dia maju lagi.
Aku tahan lagi.
Dia penasaran lagi.
Terus tiba-tiba inget…
MIENYA MASIH DI KOMPOR 😭
Begitu nengok, airnya udah hampir luber.
Di situ aku cuma berdiri di tengah dapur sambil mikir:
Aku tadi cuma mau makan mie.
Kenapa rasanya kayak lagi menangani dua keadaan darurat sekaligus?




























