Uniuli retweeted
Lu Bayar Pajak utk Bayar Gaji Polisi agar bisa Menjaga Keamanan..eehh yg Malah Jagain Keamanan malah Warga yg bayar Pajak
Ini Bukan Dongeng. Ini adlh Kisah Nyata di Negara Indonesia
Uniuli retweeted
Mahasiswa Rheza Sendy Pratama meninggal dunia setelah bentrok dengan aparat di sekitar Polda DIY, Minggu (31/08).
Saat mengambil jenazah Rheza di rumah sakit, ayah Rheza mengaku harus menandatangani surat yang menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun terkait kejadian ini.
Uniuli retweeted
Permisi Pak @prabowo, bagaimana kabarnya 600 hektare hutan yang rusak akibat program food estate singkong Bapak yang ternyata gagal? Soalnya hutan itu kan fasilitas umum juga 🙏 Dan bagaimana dengan 1,5 triliun uang rakyat yang dipakai, apakah sudah ada pertanggungjawabannya?
Uniuli retweeted
Penangkapan di luar prosedur hukum terjadi di Jakarta hingga Bali. Mahasiswa dan kampus diserang. Unisba dan Unpas di Bandung hingga Gorontalo.
Rezim Prabowo dan polisi tak punya itikad baik dan terus memprovokasi kemarahan publik.
Perlu membakar apa lagi agar mau berubah?
Uniuli retweeted
Dihina, difitnah, hingga akun jadi target operasi, resiko ga ikut jadi pengkhianat, tp tetap sy pilih, krn bagi Korea, lebih baik melawan derasnya hujan, drpd harus berteduh ditempat yg salah.
Dirgahayu PDI Perjuangan
Satyam Eva Jayate
Hanya Kebenaran Yang Berjaya
Setialah Pada Sumbermu, Berterima Kasihlah Pada Yang Membesarkanmu.
Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam.
10 Januari 1973 - 10 Januari 2025
Uniuli retweeted
Budayawan Butet Kartaredjasa membacakan puisi yang berjudul "Dibakar Luka" dalam acara Peringatan HUT PDI Perjuangan ke 52 tahun, di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025) siang.
Butet Kartaredjasa menyampaikan puisi tersebut terinspirasi dari kenyataan Indonesia, "Puisi ini saya tulis 8 hari yang lalu ketika saya merenungi 2024 yang sangat gelap. 2024 yang penuh akal-akalan kejahatan yang rusak demokrasi dan konstitusi di Indonesia.”
Butet Kartaredjasa menjelaskan bahwa puisi "Dibakar Luka" juga terinspirasi dari sikap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang kokoh mempertahankan konstitusi dan demokrasi.
#PDIPerjuangan
#MenangkanRakyat
#SatyamEvaJayate
#KebenaranPastiMenang
#SolidBergerak
#HUT52PDIPerjuangan
Uniuli retweeted
Saya dulu menganggapnya wanita biasa. Politisi, anak mantan presiden yg pernah menjadi presiden. Itu saja. Semakin sering berdiskusi, semakin saya mengenalnya. Dan benar, "wanita menjadi kuat bukan karena berlindung dari ancaman, tapi karena keberanian dan ketangguhan yang terbangun dari perlawanan berlapis-lapis."
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi kuat dan besar karena keberanian dan ketangguhan seorang Megawati Soekarno Putri. Kesimpulan ini menjadi salah satu catatan dari berbagai literatur yang saya baca. Saya bukan kader PDIP, tapi saya mengaguminya.
Selamat hari lahir Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke 52. "Satyam Eva Jayate".
Uniuli retweeted
Misa kudus yg dipimpin Paus di Senayan adalah cerita yg baik ttg Indonesia: Republik dgn penduduk Muslim terbesar ini menyelenggarakan misa yg impresif benar-bsnar.
Sayang bhw itu berlangsung ketika Indonesia dipimpin orang2 yg tak peduli nilai2 moral
Uniuli retweeted
Beginilah Indonesia seharusnya.
Imam besar masjid Istiqlal mencium kening Paus Fransiskus, dan Paus pun mencium tangan KH Nasaruddin Umar.
Simbol persatuan umat.
❤️❤️❤️
Uniuli retweeted
Harta paling berharga di Indonesia adalah kerukunan, bukan tambang Emas.
Paus Fransiskus dalam pidatonya di Istiglal 5-09-2024.
Uniuli retweeted
Jangan mewek ya gaes!
Mobil Paus terlihat dihentikan seorang bapak, yang dengan suara bergetar meminta Paus memberkati anaknya yang masih dalam kandungan ibunya.
Mobil yang ditumpangi Paus terlihat menepi dan berhenti di pinggir jalan. “Siapa namanya? Kapan bayi akan lahir?” kata Paus yang tersenyum menyapa sang ibu hamil, yang anaknya akan diberi nama Cicilia, pada Rabu (4/9/2024).
Sang ibu yang diperkirakan akan melahirkan bayinya satu minggu ke depan ini kemudian diberkati Paus. Paus tidak lupa mengambil hadiah dan diterima dengan suka cita bersama pasangannya, yang berulangkali mengucapkan terima kasih dengan suara bergetar, seperti hendak menangis.
Pasangan ini bernama Gregorius Bangkit dan Veronica Intan.


























