IGBY. retweeted
Replying to @ashenoaths @ProfsHarlow
Maverick mengajak Alexius serta muridnya mendekati tanah di jalan setapak. “Tadi pagi, saya menemukan jejak kaki.”
Ia menunjuk jejak kecil di sana. “Polanya unik, telapaknya terbelah dua. Saya yakin ini bukan jejak kuda di sini karena bentuknya sangat berbeda.”
(@ProfsHarlow)
IGBY. retweeted
Replying to @ProfsHarlow
“Thanks ya, Lex. Saya lega mendengarnya,” ucap Maverick senang.
Ia lalu mengedarkan pandangan ke sekitar area penangkaran.
“Namun saya menemukan hal aneh. Beberapa hari ini cadangan rumput cepat habis, sepertinya ada hewan lain yang ambil makanannya. Mari ikut saya ke sini.”
IGBY. retweeted
Replying to @ashenoaths
ᅠ
Alexius menyimak penjelasan itu dengan saksama, kemudian mengangguk. “No worries, Mave. Kuda-kuda milikmu bisa saya rawat dahulu di Vivarium dan kamu tidak perlu khawatir tentang makanannya.” Ia melirik sekilas ke arah kawanan kuda yang berada di balik pagar.
(@ashenoaths)
ᅠ
IGBY. retweeted
Replying to @ashenoaths @ProfsHarlow
“Tadi Saya bingung karena harus meninggalkan kuda-kuda ini, soalnya saya ada panggilan tugas penyelidikan kasus selama 6-12 bulan. Berhubung kalian sudah datang, mau ya merawat mereka hingga saya kembali? No worries, mereka kuda yang ramah.” jelas sang Wira.
(@ProfsHarlow)
IGBY. retweeted
Replying to @ProfsHarlow
Wira yang dipanggil menoleh dan tersenyum. “My Brother! And Hello, kids! Welcome to Hogsmeade Valley. I'm Alexius's cousin, you can call me Maverick.”
Maverick menepuk bahu Alexius santai. “No problem, Lex. Justru Saya berterimakasih kamu dan muridmu mau datang ke sini!”
IGBY. retweeted
ᅠ
Di antara pagar kayu dan kandang kuda, Alexius menangkap sosok pemuda yang familier baginya. Tanpa membuang waktu, sang adam menghampiri pemuda tersebut dan menepuk pundaknya dengan akrab.
“Hey, Maverick. I hope you don’t mind me bringing my students here.”
(@ashenoaths)
ᅠ
IGBY. retweeted
ᅠ
Keramaian desa perlahan tertinggal di belakang mereka. Di hadapan rombongan, terbentang kawasan rerumputan yang lebih tenang, dengan sebuah penangkaran kuda yang berdiri di antara pepohonan.
Pagar kayu putih membatasi area tersebut, sementara beberapa ekor kuda terlihat di dekat kandang dan tumpukan jerami.
ᅠ
IGBY. retweeted
ᅠ
Setibanya di kawasan Hogsmeade, Alexius memimpin rombongan melewati jalan yang diapit bangunan-bangunan dengan atap curam dan cerobong yang mengepulkan asap tipis.
Namun, alih-alih berhenti di High Street, ia terus melangkah melewati pusat desa, kemudian mengambil jalur yang mengarah ke hamparan padang rumput.
ᅠ
IGBY. retweeted
ᅠ
“Senang mendengar kabar kalian baik. Mari berangkat.” Profesor Harlow memimpin perjalanan meninggalkan kawasan kastel. Mereka melewati gerbang yang menghubungkan Hogwarts dengan jalur di luar area sekolah, kemudian menyusuri jalan setapak yang menurun di antara perbukitan hijau dan pepohonan.
Langkah mereka perlahan membawa rombongan menuju Hogsmeade Valley.
ᅠ
IGBY. retweeted
ᅠ
Alexius telah menunggu di depan North Exit Gate Hogwarts ketika murid-murid mulai berdatangan. Sang pengajar menyambut mereka, kedua tangan bertaut santai di hadapan tubuhnya.
“Selamat sore, anak-anak. Terima kasih sudah mau menemani saya berkeliling ke luar. Selamat datang di kelas CoMC bagi yang baru bergabung. Bagaimana kabar kalian?”
ᅠ













