Pinned Tweet
Mengingat tingginya minat terhadap SWF, maka saya membuka akses keynote penulisan hukum (setingkat skripsi) saya pada link berikut: drive.google.com/drive/folde…
Maaf, permintaan seluruh pdf skripsi belum dapat saya penuhi kecuali ada peruntukan yang jelas.
Kalau temen-temen interest dalemin isu-isu seputar Danantara, Sovereign Wealth Fund (SWF), maupun Temasek, bisa baca skripsi sahabat saya @wrabyapta
Replying to @donc_dis
Check my other reply, my point is that France went through aggressive assimilationist process and still have separatist to this day like FLNC (Corsican), I actually also support canton system, Ethiopia needs further decentralization, more smaller regions
Wiweko Rahadian retweeted
Mantan Presiden yang paling tidak “Eksklusif” dan bisa di akses oleh warga kayaknya dari jaman Pak Harto sampe sekarang cuma pak Jokowi .
Mantan presiden lain mana ada yg meluangkan waktu untuk ketemu rakyatnya kek gini
Like Him or Not this is TRUE
Wiweko Rahadian retweeted
Replying to @nungkinungki @wawajie
Aku tuh dulu gak ngerti, kalo aku kerja kan meringankan beban finansial meski dikit. Ini ga boleh kerja krn alasan gengsi… ampun deh 😂
Makanya lama" aku mikir, kami beda mindset. Gengsi ga akan bikin maju.
I am who I am. Jadi kuat"in aja jd diri sendiri sampe mereka nyerah.
Wiweko Rahadian retweeted
Ortu dulu punya financial problem. Kasih uang saku pas"an, dan aku paham itu. Jadi aku jd part-timer di warung sushi temen.
Begitu tau aku kerja, hari pertama aku dijemput dan disuruh resign 😅
Alasannya “malu-maluin, kyk ortu ga bisa biayain aja”. Lah kan emang 😅
Replying to @fahkta
Akar masalahnya itu bukan anak yg kurang mandiri & ga bisa bikin percaya, tapi karena orang tuanya yg emang controlling/gila kendali.
Mereka akan melakukan apapun buat framing seolah anaknya yg salah, kalian jangan ikut²an setuju dengan mindset orang tua toxic begitu.
Wiweko Rahadian retweeted
Replying to @Nafisathallah71
Padahal, kalau di bidang saya, harusnya kalau cuma “latihan” meneliti, ya desk research saja cukup.
Kalau mau neliti ada wawancara dan ambil data lapangan, ya harus yang relevan.
Kalau “yang penting/minimal kalian wawancara lah”, ini kayaknya ada yang salah di kelas metodologi.
Replying to @RadityoDharmaP
Agak suudzon tapi mungkin karena kalau analisis teks resmi akan makan waktu dan usaha yang panjang jadi ada sebagian mahasiswa/i yg memilih jalan pintas dengan tanya langsung ke pakar alih-alih spending time to deeply read, research, and synthesize 🙏🏼🥲
Wiweko Rahadian retweeted
Replying to @RadityoDharmaP
Sama persis, masalah Konvensi Basel.
Mgkn krn di Indo, kayanya masih banyak yg belom paham (dosen/mahasiswa) kalo interview itu hanya salah satu metode pengumpulan data, bukan kewajiban 😅
Wiweko Rahadian retweeted
I don't understand why Filipino urban planning discourse leans so heavily on European models.
I think the Philippines is better suited to East Asian approaches.
Wiweko Rahadian retweeted
Replying to @rbpermana
betul, asal kursi ada, dan kalau ada interaksi beneran paham paling ga dasarnya
tapi kebanyakan yg ngelakuin itu kan motifnya bukan soal ilmu
Wiweko Rahadian retweeted
Mis. kalau di Universitas Negeri Depok, peraturannya ada loophole, itu mengatur penyelenggaraan perkuliahan tapi mengasumsikan yang ikut kelas PASTI mahasiswa UI shg applicable peraturan akademik — tapi by definition mahasiswa non-UI gak terikat sama peraturan akademiknya he he
Wiweko Rahadian retweeted
Yang bilang ilegal, coba deh point out pasal mana di peraturan akademik yang kira-kira bilang “perkuliahan hanya dapat diikuti mahasiswa terdaftar” — kebanyakan peraturan itu mengatur mahasiswanya bukan kelasnya itu sendiri, kalaupun ada, gak jelas enforcernya siapa
Wiweko Rahadian retweeted
Replying to @xathrya
Hidup di Pramonopura, saking damainya beritanya drama perkucingan ala MothershipSG
Wiweko Rahadian retweeted
"Indonesians never claim other peoples' lands"
Also their netizens claiming the whole of Borneo and Timor island as theirs.
This page has 20k followers mind you.
































